MERAHPUTIH.COM — PARA siswa di Prancis bergerak bersama memprotes kondisi pendidikan yang tak ideal. Namun, dalam aksi protes para siswa sekolah menengah, hampir 80 orang dikabarkan mengalami luka-luka. Demikian diungkap Menteri Pendidikan Nasional Prancis Edouard Geffray, Rabu (30/9).
"Hal yang membuat saya khawatir bukanlah para siswa sekolah menengah mengajukan yang tuntutan. Bagi saya, hal yang mengkhawatirkan yakni kekerasan. Sejak terjadi protes, 76 orang terluka, dan 18 di antaranya ialah pegawai lembaga pendidikan," kata Geffray di radio RTL.
Baca juga:
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dalam beberapa kasus, aksi protes berujung pada kerusuhan. Pada Selasa (29/9), serikat pelajar nasional Prancis menyebut sekitar 10 universitas dan lebih dari 400 sekolah menengah di seluruh Prancis diblokade.(*)
Baca juga: