Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka

Plafon ruang guru SDN Cepoko 2 di Sragen roboh. Foto: MerahPutih/Ismail

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Atap plafon ruang guru di SDN Cepoko 2, Dukuh Jaten, Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, roboh dan menimpa guru. Akibat kejadian tersebut, guru SDN Cepoko 2 mengalami luka-luka.

Kejadian berawal saat aktivitas belajar mengajar berlangsung normal. Sekitar pukul 07.00 WIB, beberapa guru yang berada di lokasi sempat mendengar suara retakan dari arah atap.

Baca juga:

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Saat Peresmian, KSAD Minta Maaf

Kronologi Atap Ruang Guru SDN Cepoko 2 Ambruk

Berdasarkan informasi, para guru mengira suara tersebut berasal dari gesekan atau tikus yang melintas di balik atap. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, para guru sempat mengamankan aset penting, seperti TV dan sejumlah perabotan dari dalam ruangan.

Material plafon berukuran 8 x 7 meter tersebut mendadak ambrol dan langsung menimpa para guru yang tengah beraktivitas di dalam ruangan.

Kemudian, dua orang guru menjadi korban. Fitriana mengalami luka ringan serta syok berat hingga nyaris pingsan. Lalu, Intan menderita luka lecet. Beruntung, cedera yang dialami para korban tidak tergolong parah.

Baca juga:

Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan

Kepala Desa Cepoko, Ngadiman mengatakan, bahwa dugaan sementara ambruknya atap disebabkan oleh pergeseran tanah di area sekolah, yang memicu keretakan pada struktur dinding bangunan. Kerugian materiil akibat kerusakan plafon dan dinding retak tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

Ya benar adanya musibah tersebut dan mengonfirmasi bahwa kondisi para korban tidak mengalami luka serius. Kami menyoroti kondisi fisik bangunan yang dinilainya cukup rentan padahal tergolong belum lama berdiri.

kata Ngadiman, Rabu (7/10)

Ia mengatakan, bangunan ini sebenarnya baru selesai dirampungkan sekitar 2020. Namun, kondisinya sudah retak-retak seperti terkena gempa. Ia pun tidak mengetahui proses pembangunannya.

Ngadiman menyampaikan, jika SD tersebut bukan sekolah yang minim murid. Bisa dikatakan, cukup banyak siswa yang bersekolah di SD tersebut.

“Kami berharap ada perbaikan bantuan segera atas kejadian ini,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

#Sekolah #Sragen #Atap Sekolah Ambruk
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Atap SDN Cepoko 2 Sragen mendadak ambruk. Kejadian itu menimpa dua guru yang mengalami luka.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Indonesia
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
BGN menguji coba sistem prasmanan MBG di lebih dari 60 dapur SPPG. Siswa ikut piket menyajikan makanan hangat di kelas seperti di Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Indonesia
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan guru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Indonesia
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Anggaran revitalisasi atau perbaikan gedung sekolah masih rawan disalahgunakan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Indonesia
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera milik Presiden ke-7 Jokowi di Sragen terbakar akibat kebocoran pipa oli. Simak kronologi dan penanganannya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Indonesia
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
BGN mencoret 1.653 sekolah dari penerima MBG. Kini, Maluku dan Papua masuk prioritas.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
Indonesia
Sekolah Rakyat Dilengkapi Lapangan Sepak Bola 105 Meter X 68 Meter Sesuai Standar FIFA
Pembangunan infrastruktur olahraga merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas manusia Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Sekolah Rakyat Dilengkapi Lapangan Sepak Bola 105 Meter X 68 Meter Sesuai Standar FIFA
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Sekolah di Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai 9 September 2026 setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berkurang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Bagikan