MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH tengah membahas rencana pendidikan gratis mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi. Langkah ini sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Dengan demikian, semua anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa perlu memikirkan biaya.
"Pendidikan gratis menghilangkan biaya, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas agar setiap anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga," ucap Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam keterangannya, Senin (28/9).
Qodari menegaskan rencana kebijakan pendidikan gratis ini akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan. Saat ini, pemerintah mempercepat perbaikan sarana dan prasarana sekolah melalui program revitalisasi sekolah dan pembagian Papan Interaktif Digital (PID).
Selain itu, atas inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah juga memiliki berbagai jenis sekolah yang menyesuaikan kebutuhan anak-anak. Kini tersedia program Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
"Mendekatkan layanan pendidikan bermutu ke daerah melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi memperluas program afirmasi dan pendidikan bagi kelompok yang membutuhkan melalui Sekolah Rakyat, memperluas kesempatan bagi talenta unggul melalui Sekolah Unggul Garuda," tegasnya.
Baca juga:
44.000 Anak Keluarga Miskin Kembali Sekolah Gratis, Pemerintah Perluas Program ke 182 Sekolah
Pemerintah juga terus memperkuat kapasitas dan kesejahteraan guru. Qodari menyebut guru yang kompeten dan sejahtera juga menjadi salah satu alat ukur dalam mendukung keberhasilan pendidikan. "Seiring dengan kebijakan pendidikan gratis, dalam rapat kabinet terbatas, Presiden Prabowo juga kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru," kata dia.
Ia menyebut penguatan kompetensi, profesionalitas, dan kesejahteraan guru sama pentingnya dengan pembangunan fasilitas pendidikan. Presiden, kata Qodari, memiliki misi bahwa pendidikan harus menjadi investasi strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar berdaya saing global.
Komitmen pendidikan gratis, revitalisasi sarana-prasarana, penguatan guru, Sekolah Rakyat, serta berbagai program afirmasi pendidikan merupakan satu langkah transformasi yang bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal.
Qodari menyatakan dengan langkah transformasi bangsa yang jelas dan terukur, negara berkomitmen bahwa latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak.(Asp)
Baca juga:
Buat Pendidikan Gratis, Pemerintah Desain Ulang Anggaran Tahun 2027