Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa

Ilustrasi Laboratorium. (Foto: Cordlife)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tren penurunan minat calon mahasiswa terhadap program studi (prodi) sains pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2026 memicu kekhawatiran. Fenomena minimnya jumlah pendaftar dibandingkan kuota daya tampung dinilai dapat mengancam fondasi riset dan inovasi nasional di masa depan.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menilai kondisi tersebut merupakan alarm serius yang tidak boleh diabaikan pemerintah. Menurutnya, kelangkaan generasi ilmuwan dalam jangka panjang berpotensi membuat Indonesia terus bergantung pada teknologi dan produk impor dari luar negeri.

"Menurunnya minat calon mahasiswa terhadap program studi sains dibandingkan daya tampung yang tersedia tidak bisa dianggap sepele. Ini adalah alarm keras bagi masa depan daya saing bangsa. Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi, bukan produsen," ujar Habib Syarief di Jakarta, Rabu (1/7).

Ekosistem Industri Dinilai Belum Menarik

Habib menilai rendahnya minat generasi muda terhadap bidang sains tidak terlepas dari belum terbentuknya ekosistem industri yang mampu memberikan prospek karier yang menjanjikan.

Baca juga:

Banyak Calon Mahasiswa Baru yang tidak Daftar Ulang ke PTN, ini Alasannya

Menurutnya, profesi peneliti dan ilmuwan di Indonesia hingga kini masih minim penghargaan serta belum didukung peta jalan pengembangan karier maupun kepastian lapangan kerja, terutama di sektor manufaktur dan teknologi.

Pemerintah harus memastikan kurikulum sains lebih kontekstual, menarik, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Yang tidak kalah penting, lulusan sains harus memiliki peluang kerja yang nyata sehingga generasi muda melihat bahwa memilih sains adalah investasi masa depan,

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad.

DPR Desak Langkah Afirmasi

Habib Syarief mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi segera menyiapkan langkah afirmasi yang konkret untuk membangkitkan kembali minat terhadap program studi sains.

Baca juga:

Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri

Ia meminta pemerintah meningkatkan alokasi beasiswa khusus rumpun sains, memodernisasi fasilitas laboratorium mulai dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi, serta memperbesar anggaran riset nasional guna memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri.

"Kalau pemerintah ingin mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju, maka investasi terbesar harus dimulai dari membangun SDM sains. Jangan sampai kita kehilangan satu generasi ilmuwan karena mereka merasa bidang ini tidak menjanjikan," pungkasnya. (Pon)

#SNPMB #Sains #Perguruan Tinggi Negeri #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka, Didik 1.360 Siswa-siswi
Pembukaan 17 SNT tersebut sekaligus menandai dimulainya angkatan pertama program SNT untuk tahun ajaran 2026–2027.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka, Didik 1.360 Siswa-siswi
Indonesia
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Angkatan pertama SNT tersebar di 17 lokasi di berbagai wilayah. Tak hanya di Bogor, tapi juga meliputi Subulussalam, Aceh hingga Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Indonesia
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Evaluasi buku pelajaran memang diperlukan agar materi yang digunakan siswa tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Indonesia
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Prabowo Subianto menyoroti kualitas buku pelajaran. Pemerintah menyiapkan pembaruan buku ajar nasional, termasuk materi, tampilan, dan bahan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 Agustus 2026
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Indonesia
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Presiden menegaskan fondasi utama untuk menguasai sains dan teknologi yakni sistem pendidikan yang kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Indonesia
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Presiden Prabowo menjelaskan pemerintah mengundang universitas-universitas terbaik di dunia untuk bekerja sama dengan universitas di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Komisi X DPR Minta Anggaran Pendidikan Fokus Atasi Kekurangan Guru usai Putusan MK
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Esti Wijayati meminta anggaran pendidikan difokuskan untuk mengatasi kekurangan guru dan meningkatkan mutu pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
Komisi X DPR Minta Anggaran Pendidikan Fokus Atasi Kekurangan Guru usai Putusan MK
Indonesia
DPR Desak Putusan MK soal Anggaran MBG Segera Diterapkan pada APBN 2027
Komisi X DPR mendesak pemerintah mempercepat putusan MK soal anggaran MBG di APBN 2027.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
DPR Desak Putusan MK soal Anggaran MBG Segera Diterapkan pada APBN 2027
Indonesia
DPR Minta Jangan Benturkan Anggaran Pendidikan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati, pendidikan dan pemenuhan gizi anak merupakan dua kebijakan yang harus berjalan beriringan.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
DPR Minta Jangan Benturkan Anggaran Pendidikan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Bagikan