34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 23 menit lalu
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan

34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan.(foto: Instagram @dailytimesnigeria)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEDIKITNYA 34 anak-anak dan seorang guru serta lebih dari 50 orang lainnya luka-luka dalam insiden atap sekolah roboh di Kota Peshawar, Pakistan Barat Laut, Kamis (15/10). Pihak berwenang dan seorang pejabat rumah sakit menyatakan kejadian ini sebagai insiden paling mematikan dari jenisnya di negara tersebut.

Seperti dilansir The Korea Times, juru bicara Rumah Sakit Lady Reading Mohammad Asim mengatakan anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun. Korban tertua berusia 14 tahun. Beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis. Rumah sakit menetapkan status darurat saat staf medis merawat para korban luka.

Beberapa jam setelah reruntuhan terjadi di Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, petugas penyelamat mengatakan semua orang yang terjebak di bawah reruntuhan telah dievakuasi dan tim sedang membersihkan puing-puing bangunan.

Mahwish Zaman, seorang guru yang terluka dan berbicara dari ranjang rumah sakit, mengatakan sekolah tiga lantai tersebut diperkirakan memiliki sekitar 1.200 siswa terdaftar dari tingkat TK hingga kelas lima. Seperti dikutip The Associated Press, ia mengaku sedang berada di dalam kelasnya ketika atap ambruk dan merasa seolah-olah langit telah runtuh. Ia baru sadar kembali saat sudah berada di rumah sakit.

Baca juga:

Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa



Gubernur Khyber Pakhtunkhwa, Faisal Karim Kundi, menyampaikan duka cita atas peristiwa ambruknya bangunan tersebut dan meminta laporan dari pihak berwenang terkait mengenai penyebabnya. Ia menginstruksikan para pejabat untuk memberikan perawatan medis terbaik bagi anak-anak yang terluka.

Menurut para saksi mata, warga sekitar termasuk yang pertama tiba di sekolah yang terletak di pemukiman padat di pusat kota Peshawar tersebut. Petugas penyelamat tiba dalam selang beberapa menit setelah menerima laporan. Seorang warga, Samiullah Khan, mengatakan ia bergegas ke sekolah setelah mengetahui kejadian tersebut dan membantu menyelamatkan tiga anak perempuan. Khan mengatakan putra kandungnya, yang bersekolah di sana, selamat karena sedang keluar kelas untuk minum air saat kejadian.

Warga lainnya, Mohammad Khan, menceritakan tim penyelamat dengan hati-hati menyingkirkan puing-puing untuk menjangkau anak-anak dan staf yang dikhawatirkan terjebak di bawah atap yang ambruk. Di luar area sekolah dan di Rumah Sakit Lady Reading milik pemerintah, para orangtua yang panik dan berduka berupaya mencari informasi tentang anak-anak mereka, tidak tahu apakah buah hati mereka selamat atau tidak.

Sekolah Akui Struktur Sekolah Lemah


Kepala Kepolisian Peshawar, Saeed Ahmed, menyatakan pemilik sekolah telah ditangkap. Ia menyebut struktur bangunan sekolah tersebut memang lemah. Pemerintah provinsi mengonfirmasi bahwa sekolah tersebut menempati bangunan tiga lantai dan sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab ambruknya atap.

Juru bicara pemerintah provinsi, Samar Haroon Bilour, menyampaikan pemerintah telah memerintahkan pihak rumah sakit untuk memberikan penanganan medis secepatnya kepada anak-anak yang terluka dan memuji para petugas penyelamat atas respons cepat mereka. Ia menegaskan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menyelamatkan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan.

Di Islamabad, Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan memberikan belasungkawa kepada keluarga korban dalam pernyataan terpisah.

"Seluruh bangsa turut merasakan duka yang mendalam bersama keluarga terdampak di masa-masa sulit ini," kata Zardari.

Ia juga mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh terhadap ambruknya bangunan tersebut dan menekankan pentingnya memastikan bangunan sekolah memenuhi standar keselamatan untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Pada Juli lalu, sebuah atap juga ambruk di pusat bimbel yang sedang dibangun di Lahore. Insiden itu menewaskan empat anak sekolah.

Insiden bangunan ambruk tergolong sering terjadi di Pakistan. Di negera itu, penegakan standar konstruksi kerap kali lemah. Banyak bangunan didirikan menggunakan bahan di bawah standar dan peraturan keselamatan sering diabaikan demi memangkas biaya.(dwi)

Baca juga:

Detik-Detik Tembok Sekolah Ambruk Timpa 4 Motor, Warga Kehilangan Mata Pencaharian dan Tempat Istirahat

#Pakistan #Pendidikan #Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - 1 jam, 23 menit lalu
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Dunia
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Sebanyak 30 orang, termasuk 29 siswa dan seorang guru, dilaporkan tewas setelah atap sebuah sekolah swasta ambruk di Pakistan.
Yusuf Abdillah - 1 jam, 39 menit lalu
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Masih bingung apa itu pendidikan kesetaraan dan Kejar Paket C? Temukan info lengkap soal syarat masuk, metode belajar, hingga cara resmi mendapat ijazah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Indonesia
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Atap SDN Cepoko 2 Sragen mendadak ambruk. Kejadian itu menimpa dua guru yang mengalami luka.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Indonesia
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
BGN menguji coba sistem prasmanan MBG di lebih dari 60 dapur SPPG. Siswa ikut piket menyajikan makanan hangat di kelas seperti di Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Indonesia
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan guru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Bagikan