S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak

S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain di Senayan City Jakarta. (Foto: Dok. Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mengajak anak bermain sambil belajar bisa menjadi cara menyenangkan untuk mendukung tumbuh kembangnya. Selain menghadirkan keceriaan, aktivitas bermain juga membantu melatih kemampuan motorik, kreativitas, hingga keterampilan sosial anak.

Kesempatan tersebut hadir melalui S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, pada 24–26 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan World Brain Day 2026 yang digelar oleh Wyeth Nutrition. Mengusung konsep pengalaman edukatif imersif, acara ini mengajak orang tua dan anak memahami lebih dekat bagaimana otak berkembang serta pentingnya stimulasi sejak dini.

Kenali Perkembangan Otak lewat Teknologi EEG

Salah satu pengalaman unggulan dalam acara ini adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer.

Dengan dukungan teknologi EEG (electroencephalogram), fasilitas ini membantu orang tua melihat bagaimana stimulasi dapat berperan dalam mendukung perkembangan otak anak. Layanan tersebut dikembangkan oleh S-26 bersama MyndPlay UK.

Melalui berbagai aktivitas interaktif, orang tua diajak memahami bahwa setiap anak memiliki perjalanan belajar yang berbeda.

Pengalaman yang beragam atau multi-learning menjadi salah satu cara untuk membantu anak membangun wawasan baru sekaligus menghadapi tantangan di masa depan.

Baca juga:

Afeksi Jadi Faktor Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, mengatakan dunia terus mengalami perubahan sehingga penting bagi anak memiliki kemampuan beradaptasi sejak dini.

“Di tengah dunia yang terus berubah, kita belum tahu persis tantangan yang akan dihadapi anak-anak di masa depan. Namun kami percaya bahwa setiap anak bisa jadi hebat karena setiap anak memiliki perjalanan exceptional sendiri yang unik,” ujar Vera.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mendukung proses belajar anak melalui berbagai pengalaman.

Penting bagi orang tua untuk mendukung proses belajar anak melalui pengalaman yang beragam atau multi-learning, sehingga mereka mampu menghubungkan berbagai pengalaman menjadi wawasan baru dan lebih siap menghadapi masa depan atau future-ready,

Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali.

Peran Nutrisi dalam Perkembangan Otak Anak

Selain stimulasi dan pengalaman belajar, asupan nutrisi juga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan otak anak.

Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung perkembangan otak anak, Wyeth Nutrition menghadirkan S-26 Procal GOLD Multilearn Connect dengan formula yang mengombinasikan berbagai nutrisi seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, Kolin, dan Zat Besi.

Kombinasi nutrisi tersebut berperan dalam mendukung proses mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang membantu mempercepat pengiriman informasi antarsel saraf sehingga mendukung proses belajar anak.

Baca juga:

Dokter Tekankan Pentingnya Nutrisi Seimbang dan Susu Khusus bagi Ibu Hamil di Indonesia

Dokter spesialis anak sekaligus Founder Yo Clinic Klinik Anak, Gigi dan Fisioterapi, dr. Yoga Yandika, Sp.A, menjelaskan bahwa masa awal kehidupan anak merupakan periode penting bagi perkembangan otak.

Pada golden period, otak anak berkembang sangat pesat dengan membentuk triliunan koneksi antarsel saraf yang menjadi dasar bagi berbagai kemampuan belajar,

Dokter spesialis anak sekaligus Founder Yo Clinic Klinik Anak, Yoga Yandika.

Ia menambahkan, proses perkembangan otak tidak hanya membutuhkan nutrisi yang tepat, tetapi juga stimulasi dan lingkungan yang mendukung.

“Proses mielinisasi perlu didukung melalui kombinasi gizi yang tepat, seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, kolin, dan zat besi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Hal tersebut juga perlu diimbangi dengan stimulasi yang tepat, pengalaman belajar yang beragam atau multi-learning, serta lingkungan yang positif,” ujarnya. (Tka)

#Parenting #Anak #Tumbuh Kembang Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Bagikan