ANGKASA luar acap kali memiliki pertanyaan sederhana, tetapi sulit untuk dijawab. Salah satunya ialah menyangkut berapa ukuran lubang hitam (black hole). Lebih dari 100 tahun yang lalu, teori relativitas umum Albert Einstein mengejutkan dunia dengan konsep lubang hitam. Setelah bertahun-tahun kematian sang ilmuwan jenius, para astronom menemukan bahwa prediksinya benar. Mereka telah menemukan lubang hitam dengan tarikan gravitasi yang begitu kuat sehingga cahaya pun tidak dapat melarikan diri.
Menurut beberapa sumber, para astronom menggunakan Event Horizon Telescope untuk menangkap gambar pertama lubang hitam yang sulit untuk dilihat. Black hole muncul sebagai kekosongan gelap yang dikelilingi piringan materi bercahaya yang mengorbit. NASA mengatakan jarak lubang hitam ialah 55 juta tahun cahaya dan mengkategorikannya sebagai lubang hitam supermasif.
BACA JUGA:
Untuk menjawab pertanyaan berapa ukuran lubang hitam, ada dua pendekatan yang bisa digunakan. Pendekatan yang lebih filosofis mengungkapkan lubang hitam punya kekuatan yang sangat besar sehingga hal tersebut membengkokkan dan mendistorsi ruang dan waktu yang membuat pengukuran menjadi tidak mungkin. Namun, NASA mengambil pendekatan yang lebih praktis dengan mengukur rotasi, putaran, dan massa black hole untuk mengetahui ukurannya.
NASA juga membuat katalog lubang hitam dari kecil atau primordial hingga bintang dan supermasif. Mereka juga membedakan antara black hole yang berputar dan yang tidak berputar. Hal tersebut penting untuk memahami bagian black hole dan untuk mencapai akar masalah ukuran. Bagian tengah lubang hitam yang disebut dengan singularitas merupakan wilayah yang memiliki kepadatan tidak terbatas. Jadi seberapa besar Black Hole?
Teori relativitas umum mengatakan tidak ada batasan ukuran pada lubang hitam karena black hole bisa memiliki diameter sekecil atom atau miliaran mil. Black hole terkecil dikenal sebagai primordial, yang secara teoritis memiliki massa seukuran gunung yang dikompresi hingga seukuran atom.
Sementara itu, black hole bintang memiliki massa 20 kali ukuran matahari, tetapi terkondensasi dalam bola berdiameter 10 mil. Jenis terakhir yaitu lubang hitam supermasif memiliki massa lebih dari satu juta matahari yang terkompresi menjadi bola raksasa seperti tata surya.(frs)