Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 57 menit lalu
Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia

Ilustrasi (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Langit malam sepanjang Agustus 2026 diprediksi akan dimeriahkan oleh pertunjukan astronomi yang tidak boleh dilewatkan siapapun. Puncak hujan meteor Perseid diprediksi jadi salah satu yang paling spektakuler dalam beberapa tahun terakhir.

Momen tahun ini terasa makin spesial karena puncaknya bertepatan dengan fase bulan baru atau new moon. Tanpa pendar cahaya bulan, langit malam bakal jauh lebih gelap, membuat kilatan bintang jatuh terlihat lebih jelas bahkan cuma dengan mata telanjang.

Baca juga:

Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses

Jadwal Penting & Waktu Pengamatan di Indonesia

Merujuk pada data resmi dari International Meteor Organization (IMO) dan EarthSky, periode aktif hujan meteor Perseid berlangsung mulai 17 Juli hingga 24 Agustus 2026.

Berikut rincian waktu penting yang wajib dicatat:

  • Puncak Pertunjukan: Malam 12 Agustus sampai dini hari 13 Agustus 2026.

  • Waktu Terbaik di Indonesia: Pukul 01.00 – 04.30 waktu setempat (WIB/WITA/WIT) menjelang subuh.

  • Arah Pandang: Ufuk timur laut, tepat saat rasi bintang Perseus mulai naik lebih tinggi di garis horison.

Mengenal Hujan Meteor Perseid dan Asal-Usulnya

Hujan meteor Perseid merupakan agenda tahunan saat Bumi melintasi tumpukan debu, es, dan batuan sisa peninggalan Komet 109P/Swift-Tuttle.

Menurut laporan The Planetary Society dan Space.com, komet raksasa berdiameter 26 kilometer ini mengelilingi Matahari setiap 133 tahun sekali.

Penyebab Kilatan Cahaya

Material Debu/Batuan Komet ➔ Masuk Atmosfer Bumi (Kecepatan ~59 km/detik) ➔ Gesekan Udara ➔ Terbakar & Menyala (Bintang Jatuh)

Nama Perseid sendiri diambil karena titik asal munculnya kilatan meteor (radiant) seolah-olah memancar dari rasi bintang Perseus.

Dalam catatan sejarah dan tradisi Barat, fenomena ini juga kerap dijuluki sebagai "Tears of St. Lawrence" atau Air Mata Santo Laurensius.

Baca juga:

Prabowo Serahkan 6 Rafale dan Rudal Meteor ke TNI, Kekuatan Udara RI Bertambah

Apakah Bisa Diamati Langsung dari Indonesia?

Bisa. Meskipun titik pancar rasi Perseus berada di langit Belahan Bumi Utara, wilayah Indonesia tetap mendapatkan porsi tampilan yang ciamik.

Selama kondisi cuaca cerah, minim polusi cahaya, dan pandangan ke arah timur laut tidak terhalang gedung atau pepohonan tinggi, pertunjukan alam ini bisa dinikmati secara maksimal.

#Meteor #Meteor Jatuh #Jatuhnya Meteor #Bencana Hidrometeorologi #Antariksa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia
Momen tahun ini terasa makin spesial karena puncaknya bertepatan dengan fase bulan baru
Angga Yudha Pratama - 57 menit lalu
Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia
Indonesia
Sejumlah Wilayah di Sumatera Utara Akan Diguyur Hujan Lebat hingga 16 April, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor di Sumatera Utara, tidak lepas dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang akan turun hingga Kamis (16/4).
Frengky Aruan - Rabu, 15 April 2026
Sejumlah Wilayah di Sumatera Utara Akan Diguyur Hujan Lebat hingga 16 April, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi
Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Indonesia
Objek ‘Mirip’ Meteor di Langit Banten Ternyata Pecahan Roket, BRIN Tegaskan tak Berbahaya hanya Sampah Antariksa
Objek tersebut merupakan sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.
Dwi Astarini - Senin, 06 April 2026
Objek ‘Mirip’ Meteor di Langit Banten Ternyata Pecahan Roket, BRIN Tegaskan tak Berbahaya hanya Sampah Antariksa
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Indonesia
Sejumlah Provinsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat Lebaran 2026, Lapor BNPB
BNPB melaporkan sejumlah provinsi menghadapi bencana hidrometeorologi pada 21-22 Maret 2026 atau saat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Frengky Aruan - Senin, 23 Maret 2026
Sejumlah Provinsi Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat Lebaran 2026, Lapor BNPB
Indonesia
Maluku Barat Daya Digoyang Gempa Beruntun Magnitudo 5, BMKG Sebut Aman Tsunami
Hampir bersamaan, gempa kedua dengan kekuatan sedikit lebih besar, yakni magnitudo 5,1, terjadi di kawasan Laut Banda pada koordinat 7,82 LS dan 127,75 BT dengan kedalaman 102 kilometer
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Maret 2026
Maluku Barat Daya Digoyang Gempa Beruntun Magnitudo 5, BMKG Sebut Aman Tsunami
Indonesia
PDIP Desak Pemerintah Kuasai Teknologi Prediksi Bencana Secara Akurat untuk Cegah Korban Jiwa
Sejalan dengan visi partai, PDIP terus mengusung agenda Politik Ekologi melalui gerakan 'Merawat Pertiwi' yang fokus pada penjagaan hutan, sungai, dan disiplin tata ruang
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
PDIP Desak Pemerintah Kuasai Teknologi Prediksi Bencana Secara Akurat untuk Cegah Korban Jiwa
Indonesia
Pemerintah Diharap Terbitkan Regulasi Khusus Pengelolaan SDA Sebelum Cuaca Makin Brutal
Kolaborasi nyata menjadi kunci utama agar potensi bencana dapat diredam sejak dini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Februari 2026
Pemerintah Diharap Terbitkan Regulasi Khusus Pengelolaan SDA Sebelum Cuaca Makin Brutal
Indonesia
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
Petugas memberikan pemeriksaan rutin, suplai obat-obatan, serta edukasi kebersihan lingkungan meskipun fasilitas sanitasi masih terbatas
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
Bagikan