[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan

Foto : Dok Turn Back Hoaks (Mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BEREDAR informasi di media sosial yang menyebut seorang bayi di Bekasi mengalami radang otak. Disebutkan, bayi tersebut mengalami radang otak karena petugas kesehatan salah menyuntikkan vaksin.

Informasi itu beredar dari akun Facebook 'Anggini'.

NARASI



'Yang lagi Viral. Salah Suntik Vaksin, Bayi di Bekasi Alami Radang Otak! Jadwalnya suntik campak, tapi petugas malah menyuntikkan vaksin DPT hingga dua kali di kedua paha sang bayi. Bayi berusia 9 bulan di Bekasi ini langsung kejang-kejang hingga harus dirawat intensif di ruang PICU akibat mengalami ensefalitis

Saat ini, tim Komite Nasional PP KIPI dan Dinkes masih terus menyelidiki keterkaitan medis antara kesalahan prosedur tersebut dengan kondisi radang otak sang bayi. Mari kita kirimkan doa terbaik untuk kesembuhan sang bayi agar bisa segera pulih'.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Menteri Pigai Minta Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Koperasi Merah Putih


FAKTA


Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci 'vaksin sebabkan radang otak pada bayi' ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan Kompas.com berjudul Bayi di Bekasi Alami Kejang dan Radang Otak Usai Disuntik Vaksin di Puskesmas yang terbit pada Selasa (30/6).

Dalam pemberitaan tersebut diketahui seorang bayi berusia sembilan bulan di Kota Bekasi diduga mengalami radang otak setelah disuntik vaksin DPT dua kali di Puskesmas Bintara Jaya.

Orangtua bayi tersebut datang ke puskesmas pada Sabtu (13/6/2026) untuk memberikan vaksin campak sesuai anjuran dokter spesialis anak dan sudah menyampaikan tujuan tersebut sejak pendaftaran.

Namun, orangtua bayi mengaku sempat bertanya kepada petugas apakah suntikan yang diberikan benar dua kali di paha, dan bidan menjawab bahwa itu vaksin DPT.

Petugas beralasan anak tersebut belum menerima vaksin DPT dosis ketiga, padahal seluruh riwayat imunisasi sudah tercatat lengkap di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Kurang dari 24 jam setelah imunisasi, bayi tersebut mengalami kejang berkepanjangan selama lebih dari 30 menit dan harus dirawat di ruang PICU. Diagnosis medis keluar: peradangan pada otak.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengakui telah terjadi penyuntikan vaksin ganda, tapi menegaskan kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan hasil evaluasi bersama Tim Komisi Daerah Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jawa Barat menyimpulkan penyuntikan vaksin ganda terjadi akibat pencatatan riwayat imunisasi yang tidak lengkap.

Meski demikian, secara ilmiah pemberian vaksin ganda tidak menimbulkan efek samping berupa radang otak.

"Belum pernah ditemukan literatur yang menyatakan vaksin menyebabkan radang otak. Pasien mungkin sudah terpapar infeksi sebelumnya, tetapi belum terdeteksi. Vaksinasi hanya bertepatan dengan munculnya gejala penyakit itu," katanya.

Ia juga menegaskan tidak ditemukan bukti ilmiah yang menghubungkan penyuntikan vaksin dengan munculnya encephalitis maupun meningitis.



KESIMPULAN

Jadi unggahan berisi klaim 'vaksin sebabkan radang otak pada bayi' merupakan konten yang menyesatkan.(knu)

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial



##HOAKS/FAKTA #Vaksinasi #Vaksinasi Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Isi video terdapat cuplikan wawancara Mahfud MD yang membahas isi serta kelemahan RUU Perampasan Aset.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Bekukan DPR karena Tunda Pengesahan RUU Perampasan Aset
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Setelah disimak, tidak benar ada 18 gubernur yang memberontak ingin keluar dari NKRI.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : 18 Gubernur Berontak, Ancam Keluar NKRI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Beredar informasi yang menyebut Kemendikbud akan melarang guru memiliki barang mewah. Cek Kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Beredar unggahan yang menyebut tarif parkir mobil di Jakarta kini menjadi Rp 60 ribu per jam. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Klasifikasi resmi World Bank sendiri menempatkan Indonesia di kelompok negara berpenghasilan menengah-atas, bukan negara paling miskin.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Narasi itu merujuk pada peristiwa yang terjadi hampir tiga bulan sebelumnya, yakni aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Malang pada Senin (15/6).
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Bagikan