MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo resmi mengajukan nama Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun Maret 2018 mendatang.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah menyerahkan surat pengajuan tersebut kepada Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Fadli Zon, Senin (4/12) pagi.
Berdasarkan catatan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang diakses merahputih.com dari laman acch.kpk.go.id, total harta kekayaan terakhir yang dilaporkan Hadi saat sedang menjabat Sekretaris Militer Presiden 24 Juni 2016 sebesar Rp 5.001.683.500 atau sebesar Rp 5 miliar serta 60 ribu Dollar Amerika Serikat.
Diketahui, sejak menjabat sebagai Sesmil Presiden Joko Widodo, pria yang pernah terkenal setelah membongkar kasus korupsi di Kemenhan tersebut belum pernah melapor kembali harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adapun harta yang dimiliki oleh Hadi terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Harta tidak bergerak yang dimiliki mantan Kadispen AU ini meliputi dua bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Malang, Jawa Tengah serta sebidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan.
Total harta tidak bergerak Hadi pada 2014 mencapai Rp 594.108.500. Sedangkan untuk harta bergerak, pejabat TNI AU bintang empat tersebut mencapai Rp 515.700.000 meliputi, mobil merek Toyota Kijang, Kijang Innova, Honda CR-V, dan motor jenis Honda.
Selain itu, Hadi juga memiliki harta berupa logam mulia yang diperoleh dari rentang tahun 2010 sampai 2016 dengan nilai harga ditaksir mencapai Rp 391,9 juta dan tabungan giro setara kas sebesar Rp 3,5 miliar, dan 60 Ribu Dollar Amerika Serikat.
Kemudian, pria lulusan Akademi Militer tahun 1986 ini tercatat tidak memiliki piutang serta harta di bidang perkebunan maupun pertanian. (Pon)