Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemprov NTB Bantah Perempuan Malaysia yang Ngaku Ditelantarkan Suami Asal Lombok

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
Pemprov NTB Bantah Perempuan Malaysia yang Ngaku Ditelantarkan Suami Asal Lombok

Perempuan Malaysia mengaku ditelantarkan pria asal NTB.(foto: Instagram INews dan Facebook Shamsul Anuar Nasarah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MEDIA sosial tengah viral tentang kisah seorang perempuan asal Malaysia yang mengaku ditelantarkan suaminya yang asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perempuan paruh baya yang dinikahi pria NTB selama belasan tahun tersebut berinisial NAA. Dinarasikan, perempuan tersebut sampai dijemput pemerintah Malaysia karena suaminya tak mampu menafkahinya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memberikan penjelasan terkait dengan kabar itu. Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik menegaskan klaim NAA ditelantarkan tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.

Menurut Ahsanul Khalik, Pemprov NTB telah melakukan penelusuran ke Dusun Benjelo, Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, tempat Norida sempat tinggal bersama suaminya, Badi. Pemprov NTB telah mendapatkan keterangan dari Kepala Dusun Benjelo, Agus, serta Kepala Desa (Kades) Ubung, Mastaal.

Berdasarkan keterangan kadus dan kades setempat, NAA menikah dengan Badi di Thailand pada 2005. Badi merupakan warga Dusun Benjelo, Desa Ubung. Setelah menikah, NAA melahirkan anak pertama di Malaysia. Berselang dua tahun, NAA bersama suami dan anaknya kembali ke Lombok karena ayah Badi meninggal pada 2007.

Baca juga:

Penyiksaan TKW hingga Meninggal, Ini Langkah Menteri Perempuan Malaysia



Badi lantas memutuskan berangkat ke Sumatra untuk bekerja di perkebunan sawit. NAA kemudian melahirkan anak kedua di Sumatra pada 2008. Keluarga ini kemudian kembali menetap di Lombok sejak 2021, sedangkan Badi bekerja di bidang ekspedisi Lombok-Jawa. Anak-anak Norida mendapatkan pendidikan formal.

“Anak pertama menempuh pendidikan SMP di Sumatra dan melanjutkan SMA di SMA Negeri 2 Jonggat, sedangkan anak kedua menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Jonggat dan melanjutkan ke SMK Negeri 1 Jonggat," kata Aka dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip Rabu (18/2).

Anak pertama NAA, sempat diterima di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Mataram (Unram) pada 2024 dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi meskipun tidak melanjutkan kuliah akibat kondisi keluarga setelah perceraian. NAA dan suaminya resmi bercerai pada 24 Juni 2024, setelah diketahui Badi kawin lagi.

Namun, dalam proses perceraian tersebut, NAA menerima uang sebesar Rp 20 juta dari mantan suami untuk membantu pengurusan biaya kepulangan ke Malaysia.

"Berdasarkan data yang kami terima, sangat tidak tepat jika disebut ada penelantaran selama 18 tahun, apalagi setelah perceraian NAA juga menerima bantuan biaya kepulangan," tegas Aka.(knu)

Baca juga:

Bertarung Unjuk Kejantanan dan Uji Keberanian Lewat Seni Bela Diri Karaci Khas NTB



Foto :




#NTB #Malaysia #Penelantaran Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Mahathir Mohamad Rayakan Ultah ke-101, PM Anwar Bagikan Foto Bersama Saat Muda
Di hari ulang tahun ke-101, Mahathir menerima beragam ucapan selamat dari masyarakat Malaysia melalui media sosial.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 Juli 2026
Mahathir Mohamad Rayakan Ultah ke-101, PM Anwar Bagikan Foto Bersama Saat Muda
Indonesia
4 Nelayan Terobos Perairan Malaysia Dipulangkan ke Indonesia
KJRI Johor Bahru kemudian memfasilitasi penerbitan Check Out Memo (COM) dan Special Pass dari Jabatan Imigresen Malaysia sebagai persyaratan administrasi kepulangan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
4 Nelayan Terobos Perairan Malaysia Dipulangkan ke Indonesia
Indonesia
Tragis WNI Aceh dan Bayinya Dibunuh di Selangsor, Motifnya Diduga Utang-Piutang
WNI asal Aceh, Putri Hensy Aprilda (22), dan bayinya tewas dibunuh di Selangor, Malaysia. Kemlu RI menduga motif utang-piutang, KBRI Kuala Lumpur kawal proses hukum.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Tragis WNI Aceh dan Bayinya Dibunuh di Selangsor, Motifnya Diduga Utang-Piutang
Dunia
Malaysia Perpanjang Pencarian MH370 Setahun Lagi, Komit Beri Kepastian bagi Keluarga Korban
Kabinet Malaysia pada Jumat (26/6) menyetujui perpanjangan perjanjian ‘no-find, no-fee’ (tidak menemukan, tidak dibayar) dengan Ocean Infinity hingga 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
 Malaysia Perpanjang Pencarian MH370 Setahun Lagi, Komit Beri Kepastian bagi Keluarga Korban
ShowBiz
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Aghniny Haque memperluas karier ke Malaysia lewat film horor 'Khadam'. Ia beradu akting dengan Remy Ishak dan memerankan ibu penyandang disabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Indonesia
WNA Prancis Tuduh Kapolda NTB Beking Bisnis Narkoba, Pengadilan Buka Opsi Mediasi
Pengadilan Negeri Mataram membuka opsi mediasi dalam kasus WNA Prancis Ludovic Roche yang didakwa mencemarkan nama baik Kapolda NTB lewat unggahan video di media sosial.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
WNA Prancis Tuduh Kapolda NTB Beking Bisnis Narkoba, Pengadilan Buka Opsi Mediasi
Indonesia
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Pendaki Malaysia, Chye Connsynn (41), berhasil dievakuasi dari Gunung Rinjani menggunakan helikopter meski sempat terkendala kabut. Korban dibawa ke RS rujukan di Denpasar.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Indonesia
Jaksa Bilang Eks Kapolres Bima Terima Rp 150 Juta per 1 Kg Sabu, Polda: Kita Dalami, Itu Baru Omongan
Polda NTB mendalami dugaan aliran dana Rp150 juta per kilogram sabu yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota. Jaksa minta kasus dikembangkan ke tindak pidana pencucian uang.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Jaksa Bilang Eks Kapolres Bima Terima Rp 150 Juta per 1 Kg Sabu, Polda: Kita Dalami, Itu Baru Omongan
Indonesia
WNI Disekap dan Dianiaya di Tambang Timah Ilegal Malaysia, DPR Sebut Ada Indikasi TPPO
Anggota Komisi XIII DPR RI mengecam penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap WNI di tambang timah ilegal Malaysia. DPR menilai kasus ini terindikasi TPPO.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
WNI Disekap dan Dianiaya di Tambang Timah Ilegal Malaysia, DPR Sebut Ada Indikasi TPPO
Indonesia
Malaysia Tutup Operasi Pencarian 39 WNI Tenggelam: 23 Selamat, 16 Meninggal
MMEA Malaysia menemukan 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Perak. Sebanyak 23 selamat dan 16 meninggal dunia. Operasi pencarian resmi ditutup, jenazah diserahkan ke polisi.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Malaysia Tutup Operasi Pencarian 39 WNI Tenggelam: 23 Selamat, 16 Meninggal
Bagikan