MerahPutih.com - Habitat for Humanity Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kualitas hunian 101 keluarga melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kolaborasi tersebut diperkuat dengan skema pendanaan pendamping yang melibatkan mitra korporasi. Dukungan ini ditujukan untuk menghimpun sumber daya tambahan agar keluarga penerima manfaat dapat memperbaiki rumah mereka menjadi lebih aman, sehat, dan layak huni.
Dalam program ini, Habitat for Humanity Indonesia berperan sebagai mitra yang menghubungkan dukungan pemerintah, kontribusi mitra korporasi, serta pendampingan teknis selama proses peningkatan kualitas rumah.
Pendekatan lintas sektor tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu keluarga mengatasi keterbatasan sumber daya dalam memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.
Baca juga:
Ribuan Keluarga di Sragen Masih Menempati Rumah Tidak Layak Huni
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sragen, sebanyak 13.945 keluarga dari kelompok desil pendapatan 1 dan 2 masih menempati rumah tidak layak huni. Dari kelompok tersebut, terdapat 3.229 rumah tangga yang dikepalai perempuan dan 1.912 keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas. Selain itu, sebanyak 2.151 keluarga tercatat masuk dalam kategori backlog perumahan.
Data tersebut menggambarkan bahwa persoalan perumahan tidak hanya menyangkut ketersediaan tempat tinggal, tetapi juga kualitas bangunan yang ditempati masyarakat.
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, rumah yang sudah berdiri belum tentu memenuhi standar kelayakan. Atap bocor, dinding rapuh, lantai tanah yang becek, hingga fasilitas sanitasi yang tidak sesuai kebutuhan dapat memengaruhi kesehatan, keamanan, dan kenyamanan penghuni.
Melalui BSPS, pemerintah memberikan dukungan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas rumah secara swadaya. Habitat for Humanity Indonesia melengkapi upaya tersebut melalui dukungan pendanaan dan pendampingan teknis bersama mitra korporasi.
Baca juga:
Prabowo Perintahkan Menteri Ara Bangun Perumahan Murah di Kawasan Strategis
Pendanaan Pendamping Tingkatkan Dukungan Perbaikan Rumah
Dalam kolaborasi di Sragen, bantuan pemerintah melalui BSPS sebesar Rp20 juta dipadankan dengan tambahan dukungan Rp20 juta melalui Habitat for Humanity Indonesia.
Dengan skema match-funding tersebut, total dukungan pendanaan mencapai Rp40 juta untuk setiap keluarga penerima manfaat.
Skema ini mempertemukan sumber daya dari berbagai pihak untuk mendukung peningkatan kualitas hunian. Bantuan pemerintah dilengkapi kontribusi yang dihimpun Habitat for Humanity Indonesia dari para donatur dan mitra korporasi, sehingga pendanaan untuk perbaikan rumah menjadi lebih optimal.
Baca juga:
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Rumah Lebih Kokoh, Keluarga Merasa Terbantu
Manfaat perbaikan rumah dirasakan Sri Wahyuni bersama ibunya, Samiyati. Sebelum mendapatkan bantuan, rumah mereka memiliki atap miring dan dinding berbahan bambu yang dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu.
"Seandainya tidak dibangun, rumahnya pasti akan ambruk, roboh semua. Atapnya sudah benar-benar miring, dan dindingnya juga masih menggunakan gedek dari bambu yang sudah lama," kata Sri Wahyuni dan Samiyati.
Setelah diperbaiki, rumah mereka menjadi lebih kokoh, rapi, dan tidak lagi memiliki lantai becek seperti sebelumnya. Perubahan tersebut juga menghadirkan kebanggaan bagi keluarga, terlebih setelah mendapat pujian dari para tetangga.
"Sekarang rumahnya bagus, sudah lebih kokoh lagi. Banyak tetangga yang memuji rumahnya sudah bagus dan tidak seperti dulu lagi, saya jadi bangga," pungkasnya. (Asp)