Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma

ImanKImanK - Kamis, 20 Agustus 2026
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma

Ilustrasi vaksin. Foto Magnific

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Moderna cancer vaccine menunjukkan hasil positif dalam uji klinis tahap akhir untuk pasien melanoma atau kanker kulit.

Vaksin kanker terbaru berbasis teknologi mRNA yang dikembangkan Moderna bersama Merck tersebut berhasil memenuhi target utama dalam uji klinis fase 3.

Terapi bernama intismeran autogene itu diberikan bersama Keytruda (pembrolizumab), obat imunoterapi milik Merck.

Kombinasi tersebut secara signifikan memperpanjang waktu pasien bebas dari kekambuhan melanoma dibandingkan penggunaan Keytruda saja. Terapi juga menurunkan risiko kanker menyebar ke bagian tubuh lain.

Hasil ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan vaksin kanker personal. Namun, data lengkap penelitian belum dipublikasikan dan hasil yang diumumkan perusahaan masih menunggu pemaparan lebih lanjut dalam forum medis serta proses peninjauan independen.

Baca juga:

Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia

Apa Itu Moderna Cancer Vaccine?

Berbeda dari vaksin untuk mencegah infeksi seperti vaksin flu atau COVID-19, Moderna cancer vaccine merupakan terapi yang dirancang secara khusus untuk pasien kanker.

Teknologi ini memanfaatkan mRNA untuk mengajarkan sistem kekebalan tubuh mengenali mutasi tertentu pada sel kanker pasien.

Setiap tumor memiliki karakteristik genetik yang berbeda, sehingga vaksin dibuat berdasarkan profil tumor masing-masing pasien.

Untuk membuat vaksin tersebut, sampel tumor pasien dianalisis setelah operasi. Informasi mengenai mutasi tumor kemudian digunakan untuk merancang vaksin mRNA yang ditujukan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker yang masih mungkin tersisa.

Dengan pendekatan tersebut, sistem kekebalan tubuh diharapkan dapat mengenali dan menyerang sel kanker secara lebih spesifik.

Uji Klinis Libatkan Lebih dari 1.100 Pasien

Uji klinis fase 3 INTerpath-001 melibatkan 1.137 pasien dengan melanoma kulit stadium IIB hingga IV yang tumornya telah diangkat melalui operasi. Pasien tersebut memiliki risiko tinggi mengalami kekambuhan.

Baca juga:

Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan

Dalam penelitian, pasien mendapatkan kombinasi intismeran autogene dan Keytruda atau Keytruda saja.

Hasil sementara menunjukkan kombinasi vaksin personal dan imunoterapi memenuhi target utama berupa peningkatan recurrence-free survival (RFS) atau periode tanpa kekambuhan. Target penting lainnya, distant metastasis-free survival (DMFS), juga tercapai.

Dengan kata lain, pasien yang menerima kombinasi terapi memiliki waktu lebih panjang sebelum melanoma kembali dan menyebar ke organ lain dibandingkan pasien yang hanya menerima Keytruda.

Bukan Sekadar Vaksin Kanker Biasa

Ilustrasi
Ilustrasi kanker (Foto: Pexels/Leeloo The First)

Salah satu keunggulan pendekatan ini terletak pada sifatnya yang personal. Vaksin tidak dibuat dengan formula yang sama untuk seluruh pasien, melainkan disesuaikan dengan mutasi yang ditemukan pada tumor masing-masing pasien.

Pendekatan tersebut berbeda dari kemoterapi yang dapat menyerang sel sehat dan sel kanker sekaligus. Vaksin kanker personal justru bertujuan mengarahkan respons sistem kekebalan terhadap karakteristik tertentu yang terdapat pada sel tumor.

Intismeran autogene kemudian dipadukan dengan Keytruda. Obat tersebut bekerja dengan membantu sistem imun mempertahankan kemampuan untuk menyerang sel kanker.

Vaksin kanker moderna juga berpotensi untuk jenis kanker lain, keberhasilan pada melanoma menjadi penting karena Moderna dan Merck tidak hanya mengembangkan terapi tersebut untuk kanker kulit.

Keduanya juga menguji intismeran autogene pada non-small cell lung cancer (NSCLC). Pengembangan terapi serupa juga dilakukan untuk kanker kandung kemih dan ginjal, sementara penelitian pada beberapa jenis kanker lainnya masih berada pada tahap lebih awal.

Jika hasil dari berbagai penelitian tersebut kembali positif, teknologi mRNA berpotensi digunakan untuk mengembangkan terapi kanker yang lebih personal berdasarkan karakteristik tumor setiap pasien.

Baca juga:

Influenza Masih Mengancam, Ahli: Vaksin Trivalent Jadi Kunci Perlindungan

Apakah Moderna Cancer Vaccine Sudah Bisa Digunakan?

Belum. Hasil positif fase 3 merupakan langkah penting, tetapi belum berarti intismeran autogene sudah tersedia sebagai pengobatan kanker secara luas.

Moderna dan Merck masih perlu menyelesaikan proses penelitian dan menyampaikan data lengkap kepada regulator.

Perusahaan juga belum mengungkapkan seluruh hasil penelitian, termasuk data mengenai overall survival atau berapa lama pasien secara keseluruhan dapat bertahan hidup.

Karena itu, hasil terbaru ini sebaiknya dipandang sebagai perkembangan menjanjikan, bukan sebagai bukti bahwa vaksin tersebut sudah menjadi obat kanker yang tersedia bagi masyarakat.

Meski demikian, keberhasilan uji fase 3 memberikan dorongan besar bagi pengembangan vaksin kanker berbasis mRNA.

Jika hasil akhirnya konsisten, pendekatan ini dapat membuka jalan menuju pengobatan kanker yang semakin disesuaikan dengan kondisi biologis masing-masing pasien.

#Melanoma #Kanker Kulit #Vaksin Kanker Moderna #Moderna Cancer Vaccine #Kanker #Pengembangan Vaksin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Moderna cancer vaccine berbasis mRNA menunjukkan hasil positif dalam uji fase 3 untuk melanoma. Simak cara kerja dan peluangnya untuk kanker lain.
ImanK - Kamis, 20 Agustus 2026
Vaksin Kanker Moderna Tunjukkan Hasil Positif, Buka Harapan Baru Pengobatan Melanoma
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
ShowBiz
Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) sore. Ia meninggal usai berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019.
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Lifestyle
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
Penentuan terapi tidak lagi bersifat umum, tapi mempertimbangkan tipe kanker, stadium penyakit, hingga karakteristik genetiknya.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
ShowBiz
Kabar Duka Musik Rock, Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun
Vokalis 3 Doors Down, Brad Arnold, meninggal dunia di usia 47 tahun. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Februari 2026, usai berjuang melawan kanker.
Soffi Amira - Minggu, 08 Februari 2026
Kabar Duka Musik Rock, Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun
Indonesia
Penyanyi Raisa Berduka, Ibunda Meninggal Dunia Karena Penyakit Kanker
Jenazah Ria Mariaty disemayamkan di rumah duka yang berada di kawasan Cinere, Depok. Keluarga pun meminta doa dari semua pihak atas meninggalnya beliau.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 29 November 2025
Penyanyi Raisa Berduka, Ibunda Meninggal Dunia Karena Penyakit Kanker
Dunia
Joe Biden Terapi Radiasi & Hormon Lawan Kanker Prostat Agresif, Hasilnya Ada Harapan
Tubuh Biden disebutkan merespons positif terapi radiasi dan hormon yang dijalani.
Wisnu Cipto - Minggu, 12 Oktober 2025
Joe Biden Terapi Radiasi & Hormon Lawan Kanker Prostat Agresif, Hasilnya Ada Harapan
ShowBiz
Kate Middleton Kunjungi Taman Kesehatan, Curhat ke Pasien Kanker tentang Beratnya Masa Pemulihan
Pada September, ia mengumumkan telah menyelesaikan kemoterapi dan melakukan apa yang ia bisa untuk tetap bebas dari kanker.
Dwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Kate Middleton Kunjungi Taman Kesehatan, Curhat ke Pasien Kanker tentang Beratnya Masa Pemulihan
Dunia
Eks Presiden AS Joe Biden Didiagnosis Kanker Prostat, Agresif Menyebar ke Tulang
Kanker Joe Biden telah menyebar hingga ke tulang.
Wisnu Cipto - Senin, 19 Mei 2025
Eks Presiden AS Joe Biden Didiagnosis Kanker Prostat, Agresif Menyebar ke Tulang
Indonesia
Pasien Kanker Darah Tak Perlu ke Singapura, Kini Cangkok Sumsum Tulang Bisa di RS Kariadi Semarang
Angka survival rate para pasien yang sudah menjalani operasi cangkok sumsum tulang naik mencapai 50 persen.
Wisnu Cipto - Selasa, 15 April 2025
Pasien Kanker Darah Tak Perlu ke Singapura, Kini Cangkok Sumsum Tulang Bisa di RS Kariadi Semarang
Bagikan