MERAHPUTIH.COM — EMPAT astronaut dalam wahana antariksa Orion telah menyelesaikan misi mereka mengelilingi bulan. Misi Artemis II diperkirakan akan mendarat di laut (splashdown) di lepas pantai San Diego pada Jumat sekitar pukul 20.00 waktu AS atau Sabtu (11/4) pukul 07.00 WIB. Awak misi Artemis II mengatakan mereka memiliki jauh lebih banyak foto dan lebih banyak cerita untuk dibagikan kepada dunia saat mereka bersiap kembali ke bumi.
Pilot misi Victor Glover mengatakan kru sangat ingin membagikan apa yang mereka lihat kepada dunia. Itu merupakan pertama kalinya tim tersebut memberikan pernyataan setelah penerbangan bersejarah mengelilingi bulan yang membuat mereka melakukan perjalanan lebih jauh dari bumi ketimbang manusia mana pun sebelumnya.
“Kami harus kembali. Ada begitu banyak data yang sudah kalian lihat, tetapi semua hal penting ikut kembali bersama kami. Ada begitu banyak foto lagi, begitu banyak cerita lagi,” kata Glover, dikutip BBC.
Glover menyebut kru masih memiliki waktu sebelum mereka benar-benar dapat memproses semua pengalaman yang telah mereka lalui. “Aku akan memikirkan dan membicarakan semua hal ini sepanjang sisa hidupku,” ujarnya.
Baca juga:
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Wahana antariksa Orion dalam misi Artemis II memecahkan rekor perjalanan manusia pada Senin, melampaui rekor 400.000 km yang dipegang sejak 1970 oleh misi Apollo 13. Pesawat ruang angkasa tersebut memang tidak direncanakan mendarat di bulan, tapi terbang mengelilingi sisi jauh bulan, yaitu bagian yang tidak pernah terlihat dari bumi. Satelit sebelumnya telah memotret sisi jauh tersebut, tetapi para astronaut ini menjadi manusia pertama yang melihat langsung beberapa bagian permukaan sisi jauh bulan, termasuk kawah besar dan dataran lava yang luas.
Segera setelah penerbangan lintas tersebut, Presiden Donald Trump berbicara dengan tim Orion dan memberi selamat kepada mereka. “Hari ini kalian telah membuat sejarah dan membuat seluruh Amerika sangat bangga, sangat bangga,” katanya.
Dalam konferensi pers virtual terbaru di Johnson Space Center milik NASA di Houston, keempat astronaut kembali tampil dalam siaran langsung, dengan sebuah mikrofon yang melayang di antara mereka. Mereka secara bergantian menjawab pertanyaan dari para wartawan dengan jeda waktu yang cukup panjang.
Kru juga bercerita tentang 40 menit kesunyian mendalam ketika mereka kehilangan kontak dengan bumi. Komandan Reid Wiseman mengatakan kru memiliki banyak pekerjaan ilmiah yang harus dilakukan dan itu merupakan mungkin pengamatan bulan paling penting bagi tim geologi.
“Namun, kami berempat sempat mengambil momen sejenak, kami berbagi kue maple yang dibawa Jeremy, dan sekitar tiga atau empat menit kami benar-benar merenungkan di mana kami berada,” katanya.
Bagi Glover, hadiah terbesar dari misi ini yakni menyaksikan gerhana bulan dari luar sisi jauh bulan.
Sementara itu, bagi Wiseman, momen puncak terjadi ketika timnya menamai sebuah kawah di bulan dengan nama istrinya yang telah meninggal karena kanker pada 2020, Carroll.
“Saya pikir ketika Jeremy mengeja nama Carroll, saat itulah saya benar-benar diliputi emosi dan saya melihat Christina menangis. Secara pribadi, bagi saya itu adalah momen puncak dari misi ini,” kata Reid.
Sementara itu, Christina Koch mengaku akan merindukan hal-hal yang mereka lakukan dalam misi ini. “Kita tidak bisa menjelajah lebih jauh jika kita tidak melakukan beberapa hal yang tidak nyaman, jika kita tidak membuat beberapa pengorbanan, jika kita tidak mengambil beberapa risiko. Dan semua hal itu sepadan,” katanya.
Jelang kembali ke bumi, kru akan menghadapi beberapa hari yang lebih tenang dengan serangkaian pemeriksaan dan eksperimen sebelum menghadapi tahap terakhir: terjun panas melalui atmosfer dengan kecepatan hampir 25.000 mil per jam dan mendarat di Samudra Pasifik menggunakan parasut. Hal itu akan menguji pelindung panas kapsul serta sistem pemulihannya.(dwi)
Baca juga:
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II