MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengirimkan sebanyak 91 sampel pasien COVID-19 untuk diuji Whole Genome Sequencing (WGS) ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang.
Dari hasil tersebut sebanyak 11 orang positif Omicron dan jalani isolasi di sejumlah rumah sakit di Kota Solo.
Baca Juga
Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, pihaknya telah mengirimkan total 91 sampel pasien COVID-19 untuk diuji WGS ke Balai Laboratorium Kesehatan Semarang. Hasil tes WGS keluar pada Minggu (30/1) malam menunjukkan 11 orang pasien probable Omicron.
"Kita periksakan tes WGS 91 pasien. Ada menunjukkan probable Omicron 11 orang pasien probable Omicron," kata Ning sapaan akrabnya di Balai Kota Solo, Senin (31/1).
Ning mengatakan tiga dari 11 pasien probable Omicron itu tercatat sebagai warga Solo. Sementara itu, sisanya tercatat sebagai warga luar Solo yang dirujuk ke sejumlah RS di Solo.
"Pasien probable Omicron yang KTP Solo hanya tiga orang. Sedangkan delapan orang tercatat warga luat Solo yang dirujuk ke RS Solo," tegas dia.
Baca Juga
Dikatakannya sebanyak 91 sampel COVID-19 untuk diuji WGS tersebut berasal dari data pasien dari empat rumah sakit di Solo. Rumah sakit tersebut adalah RS Kasih Ibu, RS dr Oen Kandangsapi, RSUD Bung Karno, dan RSUD Moewardi
"Sebenarnya ada juga data pasien dari RS luar Kota Solo yang dimasukkan ke dalam data DKK Solo untuk uji WGS. Kami tidak masalah," katanya
Disinggung terkait riwayat perjalanan 11 pasien probable Omicron, Ning mengaku sedang melakukan penelusuran. Namun demikian, melihat data Omicron nasional penularan sekarang bisa dari lokal.
"Yang datang dari luar negeri tidak dikarantina akhirnya sudah menyebar. Awalnya pintu masuk omicron dari luar negeri, sekarang bisa dari lokal. Kita tingkatkan kewaspadaan," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Cegah Omicron, 8 Taman Kota di Surabaya Ditutup Setiap Akhir Pekan