Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemkot Solo Temukan Klaster Warung Makan Soto, COVID-19 Solo Tembus 825 Orang

Andika Pratama - Rabu, 14 Oktober 2020

MerahPutih.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Solo menemukan adanya klaster penularan corona di warung makan soto. Jumlah pasien Corona yang terpapar di klaster ini sebanyak lima orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, klaster warung makan soto ini bermula saat tiga pembeli satu keluarga positif makan dan menulari pemilik warung makan. Keluarga ini awalnya ingin melakukan pemeriksaan swab mandiri ke salah satu laboratorium di Solo setelah hasil rapid test menunjukkan reaktif pada 2 Oktober 2020.

"Sebelum melakukan pemeriksaan swab mampir sarapan di warung soto di Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Solo. Ketiga orang ini adalah bapak, ibu dan anak," kata Ning sapaan akrabnya, Rabu (14/10).

Baca Juga

Tunggu Vaksin COVID-19, Pemerintah Gencar Lakukan Pengetesan dan Pelacakan

Ia menjelaskan hasil tes swab ketiga keluarga ini pada tanggal 4 Oktober positif. Kemudian dilakukan tracking pemilik warung makan juga positif pada tanggal 10 Oktober. Satu dari tiga keluarga ini dibawa ke RSUD dr Moewardi karena timbul gejala sakit.

"Sementara dua karyawan warung Soto telah dilakukan tes swab hasilnya belum keluar. Warung makan soto kita tutup," katanya.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah melakukan tracking klaster warung makan soto, Rabu (14/10). (MP/DKK Solo)
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah melakukan tracking klaster warung makan soto, Rabu (14/10). (MP/DKK Solo)

Ia mengimbau pada siapapun yang pernah mampir makan di warung Soto mulai 1-8 Oktober 2020, untuk menghubungi kantor kelurahan Kepatihan Kulon atau Puskesmas Purwodiningratan untuk kepentingan tracking. Kepala keluarga dari pasien klaster warung makan ini punya riwayat bepergian dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Bahkan, merupakan seorang goweser.

"Siapapun yang pernah makan di warung soto tersebut masuk dalam kontak tracing. Kami minta penuh kesadaran diri untuk melaporkan ke kelurahan maupun puskesmas.

Ia nenambahkan berdasarkan data perkembangan COVID-19 di Solo pada tanggal 14 Oktober terdapat penambahan 11 kasus. Jumlah total ada 825 orang positif Covid-19 di Solo.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 614 orang sembuh, 121 orang isolasi mandiri, 60 orang dirawat inap dan 30 orang meninggal dunia," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Distribusi dan Vaksinasi COVID-19 Butuh Waktu Lama

Baca Artikel Asli