Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya

Dwi AstariniDwi Astarini - 50 menit lalu
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya

Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya.(foto: dok Cureus)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEORANG pria secara tidak sengaja menelan sebuah earbud nirkabel saat sedang tidur di malam hari dalam sebuah insiden menakutkan. Pada akhirnya, pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.

Seperti dilansir The Korea Times, pria ini mengaktifkan fitur suara peringatan untuk melacak earbud-nya yang hilang. Ia lalu mendengar bunyi bip yang berasal dari dalam perutnya. Tanpa pikir panjang, ia bergegas pergi ke rumah sakit.

Kasus ini dilaporkan para dokter di All India Institute of Medical Sciences di Raebareli dan Government Medical College and Hospital di Chandigarh, India. Kasus ini bahkan diterbitkan dalam jurnal medis internasional, Cureus.

Berdasarkan laporan tersebut, pria berusia 33 tahun itu tertidur saat mendengarkan musik dan terbangun dengan sensasi seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya. Rasa tidak nyaman itu hilang setelah ia menelan ludah beberapa kali. Ia mengaku samar-samar mengingat telah menelan sesuatu.

Baca juga:

Jangan Salah Pilih, Ketahui Perbedaan TWS, Earphone, dan Earbuds



Ketika bangun di pagi hari, ia menyadari salah satu earbud-nya hilang. Ia lalu segera mengaktifkan fitur Find My Earbuds di ponsel pintarnya. Namun, ia terkejut saat mendengar suara bip justru terpancar dari dalam perutnya sendiri. Ia pun langsung bergegas ke unit gawat darurat. Pria tersebut tiba di UGD sekitar enam jam setelah diperkirakan menelan earbud tersebut. Ia tidak mengalami muntah maupun nyeri perut, serta tidak mengalami kesulitan saat menelan makanan. Hasil pemeriksaan rontgen (x-ray) memperlihatkan earbud dalam kondisi utuh berukuran 2,6 x 1,7 sentimeter berada di dalam lambungnya.

Karena earbud telah melewati kerongkongan (esofagus) dan pria tersebut tidak menunjukkan gejala yang parah, para dokter memutuskan untuk memantau kondisinya di rumah sakit. Pemeriksaan rontgen perut dilakukan setiap enam jam sekali untuk melacak pergerakan perangkat tersebut.

Earbud itu terlihat bergerak turun mengikuti saluran pencernaan seiring dengan gerakan usus. Namun, sekitar 24 jam setelah pria tersebut tiba di rumah sakit, benda itu berhenti bergerak di perut bagian kanan bawah. Rontgen yang dilakukan selama 24 jam berikutnya menunjukkan tidak ada perubahan posisi. Pria itu juga mulai merasakan ketidaknyamanan ringan pada perutnya.

Para dokter akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan earbud tersebut melalui prosedur kolonoskopi. Setelah memberikan obat pencahar pembersih usus dan obat penenang (sedatif), para dokter memasukkan endoskop. Earbud tersebut ditemukan di sekum (usus buntu/bagian awal usus besar). Dengan menggunakan alat jaring pengambil berukuran kecil, dokter berhasil mengamankan dan mengeluarkannya.

Pelindung luar earbud tersebut tetap utuh, dan tidak ditemukan adanya kerusakan pada dinding usus.Pria tersebut dipantau selama 24 jam setelah prosedur hingga akhirnya diperbolehkan pulang. Pemeriksaan lanjutan pada satu minggu dan satu bulan kemudian menunjukkan tidak adanya komplikasi.

Berbeda dengan benda asing biasa, earbud nirkabel mengandung baterai yang dapat diisi ulang. Jika pelindungnya rusak atau isi baterainya bocor, hal itu dapat melukai dinding saluran pencernaan. Pada kasus yang parah, komplikasi seperti perforasi (kebocoran/robeknya) lambung atau usus dapat terjadi.

Dalam makalah ilmiah mereka, para dokter menulis keputusan penanganan harus disesuaikan secara individual tergantung pada kondisi pasien, karakteristik perangkat, lokasinya di dalam tubuh, serta apakah hasil pemindaian berulang menunjukkan adanya pergerakan atau tidak.

Mereka menambahkan pengangkatan melalui kolonoskopi dapat dipertimbangkan ketika suatu perangkat tersangkut atau berhenti bergerak di dalam saluran pencernaan.(dwi)

Baca juga:

Terlalu Sering Gunakan Headphone, Earphone, dan Earbud Sebabkan Gangguan Pendengaran

#Berita Unik #Earbuds #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - 50 menit lalu
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan