Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan

Koordinator JPPI Ubaid Matraji/ dok JPPI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - JARINGAN Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta pemerintah memastikan rencana evaluasi dan penetapan kembali buku pelajaran SD hingga SMA dilakukan secara terukur dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan evaluasi buku pelajaran memang diperlukan agar materi yang digunakan siswa tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran. Namun, menurutnya, pembaruan buku sebaiknya tidak menjadi satu-satunya fokus dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Buku perlu dievaluasi, tetapi peningkatan mutu pendidikan juga membutuhkan pembenahan kualitas guru, literasi, numerasi, fasilitas, dan proses belajar,” kata Ubaid di Jakarta, Senin (10/8).


JPPI mendorong pemerintah terlebih dahulu mengaudit buku yang saat ini digunakan. Langkah tersebut diperlukan untuk menentukan buku yang benar-benar perlu diganti, buku yang cukup direvisi, serta buku yang masih relevan untuk digunakan. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat menghindari pengadaan buku secara besar-besaran apabila perubahan yang diperlukan sebenarnya hanya pada bagian tertentu.

“Kalau hanya beberapa bagian yang perlu diperbaiki, tidak harus seluruh buku diganti,” ujarnya.

Baca juga:

Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional


JPPI juga menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan pendidikan. Pergantian pemerintahan maupun pejabat seharusnya tidak selalu membuat sistem pendidikan harus dimulai kembali dari awal. Menurut Ubaid, keberhasilan kebijakan pendidikan semestinya diukur dari peningkatan kemampuan siswa dalam membaca, berhitung, bernalar, dan berpikir kritis, bukan semata dari jumlah buku yang diterbitkan

Dalam proses penyusunan buku, JPPI mendorong pemerintah melibatkan berbagai pihak, mulai dari guru, akademisi, ahli mata pelajaran, ahli pedagogi, hingga kelompok yang memahami pendidikan inklusif dan perkembangan anak. Buku juga perlu diuji coba kepada guru dan siswa dari berbagai daerah sebelum diterapkan secara luas.

Evaluasi tidak hanya menyangkut kesesuaian dengan kurikulum, tetapi juga sejauh mana buku membantu siswa memahami materi dan mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, serta penalaran. JPPI turut meminta proses penyusunan dan pengadaan buku dilakukan secara transparan, termasuk terkait dengan anggaran, mekanisme penilaian, pencetakan, dan distribusinya.


“Hal yang terpenting, pembaruan buku harus menjadi bagian dari reformasi pembelajaran secara menyeluruh,” kata Ubaid.

JPPI berharap kebijakan pembenahan buku dapat memperkuat mutu pendidikan sekaligus menjaga kesinambungan kebijakan, sehingga setiap perubahan menghasilkan perbaikan yang nyata bagi siswa dan guru.(Knu)

Baca juga:

Ide Awal Boneka Young-hee di Squid Game yang Imut Tapi Mematikan, Ternyata Berasal dari Buku Pelajaran Jadul SD Korsel



#Pendidikan #Buku Pelajaran #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Evaluasi buku pelajaran memang diperlukan agar materi yang digunakan siswa tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Indonesia
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta PLN dan Pertamina memangkas anak perusahaannya.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Indonesia
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Gerindra mengklaim kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai oke.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Indonesia
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Prabowo Subianto menyoroti kualitas buku pelajaran. Pemerintah menyiapkan pembaruan buku ajar nasional, termasuk materi, tampilan, dan bahan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 Agustus 2026
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Indonesia
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Presiden menegaskan fondasi utama untuk menguasai sains dan teknologi yakni sistem pendidikan yang kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Indonesia
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Presiden Prabowo menjelaskan pemerintah mengundang universitas-universitas terbaik di dunia untuk bekerja sama dengan universitas di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Indonesia
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyinggung timnas Indonesia gagal ke Piala Dunia 2026. Ia membandingkannya dengan Cape Verde.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Indonesia
Jejak AI di Makalah Ilmiah Pengusung MBG Nominasi Nobel Perdamaian 2026
Makalah Nobel Peace Prize 2026 yang mengusung Program MBG diduga menggunakan AI. Publik menemukan jejak prompt AI dalam dokumen, sementara pemerintah menginvestigasi pencatutan nama Presiden Prabowo.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Jejak AI di Makalah Ilmiah Pengusung MBG Nominasi Nobel Perdamaian 2026
Indonesia
Kepala Bakom Investigasi Nama Prabowo Dicatut Jadi Penulis Makalah Usung MBG Masuk Nominasi Nobel
Pemerintah Indonesia investigasi dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam makalah Nobel Peace Prize 2026 terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kepala Bakom Investigasi Nama Prabowo Dicatut Jadi Penulis Makalah Usung MBG Masuk Nominasi Nobel
Indonesia
Bahlil Ungkap Instruksi Prabowo agar Harga BBM Subsidi Ditahan, Non-Subsidi Menyesuaikan Pasar
Bahlil menjelaskan bahwa dinamika pasar energi global menjadi perhatian utama pemerintah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 Agustus 2026
Bahlil Ungkap Instruksi Prabowo agar Harga BBM Subsidi Ditahan, Non-Subsidi Menyesuaikan Pasar
Bagikan