Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah

Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Handi Risza/ dok PKS

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KETUA Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Handi Risza meminta kepemimpinan baru Bank Indonesia (BI) mengembalikan fungsi bank sentral sesuai mandat undang-undang, yakni menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar rupiah.


Menurutnya, BI tidak seharusnya memikul peran yang berada di luar tugas utamanya. Handi mengatakan mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar bank sentral tidak dijadikan instrumen untuk menopang pembiayaan defisit anggaran negara.


“Bank Indonesia harus kembali menjalankan fungsi utamanya sesuai amanat undang-undang, yaitu menjaga stabilitas nilai rupiah. Independensi bank sentral perlu dijaga agar kebijakan yang diambil tetap kredibel,” kata Handi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/7).


Ia juga menyoroti tantangan ekonomi global yang dinilai semakin berat, mulai dari arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat hingga meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan internasional. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut BI mampu merumuskan kebijakan moneter yang cepat beradaptasi tanpa kehilangan arah kebijakan nasional.

Baca juga:

Pekerjaan Rumah Gubernur BI Baru Pengganti Perry Warjiyo

Di sisi lain, Handi mendorong pemerintah menjaga disiplin fiskal sehingga tercipta sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, kombinasi kebijakan yang saling mendukung akan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

PKS juga mengusulkan agar BI memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE), termasuk devisa dari sektor sumber daya alam.
Optimalisasi instrumen penempatan DHE dinilai dapat memperkuat cadangan devisa dan menopang stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

Handi menegaskan menjaga kekuatan rupiah tidak cukup hanya melalui intervensi di pasar valuta asing. Dibutuhkan langkah terpadu antara pemerintah dan BI agar devisa hasil ekspor tetap berada dalam sistem keuangan nasional sehingga mampu memperkuat fondasi perekonomian Indonesia.(knu)

Baca juga:

DPR Tunggu Nama Pengganti Gubernur BI Perry Warjiyo Buat Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan


#PKS #Bank Indonesia #Perry Warjiyo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Mengenai kemungkinan nama Destry Damayanti yang akan diajukan menjadi Gubernur BI definitif, Prasetyo menegaskan keputusan itu hanya Presiden yang tahu.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Indonesia
BI Perkuat Likuiditas Perbankan, Terbitkan SBRI Buat Gaet Aliran Modal Asing
BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
BI Perkuat Likuiditas Perbankan, Terbitkan SBRI Buat Gaet Aliran Modal Asing
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Bank Indonesia menerbitkan uang kertas pecahan Rp 5 Juta bergambar Soekarno. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Indonesia
KPK Bantah Isu Perry Warjiyo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR BI
KPK membantah isu yang menyebut eks Gubernur BI Perry Warjiyo menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
KPK Bantah Isu Perry Warjiyo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR BI
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.083 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Pelemahan dipengaruhi transisi kepemimpinan BI dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Indonesia
DPR Ingatkan Transisi Kepemimpinan di BI Tidak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan
Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Ingatkan Transisi Kepemimpinan di BI Tidak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan
Indonesia
Pekerjaan Rumah Gubernur BI Baru Pengganti Perry Warjiyo
Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry dan akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Pekerjaan Rumah Gubernur BI Baru Pengganti Perry Warjiyo
Indonesia
KPK Buka Peluang Periksa Perry Warjiyo terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR BI dan OJK
KPK membuka peluang untuk memeriksa eks Gubernur BI, Perry Warjiyo. Hal itu terkait kasus dugaan korupsi CSR BSI dan OJK.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
KPK Buka Peluang Periksa Perry Warjiyo terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR BI dan OJK
Bagikan