Merahputih.com - Wilayah Maluku Barat Daya dan Laut Banda diguncang gempa bumi beruntun berkekuatan magnitudo 5,0 dan 5,1 pada Selasa (3/3) dini hari pukul 00.40 WIB. Gempa dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di bawah laut.
Meskipun getaran terasa cukup kuat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Baca juga:
Korban Tewas Gempa Pacitan, Syok Meninggal meski Lolos dari Reruntuhan
Detail Lokasi dan Kekuatan Gempa
Berdasarkan data resmi BMKG, titik episenter gempa pertama terletak pada koordinat 7,76 Lintang Selatan (LS) dan 127,77 Bujur Timur (BT). Lokasi ini berada di laut, tepatnya 43 kilometer arah Barat Laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman mencapai 91 kilometer.
Hampir bersamaan, gempa kedua dengan kekuatan sedikit lebih besar, yakni magnitudo 5,1, terjadi di kawasan Laut Banda pada koordinat 7,82 LS dan 127,75 BT dengan kedalaman 102 kilometer.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kedalaman gempa yang mencapai lebih dari 90 kilometer menjadi salah satu alasan mengapa guncangan ini tidak membangkitkan gelombang laut yang berbahaya.
Baca juga:
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangan resminya melalui laman resmi pada Selasa pagi.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa alam tersebut. Warga di pesisir Maluku Barat Daya pun tetap dapat beraktivitas seperti biasa namun tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan.