Merahputih.com - Program vaksinasi human papillomavirus (HPV) di Indonesia mulai diperluas dengan menyasar siswa laki-laki melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan terhadap infeksi HPV sejak usia anak.
Baca juga:
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir. Infeksi HPV tertentu tidak hanya berkaitan dengan kanker serviks pada perempuan, tetapi juga dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker pada anus, penis, dan tenggorokan pada laki-laki maupun perempuan.
Pemberian vaksin sejak usia anak diharapkan dapat memberikan perlindungan sebelum seseorang terpapar HPV. WHO sendiri menyebut vaksin HPV aman dan efektif mencegah infeksi terhadap sejumlah tipe HPV penyebab penyakit.
3 alasan anak Laki-Laki perlu mendapat Vaksin HPV
1. Melindungi dari Penyakit Akibat HPV
Vaksin HPV dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berkaitan dengan virus tersebut, termasuk kutil kelamin dan beberapa jenis kanker.
Pada laki-laki, HPV diketahui berkaitan dengan kanker anus, penis, serta kanker orofaring atau bagian tenggorokan.
Dalam uji klinis pada laki-laki usia 16-26 tahun yang belum terpapar tipe HPV terkait vaksin, vaksin kuadrivalen menunjukkan efikasi sekitar 90 persen terhadap lesi genital eksternal yang disebabkan tipe HPV 6, 11, 16, dan 18. Untuk kutil kelamin, efikasinya tercatat sekitar 89 persen pada kelompok tersebut.
2. Mengurangi Risiko Menjadi Pembawa HPV
HPV dapat menginfeksi laki-laki maupun perempuan dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Karena itu, seseorang dapat membawa dan menularkan virus tanpa menyadarinya.
WHO mencatat infeksi HPV genital cukup umum pada laki-laki dan dapat berkontribusi terhadap penularan virus serta munculnya penyakit terkait HPV.
Vaksinasi sejak usia yang direkomendasikan membantu memberikan perlindungan sebelum seseorang terpapar virus.
3. Membantu Memperkuat Perlindungan Masyarakat
Pemberian vaksin kepada anak laki-laki juga dapat memperluas cakupan perlindungan terhadap HPV di masyarakat.
Sejumlah negara memasukkan laki-laki dalam program vaksinasi HPV karena langkah tersebut dapat memberikan perlindungan langsung kepada laki-laki sekaligus membantu mengurangi penularan HPV di masyarakat.
Vaksin HPV Diberikan Sejak Usia Anak
Vaksin HPV diberikan pada usia anak karena vaksin bekerja paling baik ketika diberikan sebelum seseorang terpapar HPV. WHO merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai bagian dari imunisasi pada usia remaja awal, dengan kelompok prioritas utama anak perempuan usia 9-14 tahun.
Rekomendasi dosis vaksin HPV berdasarkan usia. Jika pada anak laki-laki usia 9–15 tahun maka Vaksin HPV diberikan dalam 2 dosis dengan interval 6–12 bulan.
Perempuan dan laki-laki usia 16 sampai 45 tahun, maka Vaksin HPV diberikan dalam 3 dosis dengan interval 0, 1–2, dan 6 bulan.
Pemberian Vaksin HPV tetap dapat menimbulkan efek samping ringan pada sebagian orang. Seperti nyeri pada area suntikan. Lalu kemerahan atau pembengkakan di lokasi suntikan.
Kemudian mengalami demam ringan, sakit kepala dan lelah. (Tka)