Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal

Hashim Djojohadikusumo Terima Penghargaan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KETUA Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyoroti pembelian hunian terjangkau. Setiap masyarakat yang berminat harus mendapat kesempatan yang adil untuk memiliki hunian tersebut. Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memborong hunian terjangkau untuk kepentingan pribadi.

Hashim mengantisipasi adanya pihak yang membeli hunian dalam jumlah besar, terutama jika kualitas bangunan dan lokasinya membuat nilai properti meningkat tajam.

"Kita sudah (jadi) orang Indonesia lama. Jangan nanti ada oknum nakal. Karena pasti kita lihat nanti apalagi mutunya begitu bagus. Lokasi dan mutu bagus nanti nilai tanah dan nilai apartemen akan meningkat tajam. Nah, orang-orang kan tidak bodoh. Ya, ini yang kita minta betul-betul diperhatikan ya. Jangan diborong," ujar Hashim, Jumat (21/8)

Ia mengingatkan PT KAI (Persero) dan pengelola hunian terjangkau untuk mengantisipasi praktik pembelian melalui pihak lain atau menggunakan nama orang lain. Hashim mencontohkan, dari total 3.000 unit hunian, jangan sampai ada satu orang yang membeli ratusan unit dengan menggunakan nama sopir atau pekerja lainnya.

Baca juga:

Cari Rumah? Ada 130 Pengembang Tawarkan Hunian Danantara Housing Expo


"Dari 3.000 (unit), nanti orang tertentu beli 300 (unit), 500 (unit). Nanti titip siapa? Titip sopirnya. Atas nama sopirnya, atas nama office boy-nya. Kita akui ini sudah terjadi di sejarah Republik Indonesia," jelasnya.

Menurut Hashim, prinsip yang harus diterapkan yakni satu peminat mendapatkan satu hunian agar program tersebut benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. "Kita harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen," imbuhnya.

Selain persoalan kepemilikan, Hashim juga menyoroti tantangan pemeliharaan hunian setelah pembangunan selesai. Ia mengatakan perawatan dan pemeliharaan masih menjadi salah satu kelemahan dalam pengelolaan berbagai proyek di Indonesia. Menurutnya, pemerintah dan pengelola tidak boleh hanya memastikan bangunan selesai dengan kualitas baik, tetapi juga harus menjaga kondisinya dalam jangka panjang.

"Titik lemah bangsa Indonesia, menurut saya, saya sudah berbisnis 40 tahun, saya sudah pimpin beberapa perusahaan industri, semen, petrokimia, dan lain-lain, bisnis migas, sudah lama. Titik lemah kita yakni perawatan, pemeliharaan," katanya.

Hashim berharap hunian yang dibangun dalam program pemerintah dapat tetap terawat dan layak ditempati dalam jangka panjang. Ia bahkan berharap kondisi hunian tersebut tetap baik ketika Presiden Prabowo Subianto meninjau kembali proyek tersebut sekitar 10 tahun mendatang. "Mudah-mudahan 10 tahun lagi, Pak Prabowo bisa berkunjung ke sini, didampingi Pak Ara dan Pak Bobby, kita melihat bahwa nanti apartemen yang kita bangun bersama, itu nanti kondisinya bagus," terangnya.

Ia mengingatkan agar persoalan klasik seperti bangunan berkarat atau kebocoran tidak terjadi. Menurutnya, jika pemeliharaan tidak dilakukan dengan baik, masyarakat sebagai pemilik hunian yang akan paling dirugikan.

"Pihak yang kasihan kan rakyat kita. Yang keluarkan uang untuk beli. Tapi ini ada tantangan kita," pungkasnya.(Asp)






Baca juga:

324 Unit Hunian Bagi Warga Bantaran Rel Capai 99 Persen, Hutama Karya Percepat Pembangunan




#Hashim Djojohadikusumo #Hunian #Perumahan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
3.784 Hunian Siap Dibangun di Manggarai, Tinggal di Tengah Jakarta makin Dekat dengan KRL
Lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan tersebut mulai dikembangkan menjadi hunian vertikal yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
3.784 Hunian Siap Dibangun di Manggarai, Tinggal di Tengah Jakarta makin Dekat dengan KRL
Indonesia
Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal
Hashim mengantisipasi adanya pihak yang membeli hunian dalam jumlah besar, terutama jika kualitas bangunan dan lokasinya membuat nilai properti meningkat tajam.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal
Indonesia
Legislator Desak Perumnas Beri Garansi Sertifikat di Program 3 Juta Rumah
Kesuksesan Program 3 Juta Rumah tidak boleh hanya diukur dari megahnya kuantitas bangunan fisik di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Legislator Desak Perumnas Beri Garansi Sertifikat di Program 3 Juta Rumah
Indonesia
Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan, ini Daftar Lokasinya
Pemprov DKI akan membangun 11 rusun tahun depan. Berikut ini adalah daftar lokasinya.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan, ini Daftar Lokasinya
Indonesia
30 Persen Warga Papua Belum Punya Hunian Layak, Mendagri Tito Ajak Swasta Turun Tangan
Sebanyak 30 persen warga Papua belum memiliki hunian layak. Mendagri Tito Karnavian pun mengajak swasta untuk ikut turun tangan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
30 Persen Warga Papua Belum Punya Hunian Layak, Mendagri Tito Ajak Swasta Turun Tangan
Indonesia
Anggota Dewan Tagih Janji Gubernur Pramono Hadirkan Hunian Terjangkau bagi Gen Z Jakarta
Pemerintah DKI harus mengatasi permasalahan ini jika serius ingin memberikan ruang yang lebih besar lagi kepada anak-anak muda di Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Anggota Dewan Tagih Janji Gubernur Pramono Hadirkan Hunian Terjangkau bagi Gen Z Jakarta
Indonesia
Prabowo Tetapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Bulanan Rumah Subsidi Bisa Rp 800 Ribu
Saat ini pemerintah tengah berkoordinasi dengan pihak pengembang untuk mendukung kebijakan KPR 40 tahun.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Prabowo Tetapkan KPR 40 Tahun, Cicilan Bulanan Rumah Subsidi Bisa Rp 800 Ribu
Indonesia
Sarana Jaya Percepat Legalitas Hunian, Puluhan Penghuni Menara Samawa Terima Sertifikat
Perumda Sarana Jaya menggelar AJB dan balik nama sertifikat bagi penghuni Menara Samawa di Jakarta Timur sebagai upaya percepatan legalitas hunian masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Sarana Jaya Percepat Legalitas Hunian, Puluhan Penghuni Menara Samawa Terima Sertifikat
Indonesia
Program Makan Bergizi Gratis Dikritik, Hashim: Kelemahan Itu Hal Wajar
Pemerintah kini mendorong penggunaan aplikasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) besutan Kejaksaan Agung untuk mencegah penyelewengan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 19 April 2026
Program Makan Bergizi Gratis Dikritik, Hashim: Kelemahan Itu Hal Wajar
Indonesia
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan riset perumahan. Hal itu demi mempercepat program 3 juta rumah.
Soffi Amira - Selasa, 07 April 2026
Program 3 Juta Rumah, Prabowo Libatkan Kampus untuk Riset Perumahan
Bagikan