MerahPutih.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengungkapkan ada ratusan anak yang ditemukan terpapar kekerasan dan radikalisme melalui media sosial.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Eddy mengatakan, sejak Januari hingga Agustus 2026, BNPT bersama Densus 88 telah melakukan intervensi terhadap 620 anak yang terhubung dengan jaringan terorisme. Mereka berada dalam rentang usia 11 hingga 18 tahun.
"Dari Januari sampai Agustus ini, kami dengan Densus 88 sudah mengintervensi sudah ada 620 anak, rentang usia 11-18 tahun yang terkoneksi di sana (terorisme)," kata dia dalam video konferensi pers Penguatan peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Pendidikan dalam rangka pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di satuan pendidikan yang berlangsung di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (3/9).
BNPT Soroti Paparan Kekerasan di Media Sosial
Eddy menekankan, temuan mengenai anak-anak yang terpapar aksi kekerasan dan radikalisme tersebut sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.
Salah satu contohnya, kata dia, terdapat anak yang mempraktikkan aksi kekerasan dengan membawa senjata palsu dan mengenakan penutup wajah. Aksi tersebut kemudian direkam dan dibagikan melalui media sosial.
Nah ini yang kita edukasi, kita intervensi, kita lakukan rehabilitasi makanya kami membicarakannya bersama Kementerian Sosial,
Kepala BNPT, Eddy Hartono.
Menurut Eddy, langkah edukasi dan intervensi dilakukan untuk mencegah anak-anak tersebut semakin jauh terpapar paham ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.
Enam Anak di Jakarta Jalani Rehabilitasi
Khusus di Jakarta, Eddy menyebut pihaknya telah membawa enam anak untuk diarahkan menjalani rehabilitasi.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembinaan agar anak-anak yang telah terpapar dapat memperoleh pendampingan dan tidak semakin terjerumus dalam lingkungan yang berkaitan dengan kekerasan dan radikalisme.
BNPT juga membahas langkah rehabilitasi tersebut bersama Kementerian Sosial sebagai bagian dari penanganan terhadap anak-anak yang membutuhkan intervensi dan pembinaan. (Tka)