MerahPutih.com - Jumlah penderita positif virus corona jenis baru atau COVID-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah hingga menjadi 25 orang.
"Pada hari ini, kami telah menerima konfirmasi empat orang pasien dalam pengawasan (PDP) positif COVID-19 dari hasil pemeriksaan swab Laboratorium Biomedis RSUD NTB," kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Lalu Gita Ariadi di Mataram, Jumat (10/4), dikutip Antara.
Baca Juga:
COVID-19 Mewabah, Doni Monardo Ingatkan Pentingnya Disiplin Kolektif
Tambahan kasus positif COVID-19 di NTB itu, kata Sekda, setelah petugas kesehatan terus melakukan penelusuran kepada 1.200 orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.
"Dari hasil penelusuran tersebut telah dilakukan rapid test terhadap 700 orang, di mana terhadap hasil yang menunjukkan 'reaksi' diuji lebih lanjut melalui pemeriksaan swab pada laboratorium biomedis RSUD Provinsi NTB, sehingga terkonfirmasi empat orang PDP positif COVID-19," ujarnya.
Keempat PDP positif itu, kata dia, tiga di antaranya merupakan warga Kota Mataram dan satu orang lagi berasal dari Kabupaten Lombok Timur. Dari warga yang dinyatakan positif itu, pasien nomor 22 berinisial FES, perempuan berusia 35 tahun, warga Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit COVID-19, sedangkan riwayat kontak dengan pasien COVID-19 tidak pernah.
Selanjutnya, pasien nomor 23 berinisial Ny MP, perempuan berusia 51 tahun, warga Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien ini tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit COVID-19, namun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 18.
Kemudian, pasien nomor 24, berinisial Ny DC, perempuan berusia 19 tahun, juga warga Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien ini tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19, namun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 18.
"Ketiga pasien dirawat di ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik," ujar Gita yang juga Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 NTB ini.
Sementara itu, satu pasien positif COVID-19 di Lombok Timur yang merupakan nomor 25, berinisial MAS, laki-laki usia 14 tahun, warga Kecamatan Aikmel. Pasien ini tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit COVID-19, namun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 01 dan saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R Soedjono Selong dengan kondisi baik.
"Dengan adanya tambahan empat kasus terkonfirmasi Positif COVID-19 ini, maka jumlah pasien positif COVID-19 di NTB sampai hari ini, Jumat (10/4/2020) sebanyak 25 orang, dengan perincian dua sudah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing, dua meninggal dunia, 21 pasien positif masih dirawat dan dalam keadaan baik. Mereka hanya menunggu hasil tes negatif sebanyak dua kali, kemudian dapat dipulangkan," ucapnya.
Dengan fakta seperti itu, kata Gita, menunjukkan bahwa pasien positif COVID-19 bukan seorang pesakitan, tetapi dengan penanganan medis yang tepat dan sesuai, pasien tersebut dapat sembuh kembali.
Gita menjelaskan, saat ini jumlah PDP di NTB sebanyak 117 orang dengan perincian 42 PDP masih dalam pengawasan, 75 PDP selesai pengawasan/sembuh, dan sembilan orang PDP meninggal. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya 3.550 orang, terdiri dari 1.763 orang masih dalam pemantauan dan 1.787 orang selesai pemantauan.
Baca Juga:
Sementara, jumlah orang tanpa gejala (OTG), yaitu orang yang kontak dengan pasien positif COVID-19, namun tanpa gejala sebanyak 8.757 orang, terdiri dari 6.996 orang masih dalam pemantauan dan 1.761 orang selesai pemantauan. Sementara pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG), yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit COVID-19 sebanyak 17.690 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 11.318 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 6.371 orang.
Dia mengharapkan masyarakat untuk turut serta secara aktif mencegah penularan penyakit COVID-19 dengan cara disiplin melaksanakan jarak fisik, bekerja di rumah, beribadah di rumah, belajar di rumah, dan kegiatan-kegiatan produktif lainnya di rumah masing-masing.
"Jika terpaksa keluar rumah agar selalu menggunakan masker," katanya. (*)
Baca Juga: