8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme

(Ilustrasi) Pelaku demo anarkis meminta maaf pada orang tuanya di Mapolresta Surakarta, Minggu (31/8). (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENJAGA anak di zaman teknologi yang semakin maju memiliki tantangan sendiri. Salah satunya paparan konten produksi sosial media mengandung kekerasan bahkan radikalisme. Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.

Beberapa anak usia dini bisa mengakses berbagai platform dengan bebas. Kebebasan tak terbatas itulah yang menjadi pintu pertama masuknya paparan kekerasan hingga radikalisme. Dampaknya makin parah, apalagi tanpa ada pengawasan orang tua.

Kondisi seperti ini membuat anak rentan menjadi sasaran yang mengonsumsi konten yang mengandung kekerasan bahkan radikalisme. Bahayanya membentuk pola keyakinan pada anak, juga bisa sampai tahap meniru, yakni berperilaku kasar dan radikal.

Baca juga:

Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial



Pentingnya Kedekatan Orang Tua di Rumah



Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan anak berkelakuan baik di rumah alias good boy dan nice girl tidak menjadi jaminan anak bebas dari konten media yang mengandung kekerasan dan radikalisme.

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena ruang kekerasan dan radikalisme hari ini bergerak di media sosial.

Makanya perlu sekali andil keluarga sebagai benteng paling pertama yang memberikan perspektif terkait dengan apa bahaya kekerasan dan melukai orang lain karena ideologi.

Berikut langkah memberikan wawasan pengetahuan mencegah paparan bahaya kekerasan pemahaman radikalisme


1. Bangun keluarga yang harmonis dan komunikatif



Hubungan keluarga yang penuh perhatian dapat membantu memperkuat ketahanan psikologis anak sehingga tidak mudah terpengaruh ajakan atau propaganda ekstremisme.


2. Biasakan mendengarkan anak



Berikan ruang bagi anak untuk menyampaikan cerita, pendapat, maupun persoalan yang mereka hadapi. Anak yang merasa dihargai dan didengarkan akan lebih percaya diri menghadapi pengaruh negatif.



3. Berikan perhatian yang cukup



Kehadiran dan perhatian orang tua penting agar anak tidak mencari penerimaan dari lingkungan yang berpotensi membawa pengaruh buruk.


4. Ciptakan budaya diskusi di rumah



Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta pentingnya menghargai perbedaan.


5. Ajarkan etika bermedia sosial



Bekali anak dengan kemampuan menggunakan media sosial secara bijak, termasuk memahami informasi yang mereka konsumsi dan membagikannya.


6. Kenalkan bahaya konten kebencian dan kekerasan



Orang tua perlu membantu anak mengenali informasi atau propaganda yang mengandung kebencian, intoleransi, dan kekerasan.


7. Perkuat kemampuan berpikir kritis anak



Anak perlu dibiasakan mempertanyakan dan memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, terutama yang diperoleh dari media sosial.


8. Jangan bekerja sendiri



Perlindungan anak dari radikalisme membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.(Tka)

Baca juga:

620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial

#Parenting #Ilmu Parenting #Radikalisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Bagikan