Merahputih.com - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore menguat 82 poin atau 0,45 persen menjadi Rp17.986 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.068 per dolar AS.
Baca juga:
IHSG Sukses Melaju di Zona Hijau Bersama Bursa Saham Asia Sore Ini
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai rencana aksi pembuat kebijakan dalam memitigasi dampak cuaca ekstrem menjadi motor utama apresiasi mata uang lokal. Penguatan fundamental ekonomi dalam negeri berhasil menarik minat investasi portofolio.
Rencana pemerintah menjaga inflasi dan langkah pelaksanaan mitigasi dampak el-nino mendapat apresiasi positif pelaku pasar,
ungkap Rully dikutip Antara, Kamis (16/7).
Ketahanan Pangan Perkuat Otot Rupiah
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan kesiapan cadangan komoditas pokok strategis selain beras demi memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat menghadapi musim kemarau.
Langkah intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut menjaga ekspektasi inflasi tetap berada dalam koridor target Bank Indonesia sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.
Keberhasilan pengendalian harga barang pokok ini tecermin dari data inventaris logistik nasional terkini:
-
Cadangan Beras Bulog: Mencapai angka 5,2 juta ton per data operasional tanggal 8 Juli 2026.
-
Stok Jagung Pakan: Tersedia sebanyak 188 ribu ton guna penyaluran subsidi bagi peternak unggas.
-
Cadangan Minyak Goreng: Tersebar di gudang Bulog dan ID Food sebanyak 1,1 ribu kiloliter.
-
Stok Gula Konsumsi: Amankan volume sekitar 2,79 ribu ton pada lembaga pengelola pangan BUMN.
-
Persediaan Daging Ayam: Tersimpan stok sebesar 38 ton melalui jaringan distribusi ID Food.
-
Pangan Daerah Provinsi: Tercatat akumulasi total 7,34 ribu ton sampai akhir bulan Juni lalu.
-
Pangan Kabupaten/Kota: Tersebar total 13,15 ribu ton pada 323 wilayah administratif.
Dukungan Rating S&P dan Sentimen Global
Rully Nova menambahkan, pengelolaan stabilitas harga komoditas menjadi krusial di tengah ketidakpastian geopolitik global memicu lonjakan harga minyak dunia.
Pelaku pasar saat ini memilih sikap wait and see menjelang pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan depan.
“BI kemungkinan tetap menahan suku bunga acuan 5,75 persen dan menjalankan bauran kebijakan bukan bunga melalui lelang SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), intervensi valas, serta SUN (Surat Utang Negara) secara efektif,” ucap Rully.
Baca juga:
Menkeu Purbaya Minta Investor Borong Saham dan Lepas Dolar AS Usai Rating S&P Stabil
Kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia semakin tebal setelah lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level layak investasi (BBB) dengan prospek stabil.
Faktor eksternal berupa penurunan laju inflasi Amerika Serikat turut menekan indeks dolar AS, sehingga memberikan ruang penguatan bagi mata uang regional.
Kondisi tersebut membawa Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ikut bergerak naik menuju level Rp18.041 per dolar AS dibandingkan catatan hari sebelumnya sebesar Rp18.064 per dolar AS.

