Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA

Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA.(foto: Instagram @newsxworld_official)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — AKSI demonstrasi pelajar di Prancis berlanjut anarkistis. Para siswa SMA di Prancis menyalakan api di luar sekolah dan berhadapan dengan polisi pada Jumat (2/9). Gerakan protes yang telah memaksa penutupan dan mengganggu pendidikan di lebih dari 560 lembaga pendidikan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Gerakan para pelajar, yang dimulai minggu lalu di wilayah Paris dan menyebar dengan cepat ke seluruh negeri. Para siswa remaja di masa lycee di tahun-tahun terakhir persekolahan mereka memblokade akses ke bangunan sekolah dan bentrok dengan polisi. Lycee merupakan istilah SMA yang mempersiapkan siswa sebelum masuk perguruan tinggi.

Para siswa itu mengatakan jam sekolah mereka terlalu panjang, kondisi fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan ada terlalu banyak ketidakhadiran staf pengajar.

"Selama satu tahun penuh, kami tidak memiliki guru IPA. Kami juga tidak punya buku pelajaran. Meski begitu, kami masih termasuk yang beruntung. Kondisinya bahkan lebih buruk di pinggiran kota,” ujar Simon, seorang remaja berusia 15 tahun yang menolak memberikan nama belakangnya di luar SMA Turgot di pusat Kota Paris, dikutip BBC.

Pemerintah menyatakan keluhan tersebut sah, tetapi mengecam apa yang mereka gambarkan sebagai ‘kekerasan perkotaan’. Para siswa menuduh polisi menggunakan kekuatan secara berlebihan dan menyebabkan cedera karena secara rutin menembakkan tabung gas air mata untuk membubarkan protes.

Baca juga:

Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka



Di Paris, pada Jumat, kebakaran merusak pintu masuk dua SMA, Leonard de Vinci di selatan kota dan Gaston-Bachelard di tenggara. Petugas pemadam kebakaran dipanggil untuk memadamkan api.




'Disandera'




Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengatakan gerakan siswa SMA ini sedang ‘disandera’ kelompok-kelompok faksi ultrakejam. Kementeriannya menyatakan tidak lama setelah tengah hari bahwa kegiatan belajar-mengajar telah terganggu di lebih dari 560 SMA dari total 3.700 SMA di negara tersebut. Kementerian menyebut lebih daripada 1.000 lycee terdampak pada Kamis.

Banyak SMA juga berencana untuk melaksanakan kegiatan belajar secara daring, terutama di Kota Marseille yang berada di selatan. Setidaknya 65 anggota staf telah terluka, termasuk 40 kepala sekolah SMA, sejak dimulainya gerakan ini, ungkap Geffray kepada BFMTV. Sekitar 170 siswa mengalami luka-luka, sedangkan lebih dari 100 SMA mengalami kerusakan parah.

"Orangtua harus dengan tegas mengambil tindakan dan memberi tahu anak-anak mereka agar tidak ikut dalam aksi protes. Hal yang terpenting saat ini yakni memastikan anak-anak kita tidak berada di jalanan lagi karena mereka dalam bahaya tambahnya,” tambahnya.

Menteri Kehakiman Gerald Darmanin mengatakan ia telah meminta jaksa untuk menuntut pertanggungjawaban orangtua atas kerusakan yang disebabkan anak-anak mereka selama protes dan membayar biaya perbaikan.

Sejak dimulainya gerakan tersebut, sekitar 2.000 orang telah ditangkap pihak kepolisian. “Sembilan puluh persen di antaranya ialah anak di bawah umur," kata Darmanin kepada RTL.(dwi)

Baca juga:

Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan

#Aksi Protes #Prancis #Sekolah #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Indonesia
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan guru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Rencana kebijakan pendidikan gratis akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Indonesia
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Indonesia
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Pengamat sosial menyoroti soal biaya dan kualitas pendidikan. Hal itu terkait rencana kuliah gratis di PTN yang dicanangkan pemerintah.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Indonesia
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
program sekolah negeri gratis tetap dialokasikan menggunakan anggaran pendidikan yang sudah ditetapkan dalam RAPBN 2027 atau dengan kata lain tidak menggunakan anggaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027
Indonesia
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Indonesia
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Anggaran revitalisasi atau perbaikan gedung sekolah masih rawan disalahgunakan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Bagikan