MerahPutih.com - Keempat astronaut Artemis II telah kembali dengan selamat ke Bumi, setelah kembali menjalani misi Bulan pertama NASA sejak lebih dari 50 tahun.
Setelah perjalanan yang penuh gejolak melalui atmosfer Bumi yang berlangsung hampir 15 menit, astronaut NASA yang terdiri dari Reid Wiseman, Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen mendarat di Samudra Pasifik di lepas pantai San Diego, Amerika Serikat, dengan kapsul Orion mereka pada pukul 20.07 waktu setempat.
“Kalian semua, kita berhasil,” kata Pejabat Administrator Asosiasi Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi NASA, Lori Glaze dikutip dari NBC News, Sabtu (11/4).
“Kita telah mengirim empat orang luar biasa ke Bulan dan mengembalikan mereka dengan selamat ke Bumi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.”
Itu adalah pendaratan yang sempurna, dengan kapsul mendarat tegak di bawah tiga parasut besar saat tim penyelamat bergegas ke lokasi kejadian.
Baca juga:
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Beberapa menit sebelumnya, pemadaman komunikasi selama enam menit dengan pengendali misi membuat keadaan menjadi menegangkan ketika kapsul menembus atmosfer Bumi.
Kemudian, panggilan yang sangat menggembirakan terdengar melalui gelombang udara.
“Houston, Integrity, kami mendengarmu dengan jelas,” Wiseman mengirimkan pesan melalui radio ke Pusat Pengendalian Misi di Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston. Mereka menggunakan nama “Integrity” yang diberikan kru kepada pesawat ruang angkasa tersebut.
Astronaut Artemis II Jadi Manusia Pertama yang Melihat Seluruh Sisi Bulan
Setelah tim pemulihan NASA dan Angkatan Laut AS memeriksa area tersebut untuk mencari puing-puing dan bahan berbahaya lainnya, anggota kru Artemis II dibantu keluar dari kapsul satu per satu. Komandan misi tersebut, Wiseman, menjadi orang yang terakhir keluar.
Keempat astronaut itu diterbangkan dengan helikopter ke USS John P. Murtha. Setelah berada di atas kapal, mereka menjalani evaluasi medis pasca-misi. Lalu, para astronaut diperkirakan akan kembali ke darat dan terbang ke Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston, kata badan tersebut.
Kembalinya para astronaut menandai akhir dari misi 10 hari, ketika mereka terbang mengelilingi Bulan dan menjadi manusia pertama yang melihat seluruh sisi jauh planet tersebut dengan mata kepala sendiri.
Kru tersebut juga merupakan yang pertama diluncurkan lewat roket Space Launch System NASA dan kapsul Orion.
Saat mereka berputar mengelilingi Bulan, para astronaut mencetak rekor baru untuk jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi, yakni 252.756 mil.
Mereka melampaui rekor sebelumnya, yaitu 248.655 mil yang dicetak oleh awak Apollo 13 pada 1970 silam selama perjalanan pulang darurat mereka ke Bumi.
Baca juga:
Penemuan Baru Ungkap Penyebab Warna Planet Mars Merah, Berasal dari Air Dingin?
Selama penerbangan lintas bulan, anggota kru Artemis II mengabadikan foto-foto menakjubkan dari sisi jauh Bulan, termasuk fitur-fitur yang belum pernah terlihat sebelumnya di permukaan.
Foto tersebut menampilkan topografi yang terjal, kawah yang tak terhitung jumlahnya, punggung bukit, pegunungan, dan dataran lava kuno.
Sisi jauh Bulan juga selalu menghadap menjauh dari Bumi, bahkan sebagian besar misi Apollo pada 1960 dan 1970 tidak menghasilkan pemandangan sisi jauh karena jalur dan waktu penerbangan.
Para astronaut Artemis II mencatat pengamatan cekungan tumbukan yang terbentuk miliaran tahun lalu, ketika benda-benda besar menabrak permukaan Bulan. Lalu, mereka mempelajari fitur-fitur bergerigi di sepanjang garis terminator Bulan serta garis pemisah antara sisi yang diterangi dan sisi yang diselimuti kegelapan.
NASA menyebutkan, bahwa gambar-gambar ini akan membantu para ilmuwan memahami bagaimana Bulan terbentuk dan lanskapnya telah berubah dari waktu ke waktu.
Kapsul Orion Berhasil Mendarat dengan Sempurna
Menurut Direktur Penerbangan NASA, Rick Henfling, para astronot Artemis II telah menempuh jarak total 700.237 mil selama keseluruhan misi.
Ia menambahkan, bahwa kepulangan mereka ke Bumi hampir tepat sasaran. Kapsul Orion mendarat kurang dari satu mil sesuai lokasi pendaratan yang ditargetkan, kemudian mengikuti jalur penerbangan yang hampir sempurna.
“Sungguh hari yang luar biasa,” kata Henfling.
Keberhasilan berakhirnya misi Artemis II merupakan kabar baik bagi NASA. Hal itu mengingat kekhawatiran sebelumnya tentang perisai panas kapsul Orion, yakni lapisan perlindungan termal di bagian bawah pesawat ruang angkasa yang melindungi astronaut dari suhu ekstrem selama masuk kembali ke atmosfer.
Memasuki kembali atmosfer Bumi selalu menjadi bagian yang berbahaya dan berisiko dari penerbangan luar angkasa manusia. Sebab, kapsul yang menukik melalui atmosfer dapat terpapar suhu sekitar 5.000 derajat Fahrenheit.
Baca juga:
Misi Artemis II Jadikan Manusia Lakukan Perjalanan Terjauh dari Bumi
Namun, risikonya sangat tinggi untuk misi Artemis II karena perisai panas Orion memiliki cacat yang diketahui dalam desainnya.
Selama penerbangan uji Artemis I tanpa awak pada 2022, NASA menemukan bahwa sebagian material perisai panas retak selama masuk kembali, yang menyebabkan beberapa material hangus terlepas di beberapa lokasi.
Demi mengurangi risiko bagi para astronaut Artemis II, NASA memodifikasi jalur masuk kapsul agar turun lebih cepat dan mempersingkat waktu paparan terhadap suhu paling ekstrem.
NASA mengatakan, analisis lengkap akan dilakukan untuk menilai kinerja perisai panas dalam beberapa hari mendatang setelah kapsul Orion tiba di Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida, Amerika Serikat.

