Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan

(Ilustrasi) Aparat Densus 88 Tangkap Pelaku Terorisme. (Foto: dok. Humas Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Densus 88 AT Polri, Sentot Prasetyo, mengingatkan ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan kini mengalami perubahan signifikan.

Menurutnya, pola ancaman saat ini tidak lagi identik dengan organisasi tertutup maupun doktrin ideologi yang kaku, tetapi berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma media sosial, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Pendekatan penanggulangan (terorisme dan ekstremisme) harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan di ruang digital,

Kepala Densus 88 AT Polri, Sentot Prasetyo.

Ancaman Ekstremisme Kini Lebih Personal dan Sulit Dideteksi

Lewat keterangannya, Kamis (21/5), Sentot menjelaskan ancaman terorisme modern kini bergerak lebih personal dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi.

Ia menilai pola lama dalam memahami terorisme sudah tidak lagi relevan menghadapi perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat digital saat ini.

Karena itu, penguatan deteksi dini terhadap anak dan remaja dinilai menjadi langkah penting, mengingat kelompok usia muda menjadi pihak paling rentan terhadap paparan ekstremisme di internet.

Baca juga:

Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital

Psikolog Soroti Alienasi Sosial Anak Muda

Psikolog forensik Zora Arfina Sukabdi menilai banyak generasi muda mengalami alienasi sosial, merasa tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna hidup.

Kondisi tersebut disebut dapat menjadi pintu masuk bagi narasi ekstremisme digital.

Menurutnya, kelompok ekstrem modern kini tidak hanya menyebarkan propaganda, tetapi juga membangun pengalaman emosional, identitas kelompok, serta keterikatan psikologis yang mudah menarik perhatian generasi digital.

Ia juga mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Sementara itu, psikolog forensik Adityana Kasandra Putranto menyoroti akar kerentanan terhadap radikalisasi tidak hanya berasal dari konten ekstrem.

Menurutnya, faktor seperti riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial juga menjadi pemicu yang perlu diperhatikan.

Karena itu, pendekatan penanganan dinilai harus mencakup intervensi klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan sekadar kontra-radikalisasi.

Baca juga:

Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos

Deteksi Dini Berbasis AI

Pakar analisis data Ismail Fahmi menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan (AI).

Teknologi tersebut diharapkan mampu mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi memiliki kesimpulan yang sama bahwa terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pendekatan lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks.

Penanganan (terorisme dan ekstremisme digital) membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat,

Pakar analisis data, Ismail Fahmi.

(Knu)

#Densus 88 #Terorisme #Radikalisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Densus 88 menyatakan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme. Penanganan kasus dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Ancaman Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa di Mata Densus 88 Bukan Terorisme
Indonesia
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Ledakan diduga bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 menyebut pelaku merupakan siswa berinisial R (17).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Amankan Siswa Berinisial R dan Sejumlah Barang Bukti
Indonesia
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Penyidik kini menelusuri nomor telepon yang digunakan untuk mengirim pesan WhatsApp serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Hoaks, Pelaku Terancam Pidana Terorisme
Indonesia
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Warga agar tidak turut menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya guna mencegah timbulnya keresahan di ruang publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Indonesia
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan terpaksa harus dihentikan, karena adanya ancaman bom.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Densus 88 Lacak Nomor Pengirim Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Bagikan