MerahPutih.com - Nilai tukar rupiah pada Rabu ini masih bergerak melemah. Tercatat pelemahan 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp 17.944 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.907 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi berlanjutnya arus keluar dana asing di pasar saham. Investor asing mencatatkan net sell sebesar USD 58,20 juta, yang mendorong IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) turun 3,05 persen ke level 5.643.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 17.825 - Rp 17.950 per dolar AS.
Dari data juga menunjukan, sentimen global, ketidakpastian masih tinggi mengenai potensi kesepakatan damai di Timur Tengah. Sehingga, investor menantikan perkembangan lebih lanjut dari perundingan damai antara AS dan Iran di Doha, Qatar, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz.
Baca juga:
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Lalu lintas kapal tanker minyak juga terus pulih setelah kedua negara menghentikan aksi saling serang dalam beberapa waktu terakhir, sehingga memperkuat ekspektasi membaiknya pasokan energi global. Kondisi ini mendorong pasar mengurangi ekspektasi terhadap lebih dari satu kali kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini.
Proyeksi hawkish dari FOMC (Federal Open Market Committee), yang didukung oleh ketahanan pasar tenaga kerja AS serta inflasi inti yang masih persisten, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap berada pada level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.