Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!

Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Superflu bagi Warga di Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peringatan keras kepada seluruh orang tua untuk tidak menganggap remeh ancaman serangan virus influenza tipe A pada anak-anak, terutama jika sang buah hati mendadak diserang demam tinggi secara tiba-tiba yang disertai batuk hingga sesak napas akut.

Baca juga:

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Dinkes DKI: Bukan karena Influenza A

Ciri Gejala Khas Influenza Tipe A

Kepala Dinkes (Kadiskes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan jika anak sudah mulai mengalami batuk-batuk dengan gejala sesak napas dan demam harus cepat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) untuk mendapatkan perawatan maksimal

Menurut dia, gejala influenza tipe A kerap mengecoh orang tua karena pada tahap awal mirip dengan batuk pilek biasa, namun memiliki eskalasi keparahan yang jauh lebih merusak.

Gejala tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang lebih berat dibandingkan flu atau batuk pilek biasa,

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni dalam keterangannya di Tangerang, Jumat (2/10).

Baca juga:

DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan

Namun, Dinkes mengimbau agar orang tua tetap tenang sambil tetap ekstra peka terhadap perubahan kondisi fisik anak.

Khususnya, lanjut dia, jika muncul gejala penyerta seperti kondisi tubuh yang sangat lemah, serta adanya gangguan pencernaan, hingga batuk berat yang memicu sesak napas.

"Ini yang harus menjadi perhatian bagi kita dan umumnya terjadi pada anak-anak," imbuh dr Dini.

Skema Sistem Rujukan Faskes

Kadisken Tangerang itu mangkui penyakit Influenza Tipe A pada dasarnya dapat disembuhkan melalui perawatan simptomatis, istirahat cukup, serta asupan gizi yang optimal.

Namun, lanjut dia, jika faskes pertama tidak mampu meredakan demam tinggi pasien harus segera ditindaklanjuti dengan penanganan medis sesuai tingkat rujukan faskes.

"Namun, jika demam tinggi tidak dapat ditangani di rumah maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama, pasien perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas rujukan atau rumah sakit," tandas dr. Dini. (*)

#Influenza #Vaksin Influenza #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Bagikan