DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati/ dok media PKS

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menilai tingginya durasi penggunaan gawai di kalangan anak Indonesia menjadi perhatian serius yang harus segera direspons melalui pengaturan yang jelas di lingkungan pendidikan. Menurutnya, penggunaan perangkat digital yang berlebihan tidak hanya berdampak pada proses belajar, tetapi juga dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.

Data pemerintah menunjukkan, secara rata-rata, anak Indonesia menggunakan gawai lebih daripada 7 jam setiap hari.

Kurniasih Mufidayati, Wakil Ketua Komisi X DPR RI

Angka tersebut, menurutnya, jauh melampaui rekomendasi para pakar yang menyarankan penggunaan gawai sekitar dua hingga tiga jam per hari di luar kebutuhan pembelajaran.

“Data tersebut menjadi alarm bagi semua pihak bahwa kebiasaan digital anak perlu diarahkan ke pola yang lebih sehat,” kata Kurniasih dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/7).


Meski mendukung adanya pembatasan penggunaan gawai di sekolah sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026, ia menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh dipahami sebagai pelarangan total.

Baca juga:

Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas


Menurutnya, teknologi tetap memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan literasi digital peserta didik. “Hal yang perlu dibangun yakni kedisiplinan serta etika dalam memanfaatkan teknologi secara bijak,” jelas politikus PKS ini.

Selain itu, Kurniasih mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah segera menyusun petunjuk teknis sebagai pedoman bagi sekolah dalam menerapkan kebijakan tersebut.

“Implementasi aturan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap satuan pendidikan tanpa mengurangi tujuan utama menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif,” papar dia.(knu)

Baca juga:

Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai


#Pendidikan #Gawai #Gadget #Parenting #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
JBL Perbarui Tour ONE M3 dan Tour PRO 3, Fokus pada Kualitas Suara dan Kenyamanan
JBL memperbarui Tour ONE M3 dan Tour PRO 3 dengan sound curve baru serta penyempurnaan antarmuka untuk pengalaman audio lebih nyaman.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 Agustus 2026
JBL Perbarui Tour ONE M3 dan Tour PRO 3, Fokus pada Kualitas Suara dan Kenyamanan
Indonesia
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Prabowo Subianto menyoroti kualitas buku pelajaran. Pemerintah menyiapkan pembaruan buku ajar nasional, termasuk materi, tampilan, dan bahan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 08 Agustus 2026
Prabowo Soroti Kualitas Buku Pelajaran, Pemerintah Siapkan Pembaruan Buku Ajar Nasional
Indonesia
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Sekolah merupakan ruang belajar yang harus bebas dari segala bentuk ancaman.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Indonesia
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Presiden menegaskan fondasi utama untuk menguasai sains dan teknologi yakni sistem pendidikan yang kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Indonesia
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Presiden Prabowo menjelaskan pemerintah mengundang universitas-universitas terbaik di dunia untuk bekerja sama dengan universitas di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Ingin Berinvestasi Besar di Sektor Pendidikan, Bangun Sekolah Unggulan
Indonesia
60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla
Ancaman fenomena iklim seperti El Nino yang memicu kekeringan ekstrem harus direspons pemerintah melalui sistem kesiapsiagaan nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla
Indonesia
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Langkah cepat dinilai penting agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran gaji pegawai yang berujung pada terganggunya pelayanan publik. 

Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Indonesia
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Profesi tenaga kesehatan merupakan profesi mulia yang menuntut standar etik tinggi, termasuk dalam berkomunikasi di ruang digital.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Waka Komisi IX DPR Minta Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS Diperiksa dan Disanksi
Indonesia
Insiden KMP Mutiara Sentosa 2, Komisi V DPR akan Panggil Kemenhub, KNKT, dan Pelindo
Komisi V juga mendesak investigasi menyeluruh agar penyebab kebakaran kapal rute Surabaya-Makassar itu dapat diungkap secara tuntas.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Insiden KMP Mutiara Sentosa 2, Komisi V DPR akan Panggil Kemenhub, KNKT, dan Pelindo
Indonesia
DPR Minta Kreator Konten Tanpa Etika Ditindak Tegas
Mendorong penyusunan regulasi yang mencakup perlindungan privasi, penggunaan identitas, perlindungan anak, hingga tanggung jawab atas dampak publikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
DPR Minta Kreator Konten Tanpa Etika Ditindak Tegas
Bagikan