Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 2 jam, 21 menit lalu
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP

Co-Founder Rumah Cerebral Palsy, Iis R. Soelaeman, saat membuka acara World Cerebral Palsy Day 2026. (Foto: MerahPutih.com/Tika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Co-Founder Rumah Cerebral Palsy, Iis R. Soelaeman, mendorong pemerintah memperkuat dukungan bagi anak dengan cerebral palsy (CP) melalui akses kesehatan, pendidikan inklusif, fasilitas yang aksesibel, serta lingkungan sosial yang mendukung.

Menurut Iis, upaya meningkatkan kualitas hidup penyandang cerebral palsy tidak bisa hanya mengandalkan keluarga. Diperlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, terutama kementerian yang menangani urusan sosial, pendidikan, dan kesehatan.

“Perjuangan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh keluarga. Kita membutuhkan bimbingan dari tenaga kesehatan, baik dokter atau terapis, pendidikan yang inklusif, kemudian akses terapi, fasilitas yang aksesibel bagi pengguna kursi roda, serta lingkungan sosial yang bisa menjawab kepentingan anak-anak,” ujar Iis saat membuka acara World Cerebral Palsy Day 2026 di Atrium Mall Teraskota, BSD, Minggu (24/10).

Akses Kesehatan dan Pendidikan Inklusif Jadi Kebutuhan

Iis menilai, dukungan dari pemerintah diperlukan agar anak dengan cerebral palsy memiliki kesempatan yang layak untuk berkembang. Pemenuhan kebutuhan dasar, seperti layanan kesehatan, pendampingan pendidikan, dan akses terhadap fasilitas publik, menjadi bagian penting dalam menunjang kehidupan mereka.

Ia secara khusus menyoroti peran Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Kesehatan dalam mendukung kebutuhan anak dengan cerebral palsy.

Menurutnya, dukungan tersebut perlu mencakup pendampingan tenaga kesehatan, termasuk dokter dan terapis, akses terhadap layanan terapi, serta pendidikan inklusif yang dapat mengakomodasi kebutuhan anak.

Baca juga:

Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System

Selain itu, ketersediaan fasilitas yang aksesibel bagi pengguna kursi roda dan lingkungan sosial yang mendukung juga menjadi perhatian. Berbagai aspek tersebut diperlukan agar anak dengan cerebral palsy dapat menjalani aktivitas dan mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Iis Ingatkan Masyarakat untuk Menghentikan Stigma

Selain akses terhadap layanan dasar, Iis menyoroti stigma yang masih dapat membatasi kesempatan anak dengan cerebral palsy untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Ia mengajak masyarakat agar tidak memberikan label negatif kepada anak hanya karena memiliki cara belajar, berkomunikasi, atau menunjukkan kemampuan yang berbeda dari anak-anak lainnya.

Jangan pernah melebeli anak kita sebagai anak yang tidak memiliki minat, sebagai anak yang begitulah. Anak-anak dipandang sebelah mata,

Co-Founder Rumah Cerebral Palsy, Iis R. Soelaeman.

Menurut Iis, setiap anak memiliki potensi dan tahapan perkembangan masing-masing. Karena itu, mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang tanpa terus-menerus dibandingkan dengan anak lain atau dianggap tidak mampu.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap anak dengan cerebral palsy seharusnya tidak berhenti pada rasa iba, tetapi juga diwujudkan melalui kepercayaan terhadap kemampuan dan potensi mereka.

"Percaya pada kemampuan mereka, bukan sekadar rasa kasihan," katanya. (Tka)

#Cerebral Palsy #Parenting #Pemerintahan #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 21 menit lalu
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Pertanyakan Dampak Kebijakan ke Rakyat
Pengamat kini mempertanyakan kepercayaan publik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Pertanyakan Dampak Kebijakan ke Rakyat
Indonesia
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot
Evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum terhadap dampak kebijakan ekonomi.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot
Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Lembaga swadaya seperti CELIOS (Center of studi Economic and Law Studies) bersama Kabinet Bayangan memberikan "rapor merah" dengan skor kepuasan publik yang rendah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Dunia
Profil RJ Mitte 'Breaking Bad', Pejuang Hak Disabilitas Penyandang Cerebral Palsy Berpulang di Usia 34 Tahun
Aktor Breaking Bad RJ Mitte meninggal dunia di Texas usia 34 tahun. Simak profil, perjalanan karier, dan pengakuan rekan selebriti atas kepergiannya!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Profil RJ Mitte 'Breaking Bad', Pejuang Hak Disabilitas Penyandang Cerebral Palsy Berpulang di Usia 34 Tahun
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Bagikan