MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat lebih dari 200 sekolah mengalami kerusakan. Ratusan sekolah tersebut segera mendapatkan penanganan revitalisasi lebih lanjut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengakan, berdasarkan data yang pernah diterimanya, jumlah sekolah yang sedang dikaji untuk direvitalisasi mencapai sekitar 214 sekolah.
Program revitalisasi sekolah pada 2026 mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran. Dari rencana awal sebanyak 22 sekolah per tahun, jumlah yang direncanakan untuk direvitalisasi pada tahun ini menjadi tujuh sekolah.
Selain tujuh sekolah tersebut, terdapat satu lokasi tambahan sekolah di Kebayoran Lama yang mengalami kerusakan berat, bahkan bangunannya roboh, sehingga total penanganan menjadi delapan lokasi.
Baca juga:
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Sebetulnya, kan, direncanakan tahun ini 22, tapi ada efisiensi, sehingga rencana cuman tujuh,
ujar Rano.
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pembaruan infrastruktur Pendidikan, tegas ia, penting untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang bangunannya sudah berusia puluhan tahun.
Dalam kunjungan ke SDN Lebak Bulus 04, SMPN 299 Jakarta, dan SDN Cilandak Barat 08, Rano juga meninjau fasilitas sekolah yang dibangun maupun direhabilitasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta memiliki nilai kontrak Rp 70,49 miliar, dengan luas lahan 4.160 meter persegi dan luas bangunan 9.724 meter persegi.
Sementara itu, rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan biaya Rp 31,42 miliar, dengan luas lahan 2.200 meterpersegi dan luas bangunan 4.529 meter persegi. (*)