MERAHPUTIH.COM - PENASIHAT Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI Fatma Saifullah Yusuf mengatakan masih ada sekolah yang tidak menerima siswa disabilitas sebagai peserta didiknya. Masalah utamanya yakni keterbatasan shadow teacher.
"Tapi pada kenyataannya memang banyak sekolah yang belum siap, karena apa? Karena harus ada shadow teacher yang harus disiapkan," katanya saat ditemui di acara perayaan World Cerbral Palsy Day 2026, di Atrium Mall Teraskota, Tangerang Selatan, Minggu (25/10).
Dia mengatakan Kementerian Sosial menginginkan semua anak disasbilitas apa pun jenisnya dari disabilitas yang terlihat dan tidak terlhat dapat menikmati layanan pendidikan dari negara.
Namun, sejauh yang diketahui Fatma, menyediakan shadow teacher membutuhkan biaya yang mahal. Akibatnya, sekolah yang menerima disabilitas sebagai muridnya terpaksa orangtua murid mesti merogoh kocek dalam membayar biaya shadow teacher.
"Itu biayanya juga sangat mahal. Ada juga sekolah yang bisa menerima (disabilitas), tapi orangtuanya yang membayar lebih," katanya.
Baca juga:
Ada 12.000 Lowongan Kerja di Jakarta, Pramono Minta Disabilitas Dapat Kesempatan Sama
Menurut dia, hal ini merupakan hal yang mestinya dibahas Kemeterian Pendidikan. Namun, dari Kemensos sendiri mendukung dihadirkannya shadow teacher di sekolah pada umumnya.(Tka)
Baca juga:
Taman Puring Bakal jadi Ruang Ramah Disabilitas, Ditetapkan sebagai Prioritas Pemprov DKI