Kate Middleton Kunjungi Taman Kesehatan, Curhat ke Pasien Kanker tentang Beratnya Masa Pemulihan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Kate Middleton Kunjungi Taman Kesehatan, Curhat ke Pasien Kanker tentang Beratnya Masa Pemulihan

Kate Middleton. (Foto: Instagram/@Kate Middelton)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KATE Middleton membagikan kisahnya tentang masa-masa sangat sulit setelah menjalani kemoterapi dalam penampilan publik pertamanya sejak secara tak terduga membatalkan kehadirannya di Royal Ascot, dua minggu lalu.

Saat mengunjungi taman kesehatan di Rumah Sakit Colchester, Essex, Inggris, Rabu (3/7), sang putri berkata kepada para pasien bahwa ia seakan-akan memasang wajah berani, bersikap tabah selama pengobatan, pengobatan selesai, lalu rasanya seperti ‘saya bisa lanjut, kembali normal’.

“Namun kenyataannya, fase setelahnya sangat sulit, Anda mungkin tidak lagi dalam pengawasan tim medis, tapi Anda juga belum bisa berfungsi normal di rumah seperti dulu,” tambahnya, dikutip CNN.

Istana Kensington menyebut Kate mengunjungi taman rumah sakit di tenggara Inggris tersebut untuk merayakan kekuatan penyembuhan luar biasa dari alam. Dalam kunjungan tersebut, sang putri juga bertemu dengan pasien dan staf di Pusat Kesejahteraan Kanker rumah sakit tersebut untuk memahami bagaimana taman dalam lingkungan fasilitas kesehatan berperan penting dalam mendorong hasil kesehatan yang baik, mencegah kondisi kesehatan memburuk, dan mempercepat waktu pemulihan.

Kate, 43, telah menekankan pentingnya alam dalam perjalanannya menuju pemulihan selama setahun terakhir. “Selama setahun terakhir, alam telah menjadi tempat perlindungan bagi saya,” ujarnya dalam sebuah video yang diunggah di X untuk memperingati Pekan Kesadaran Kesehatan Mental pada Mei.

Baca juga:

Hadapi Masalah Kesehatan setelah Diagnosis Kanker, Kate Middleton Batal Hadir di Royal Ascot



Kate mengungkapkan diagnosis kankernya dan bahwa ia telah memulai kemoterapi pada Maret lalu. Selama menjalani perawatan, ia menarik diri dari kehidupan publik dan hanya tampil beberapa kali selama musim panas tahun lalu. Pada September, ia mengumumkan telah menyelesaikan kemoterapi dan melakukan apa yang ia bisa untuk tetap bebas dari kanker.

Meski tahun ini ia mulai kembali menjalani sejumlah kegiatan publik, sosok bangsawan yang populer ini dikabarkan masih berupaya mencari keseimbangan yang tepat dalam menjalani tugas-tugas publik setelah masa pengobatannya.

Sebelum mendadak membatalkan kehadirannya di Royal Ascot, Kate sempat menghadiri sejumlah agenda dalam beberapa pekan terakhir, termasuk dua acara besar dalam kalender kerajaan: parade Trooping the Colour di London dan upacara Order of the Garter di Windsor.

Ia kembali menjalankan tugas langsung pekan lalu saat bersama Pangeran William mengundang Melinda French Gates untuk sebuah pertemuan di Kastel Windsor. Menurut kantor berita PA Media dari Inggris, mereka diduga membahas pekerjaan filantropi masing-masing.

Kunjungan Kate ke Rumah Sakit Colchester pada Rabu juga bertepatan dengan penerimaan sumbangan 50 tanaman mawar Catherine’s Rose, jenis mawar khusus yang dinamai untuk menghormatinya oleh Royal Horticultural Society. Ia menanam beberapa mawar tersebut, yang jika dijual secara komersial, seluruh hasil penjualannya akan disumbangkan ke Royal Marsden Cancer Charity. Dana dari penjualan mawar tersebut akan digunakan untuk membantu yayasan amal tersebut membangun program khusus guna membantu para pasien kanker hidup dengan baik selama dan setelah pengobatan mereka.

Kate menjadi sangat terlibat dalam kegiatan amal tersebut sejak diagnosis kankernya. Pada Januari, Istana Kensington mengumumkan bahwa ia telah ditunjuk sebagai pelindung bersama The Royal Marsden NHS Foundation Trust, pusat spesialis kanker di Chelsea, London Barat, tempat ia menjalani pengobatan.(dwi)

Baca juga:

Kate Middleton Curhat soal Perjuangannya Melawan Kanker

#Kerajaan Inggris #Kate Middleton #Inggris #Kanker
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Olahraga
Jude Bellingham Pecahkan Rekor Pemain Termuda Eropa di Empat Turnamen Besar, Lewati Saka Hingga Cristiano Ronaldo
Catatan fantastis ini sekaligus menumbangkan rekor milik bintang Jerman, Jamal Musiala
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Jude Bellingham Pecahkan Rekor Pemain Termuda Eropa di Empat Turnamen Besar, Lewati Saka Hingga Cristiano Ronaldo
Olahraga
Superkomputer Prediksi Inggris Menang, Tapi Jangan Pernah Remehkan Krosia si Pembunuh Raksasa
Superkomputer Opta memprediksi Inggris menang tipis atas Kroasia di laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Harry Kane jadi sorotan, Kroasia tetap berbahaya dengan DNA turnamen.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Superkomputer Prediksi Inggris Menang, Tapi Jangan Pernah Remehkan Krosia si Pembunuh Raksasa
Olahraga
Prediksi Inggris vs Kroasia: Laga Pembuktian Siapa Raja di Grup L
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian awal bagi Inggris dan Kroasia untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai kandidat juara Grup L.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Prediksi Inggris vs Kroasia: Laga Pembuktian Siapa Raja di Grup L
Olahraga
Inggris vs Kroasia: Catatan Sejarah, Head to Head dan Prakiraan Formasi
Pertemuan terakhir kedua negara pada ajang Piala Dunia 2018 melahirkan laga klasik penuh drama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
Inggris vs Kroasia: Catatan Sejarah, Head to Head dan Prakiraan Formasi
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 15-18 Juni: Argentina, Prancis, Inggris hingga Portugal Siap Tampil
Jadwal Piala Dunia 2026 15, 16, 17, dan 18 Juni 2026 lengkap. Simak laga Argentina, Prancis, Inggris, Portugal, Spanyol hingga Belgia beserta jadwal siaran langsung
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 15-18 Juni: Argentina, Prancis, Inggris hingga Portugal Siap Tampil
Olahraga
Inggris vs Costa Rica: Prediksi Skor, Head to Head, dan Susunan Pemain Terbaru
Inggris menghadapi Costa Rica dalam laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor, head to head, dan susunan pemain terbaru.
ImanK - Rabu, 10 Juni 2026
Inggris vs Costa Rica: Prediksi Skor, Head to Head, dan Susunan Pemain Terbaru
Olahraga
Delapan Negara Penguasa Takhta Piala Dunia Sejak Kompetisi Pertama 1930
Koleksi trofi emas menjadi bukti sahih dominasi kekuatan sepak bola Amerika Latin dan Eropa Barat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
Delapan Negara Penguasa Takhta Piala Dunia Sejak Kompetisi Pertama 1930
Indonesia
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Pemerintah Inggris mengumumkan alokasi anggaran sebesar 115 juta pound sterling atau sekitar Rp 2,7 triliun untuk pengadaan peralatan pesawat nirawak.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
Inggris Kirim Kapal Perang, Penyapu Ranjau Tanpa Awak dan Jet Tempur ke Selat Hormuz
Dunia
Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi
Ancaman ini muncul tepat menjelang kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat pada pekan depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 April 2026
Inggris Berani Pajaki Perusahaan AS, Trump Siapkan Pembalasan Ekonomi
Dunia
Inggris Larang Penjualan Rokok kepada Orang Kelahiran 2008, Bikin Generasi Pertama tanpa Tembakau
Rancangan Undang-Undang Tembakau dan Vape bertujuan mencegah siapa pun yang lahir setelah 1 Januari 2009, yang kini berusia 17 tahun, untuk mulai merokok.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
 Inggris Larang Penjualan Rokok kepada Orang Kelahiran 2008, Bikin Generasi Pertama tanpa Tembakau
Bagikan