KPP Sudah Tembus Rp 25 Triliun, Ini Rangkaian Program Pemerintah untuk Hunian Masyarakat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
KPP Sudah Tembus Rp 25 Triliun, Ini Rangkaian Program Pemerintah untuk Hunian Masyarakat

ilustrasi perumahan.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau melalui sederet program perumahan. Kebijakan tersebut mencakup Kredit Program Perumahan (KPP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, hingga rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memiliki, membangun, maupun merenovasi rumah. Di sisi lain, program tersebut juga memberikan dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

KPP Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat

Salah satu program yang terus diperluas adalah KPP. Program ini dirancang untuk memperkuat akses pembiayaan masyarakat sekaligus membantu UMKM terbebas dari ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

"Kredit perumahan ini diciptakan oleh Presiden Prabowo. Belum pernah ada sebelumnya. Tujuannya memberdayakan UMKM dan melawan rentenir," ujar Maruarar, ditulis Kamis (17/9).

Ara, sapaan akrab Maruarar, menjelaskan KPP memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui skema bunga yang lebih rendah.

Untuk kredit di bawah Rp 100 juta, penerima tidak diwajibkan memberikan jaminan, dengan bunga sebesar 0,5 persen per bulan atau sekitar 6 persen per tahun.

Menurutnya, skema tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Sebagai pembanding, Maruarar menyebut bunga yang dikenakan rentenir dapat mencapai 3 persen, 5 persen, bahkan 10 persen.

Baca juga:

BTN Salurkan 5,97 Juta Kredit Perumahan Senilai Rp555 Triliun, Mayoritas untuk MBR

Anggaran KPP Naik Jadi Rp 50 Triliun

Program KPP juga terus diperluas seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat yang ingin memanfaatkan program tersebut.

Oleh sebab itu, anggaran pembiayaan KPP dinaikkan pada Juni 2026 dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun.

Karena berhasil. Kalau nggak berhasil, enggak mungkin dinaikkan kuotanya (anggaran) di tengah efisiensi yang seperti ini,

Menteri PKP RI, Maruarar Sirait.

Hingga 16 September 2026, Maruarar menyebut realisasi KPP telah mencapai Rp25,29 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 108 ribu orang.

Mayoritas penerima merupakan pelaku UMKM dan masyarakat yang mengakses pembiayaan di bawah Rp100 juta.

Target Bedah Rumah Naik Jadi 400 Ribu Unit

Selain pembiayaan, pemerintah juga memperluas dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan perbaikan rumah melalui program BSPS atau bedah rumah.

Target renovasi melalui program tersebut meningkat dari semula 45 ribu rumah menjadi sekitar 400 ribu rumah dalam satu tahun dengan anggaran Rp 8,57 triliun.

Maruarar mengatakan pemerintah juga mengarahkan pelaksanaan BSPS agar manfaat program tersebar ke berbagai daerah.

Jajarannya diminta memastikan setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan alokasi minimal 200 unit rumah untuk direnovasi.

"Anggarannya satu orang Rp 20 juta, Rp 2,5 juta buat tukang, Rp 17,5 juta untuk barang-barang, kemudian bahan bangunan," jelasnya.

Baca juga:

Prabowo Perintahkan Menteri Ara Bangun Perumahan Murah di Kawasan Strategis

Rumah Subsidi FLPP Terus Didorong

Pemerintah juga terus mendorong kepemilikan rumah baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui rumah subsidi dengan skema FLPP.

Program pembiayaan rumah subsidi tersebut telah berjalan sejak 2010 dan terus mengalami peningkatan dari sisi jumlah penerima.

Ara menyebut jumlah rumah yang dibiayai melalui FLPP terus meningkat dari sekitar 7.000 unit pada awal pelaksanaan hingga mencapai ratusan ribu unit.

Sebelum pemerintahan Presiden Prabowo, capaian tertinggi terjadi pada 2023 dengan sekitar 228 ribu unit.

"Paling tinggi sebelum pemerintahan Presiden Prabowo tahun 2023 yaitu 228 ribu. Presiden Prabowo dilantik 2024, di akhir tahun, pada 20 Oktober. Di tahun pertama (kepemimpinan), tertinggi sepanjang sejarah (278 ribu unit rumah)," jelasnya.

Pemerintah Siapkan Pembebasan BPHTB untuk MBR

Selain memperluas akses pembiayaan dan renovasi rumah, pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk mengurangi biaya yang harus ditanggung MBR ketika membeli rumah.

Salah satunya melalui pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), termasuk biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

"Kemudian bulan depan, dengan izin dan arahan Presiden Prabowo, saya keluarkan bersama Mendagri dan Menteri PU menggratiskan BPHTB, Bea Perolehan Tanah Bangunan bagi MBR. Yang tadinya bayar 5 persen kurang lebih, sekitar segitu ya. Dia bayarlah intinya, jadi gratis," pungkasnya. (Asp)

#Maruarar Sirait #Kemen PKP #Perumahan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Masyarakat Berpenghasilan Rendah bakal Dibebaskan BPHTB dan IMB
Sekitar 30 juta keluarga belum memiliki rumah atau masih tinggal di hunian yang tidak layak.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Masyarakat Berpenghasilan Rendah bakal Dibebaskan BPHTB dan IMB
Indonesia
Pemerintah Siapkan Akad 71 Ribu Rumah Bersubsidi di Pusatkan di Malang
Pelaksanaan akad massal rumah subsidi tersebut melanjutkan rangkaian kegiatan serupa yang telah digelar pemerintah dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Akad 71 Ribu Rumah Bersubsidi di Pusatkan di Malang
Indonesia
821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Tito Karnavian Singgung Anggaran DKI
Tito Karnavian meminta Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran bedah rumah. BPS mencatat 821.840 rumah di Jakarta tidak layak huni pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
821 Ribu Rumah di Jakarta Tak Layak Huni, Tito Karnavian Singgung Anggaran DKI
Indonesia
Kolaborasi Habitat for Humanity dan Pemkab Sragen Dorong Hunian Layak bagi 101 Keluarga
Habitat for Humanity Indonesia dan Pemkab Sragen membantu 101 keluarga meningkatkan kualitas hunian melalui program BSPS dengan total dukungan Rp40 juta per keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kolaborasi Habitat for Humanity dan Pemkab Sragen Dorong Hunian Layak bagi 101 Keluarga
Berita Foto
Dua Show Unit Allurea Type E Lengkapi Pilihan Hunian Asthara Skyfront City
Kunjungan show unit Allurea Type E tipe terbaru di Cluster Allurea Extension, Tangerang (15/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Dua Show Unit Allurea Type E Lengkapi Pilihan Hunian Asthara Skyfront City
Indonesia
Program 3 Juta Rumah, KPR FLPP Perluas Akses Hunian bagi Pekerja Informal
KPR FLPP memperluas akses rumah subsidi bagi pekerja informal. Ahmad Yasin, kurir di Brebes, menjadi salah satu penerima pembiayaan tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Program 3 Juta Rumah, KPR FLPP Perluas Akses Hunian bagi Pekerja Informal
Indonesia
KPP Sudah Tembus Rp 25 Triliun, Ini Rangkaian Program Pemerintah untuk Hunian Masyarakat
Maruarar Sirait mengungkap perkembangan KPP, BSPS, FLPP hingga kebijakan BPHTB dalam upaya memperluas akses hunian layak dan terjangkau.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
KPP Sudah Tembus Rp 25 Triliun, Ini Rangkaian Program Pemerintah untuk Hunian Masyarakat
Indonesia
Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal
Hashim mengantisipasi adanya pihak yang membeli hunian dalam jumlah besar, terutama jika kualitas bangunan dan lokasinya membuat nilai properti meningkat tajam.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Adik Prabowo Ingatkan Larangan Borong Hunian Terjangkau: Jangan Ada Oknum Nakal
Indonesia
Legislator Desak Perumnas Beri Garansi Sertifikat di Program 3 Juta Rumah
Kesuksesan Program 3 Juta Rumah tidak boleh hanya diukur dari megahnya kuantitas bangunan fisik di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Legislator Desak Perumnas Beri Garansi Sertifikat di Program 3 Juta Rumah
Indonesia
Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan, ini Daftar Lokasinya
Pemprov DKI akan membangun 11 rusun tahun depan. Berikut ini adalah daftar lokasinya.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Baru Tahun Depan, ini Daftar Lokasinya
Bagikan