Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru

Kanker paru-paru sudah memiliki banyak penanganan. (foto: dok/CanHope PCC)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DALAM 20 tahun terakhir, penanganan kanker paru-paru mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya terapi lebih banyak bertumpu pada kemoterapi, kini pendekatannya berkembang menjadi semakin personal. Penentuan terapi tidak lagi bersifat umum, tapi mempertimbangkan tipe kanker, stadium penyakit, hingga karakteristik genetiknya sehingga dokter dapat merancang pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan tiap individu.

Terobosan seperti imunoterapi dan terapi radiasi proton turut membawa dampak signifikan terhadap hasil pengobatan. Imunoterapi bekerja dengan mendorong sistem imun agar mampu mengenali serta menghancurkan sel kanker. Sementara itu, terapi proton memancarkan radiasi dengan tingkat ketepatan tinggi langsung ke area tumor sehingga risiko kerusakan jaringan sehat di sekitarnya dapat ditekan. Berkat inovasi ini, peluang hidup pasien meningkat sekaligus efek samping dapat diminimalkan. Kondisi tersebut memungkinkan banyak pasien, khususnya mereka yang masih berada di usia produktif, tetap menjalani rutinitas harian selama proses terapi berlangsung.

"Pengobatan yang terpersonalisasi memungkinkan kami memilih terapi yang lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi, khususnya bagi pasien di usia produktif yang harus menyeimbangkan pengobatan dengan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan," ucap Senior Consultant of Medical Oncologist dari Parkway Cancer Centre (PCC), Dr Tanujaa Rajasekaran.

Menjelang dua dekade kiprahnya, PCC tidak hanya menyoroti kemajuan dalam presisi terapi, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap pendekatan perawatan yang menyeluruh dan berfokus pada pasien. Setelah diagnosis kanker ditegakkan, pasien dan keluarga sering kali harus menghadapi beban emosional, tekanan psikologis, hingga persoalan praktis yang tidak ringan.

Baca juga:

Pasien Kanker Darah Tak Perlu ke Singapura, Kini Cangkok Sumsum Tulang Bisa di RS Kariadi Semarang


Melalui program dukungan kanker nirlaba, CanHOPE, PCC menghadirkan layanan konseling, pendampingan emosional, serta berbagai sumber daya bagi caregiver di sejumlah kota di Indonesia. "Selama bertahun-tahun, kami melihat bahwa ketahanan emosional dan dukungan pendamping pasien sama pentingnya dengan perawatan klinis. Komitmen kami yakni memastikan tidak ada pasien yang menghadapi kanker seorang diri," katanya.

Di tengah peningkatan kasus kanker paru pada kelompok usia produktif, PCC mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap faktor risiko yang terus berkembang serta tidak menunda konsultasi medis sejak dini.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia yang merasa dirinya tidak termasuk kelompok berisiko, keputusan untuk bertindak cepat dan tepat dapat menjadi langkah paling krusial demi menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus masa depan keluarga.(Far)

Baca juga:

Terapkan deh, 5 Lifestyle Masa Kini yang Bisa Cegah Kanker

#Kesehatan #Kanker Paru-Paru #Kanker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - 1 jam, 55 menit lalu
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan