MerahPutih.com - Ancaman polarisasi berpotensi terjadi saat gelaran Pemilu 2024. Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Jazuli Juwaini meminta semua pihak untuk tidak membawa idiom-idiom yang bisa memicu masyarakat pada polarisasi politik seperti yang sudah terjadi.
Ia menilai, semua pihak jangan memulai polarisasi dengan sebutan atau idiom yang provokatif.
Baca Juga:
"Dulu sebutan kadrun juga disematkan pihak lain, terutama para buzzer politik, sehingga menimbulkan polarisasi yang sangat merugikan bangsa ini,” tegas Jazuli kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/10).
Anggota Komisi I DPR ini mengimbau masyarakat untuk menjadi warga bangsa yang dewasa dalam berkontestasi politik. Elit politik diminta memberi contoh baik sehingga membawa perdebatan yang produktif dalam berdemokrasi. Ia menuturkan, perbedaan pilihan dalam demokrasi itu biasa saja. Apalagi, dalam masyarakat majemuk.
Baca Juga:
"Maka harus disikapi secara dewasa jangan munculkan narasi yang pecah belah karena kita sudah sepakat menghargai Kebhinekaan,” ujarnya.
Jazuli mengajak masyarakat mengisi kontestasi politik dengan gagasan yang mencerdaskan bangsa.
"Tunjukkan kualitas dan kapabilitas, narasi positif dan prestasi, sehingga demokrasi kita makin bernas dan cerdas. Jangan ditarik-tarik pada polarisasi yang memecah belah bangsa,” tutup Anggota DPR RI dari Dapil Banten II ini. (Knu)
Baca Juga: