Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri

Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri.(foto: pexels-thu-huynh-)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SATU wadah cocolan saus tomat atau sambal, tapi berbagai tangan menyiduk dari wadah yang sama. Terdengar familier kan? Mungkin kamu termasuk yang acap melakukannya bersama kawan atau keluarga. Tak sekadar saling cocol, kamu bahkan melakukan celupan ganda, yakni saat kamu mencocol saus, menggigit makanan, lalu mencocolnya kembali.

Hal biasa itu mungkin terlihat tidak berbahaya, terutama di antara teman dekat. Banyak yang berseloroh menyebut cara berbagi makanan seperti ini sebagai ‘ciuman tidak langsung’. Namun, ada penjelasan ilmiah di balik lelucon tersebut.


Bakteri Mulut Berpindah lewat Saus


Saat mencocol saus, kamu secara tidak sengaja berbagi bakteri. Mikroba dari mulut memang dapat berpindah ke dalam saus yang digunakan bersama ketika seseorang menggigit makanan lalu mencelupkannya kembali, dikenal sebagai ‘double dipping’ (mencelup dua kali).

Namun, berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?

Baca juga:

Nama Virus Nipah Ternyata Bukan dari Bahasa India, Tapi dari Sebuah Kampung di Tetangga Indonesia


Jawabannya, berdasarkan perbandingan santai dari temuan beberapa penelitian terpisah, yakni sekitar 800 ribu kali celupan.

Para peneliti di Clemson University, Amerika Serikat, meneliti seberapa banyak bakteri yang dapat berpindah ketika seseorang menggigit makanan kemudian mencelupkannya kembali ke dalam saus bersama. Temuan mereka telah diterbitkan dalam Journal of Food Safety.

Eksperimen tersebut mengonfirmasi bahwa bakteri dari mulut dapat masuk ke saus setelah tindakan double dipping. Para peneliti memperkirakan, dalam kondisi nyata ketika orang-orang berbagi makanan, satu kali celupan ganda dapat memindahkan sekitar 50 hingga 100 bakteri antarindividu. Angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan apa yang bisa terjadi saat berciuman.

Pada penelitian terpisah yang diterbitkan dalam jurnal Microbiome, disebutkan, ciuman intim selama 10 detik diperkiarakan dapat memindahkan rata-rata sekitar 80 juta bakteri antarpasangan.

Jika diasumsikan bahwa setiap kali celupan ganda memindahkan 100 bakteri, perhitungan sederhana menunjukkan dibutuhkan sekitar 800 ribu kali celupan ganda untuk memindahkan jumlah bakteri yang sama dengan ciuman berdurasi 10 detik. Perbandingan ini lebih ditujukan sebagai ilustrasi yang menarik daripada kesetaraan ilmiah secara langsung. Penelitian-penelitian tersebut mengamati kondisi yang berbeda, saat jenis bakteri, metode penularan, dan kondisi eksperimennya tidaklah sama.

Meski demikian, penelitian ini membuktikan bahwa sekadar mencelupkan kembali makanan yang telah digigit ke saus bersama dapat memindahkan bakteri mulut ke makanan yang kelak mungkin dimakan orang lain.



Berbagi Botol, Sumpit, dan Alat Makan Juga Serupa


Tak berbeda dengan mencocol, minum langsung dari botol yang sama juga dapat meninggalkan jumlah bakteri yang signifikan.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, 12 orang dewasa sehat meminum teh tawar langsung dari botol plastik. Sesaat setelahnya, para peneliti mendeteksi rata-rata sekitar 18.000 CFU/mL bakteri di sekitar mulut botol dan sekitar 8.000 CFU/mL pada sisa teh di dalamnya.

Sumpit, sendok, dan garpu yang telah dimasukkan ke mulut seseorang serupa halnya dapat menyerap bakteri mulut. Studi dari Clemson University menemukan bahwa sekitar 100.000 CFU bakteri dapat berpindah ke sendok atau sumpit setelah dimasukkan ke mulut. Para peneliti juga mengonfirmasi bahwa bakteri tersebut selanjutnya dapat berpindah dari peralatan makan yang telah digunakan ke makanan.

Namun, jumlah bakteri berpindah yang lebih besar tidak selalu berarti risiko kesehatan yang secara proporsional lebih tinggi.

Meski mencocol saus bersama atau menggunakan alat bergantian terbukti berpotensi menularkan bakteri, hal yang terpenting bukan sekadar berapa banyak mikroorganisme yang berpindah. Pertanyaan pentingnya ialah mikroorganisme jenis apa yang terlibat.

Jika seseorang menunjukkan gejala penyakit menular seperti flu atau pilek, sebaiknya hindari mencelupkan makanan dua kali ke saus bersama atau berbagi botol dan peralatan makan.(dwi)

Baca juga:

Vaksin Influenza Berikan Kekebalan Pada Infeksi Akibat Human Metapneumovirus

#Kesehatan #Virus #Influenza
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Kasus Influenza A di Kabupaten Tangerang Capai 30 Ribu Kasus
Angka itu merupakan temuan sepanjang periode Januari hingga September 2026.


Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kasus Influenza A di Kabupaten Tangerang Capai 30 Ribu Kasus
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Bagikan