Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital

Ilustrasi. (Foto: Pexels/MESSALA CIULLA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPuith.com - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Dedi Prasetyo, menegaskan ancaman terorisme dan ekstremisme saat ini mengalami perubahan besar seiring perkembangan teknologi digital.

Menurut Wakapolri, pola ancaman kini tidak lagi bergerak melalui organisasi besar yang mudah dipetakan, melainkan berkembang melalui jejaring digital yang lebih cair, adaptif, dan sulit dikenali menggunakan pendekatan konvensional.

Ancaman tidak lagi selalu hadir dalam bentuk organisasi besar yang mudah dipetakan, tetapi berkembang melalui ruang digital, simpatisan lepas, hingga jejaring yang dibentuk oleh algoritma. Karena itu, strategi kita juga harus berubah,

ujar Wakapolri dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (21/5).

Ekstremisme Modern Makin Sulit Dideteksi

Dedi menjelaskan ekstremisme modern kini semakin terfragmentasi dan banyak bergerak melalui individu maupun kelompok kecil tanpa struktur formal yang jelas.

Meski tidak memiliki organisasi besar, kelompok tersebut tetap dapat terkonsolidasi melalui paparan digital serta pengaruh lingkungan sosial.

Baca juga:

Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme

Menurutnya, ideologi ekstrem yang berkembang saat ini juga tidak lagi berbentuk doktrin tunggal, melainkan gabungan berbagai fragmen ideologi yang disesuaikan dengan kebutuhan psikologis dan sosial individu.

Wakapolri Dedi Prasetyo
Wakapolri Dedi Prasetyo. (foto: dok. humas Polri)

Wakapolri juga menyoroti fenomena “glocal” dalam penyebaran ekstremisme. Ia menyebut arus informasi global kini dapat dengan cepat memengaruhi dinamika sosial lokal melalui media digital.

“Ancaman tidak lagi bisa dipahami secara terpisah antara dimensi global dan lokal. Arus informasi bergerak cepat dan dapat memengaruhi lingkungan sosial dalam waktu singkat,” tegasnya.

Ratusan Anak Terpapar Radikalisme

Salah satu perhatian utama Polri saat ini adalah meningkatnya kerentanan generasi muda terhadap paparan ekstremisme dan normalisasi kekerasan di ruang digital.

Berdasarkan data Densus 88 AT Polri per 19 Mei 2026, tercatat sebanyak 115 anak tergabung dalam True Crime Community (TCC), sementara 132 anak lainnya terpapar radikalisme di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Wakapolri, angka tersebut harus dipandang sebagai fenomena gunung es yang membutuhkan langkah pencegahan sejak dini.

“Kebijakan kontra-ekstremisme yang menyentuh anak harus dibangun dari logika perlindungan dini, bukan logika penindakan dini,” katanya.

Dedi menegaskan anak-anak yang terpapar ekstremisme perlu dipahami sebagai korban sekaligus aktor, sehingga pendekatan yang digunakan harus bersifat rehabilitatif dan protektif, bukan hanya punitif.

Karena itu, Densus 88 AT Polri diarahkan menggunakan pendekatan ekologi berlapis atau socioecological model yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, pemerintah, hingga ruang digital sebagai sistem perlindungan bersama.

Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan ekosistem “Rumah Aman menuju Sekolah Aman” guna mendeteksi dan mencegah potensi risiko sejak awal.

Baca juga:

Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos

Dalam kesempatan itu, Wakapolri menekankan ancaman ekstremisme tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja.

Ia mendorong pendekatan collaborative approach yang melibatkan aparat keamanan, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, tokoh agama, akademisi, platform digital, hingga masyarakat sipil.

Ancaman ekstremisme tidak dapat diputus oleh satu institusi. Ia harus dihadapi melalui sinergi utuh antara Polri, kementerian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keamanan masa depan dibangun melalui kolaborasi,

tegas Wakapolri.

(Knu)

#Terorisme #Radikalisme #Polri #Wakapolri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
SETARA Institute mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutus rantai persoalan lama dan memastikan reformasi Polri menyentuh akar masalah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
Indonesia
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Pertukaran ini dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sehari setelah resmi menjabat pada 2 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Indonesia
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Indonesia
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menghadapi tantangan untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPR Tagih Gebrakan Suyudi, jangan Biarkan Keluhan Warga Terus Menumpuk
Indonesia
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Tantangan tersebut muncul di tengah masih kuatnya sorotan terhadap profesionalitas dan integritas Polri.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
SETARA Tantang Suyudi, Polri Bersama Masyarakat jangan cuma Slogan
Indonesia
Ketua KPK Ingin Sinergi dengan Kapolri Baru, makin Kencang Berantas Korupsi
Suyudi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah mendapatkan persetujuan DPR RI.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Ketua KPK Ingin Sinergi dengan Kapolri Baru, makin Kencang Berantas Korupsi
Indonesia
Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Polri Bisa Lebih Dipercaya, jangan cuma Pamer Pangkat Bintang 4
Keberhasilan Suyudi bukan terletak pada pangkat bintang empat yang kini melekat di pundaknya, melainkan pada perubahan yang dirasakan masyarakat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ditantang Buktikan Polri Bisa Lebih Dipercaya, jangan cuma Pamer Pangkat Bintang 4
Indonesia
DPR Tantang Kapolri Baru Hadapi Keluhan Masyarakat, dari Pungli hingga Arogansi
Suyudi harus berani menghadapi berbagai keluhan masyarakat, mulai dari pelayanan yang berbelit hingga dugaan pungutan liar dan arogansi anggota kepolisian.
Yusuf Abdillah - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Tantang Kapolri Baru Hadapi Keluhan Masyarakat, dari Pungli hingga Arogansi
Indonesia
Profil Wahyu Hadiningrat, Wakapolri Baru yang Punya Karier Panjang di Polri
Profil Wahyu Hadiningrat sangat berpengalaman dan punya karier panjang di Polri. Ia akan menjadi Wakapolri baru mendampingi Kapolri Suyudi.
Soffi Amira - Kamis, 01 Oktober 2026
Profil Wahyu Hadiningrat, Wakapolri Baru yang Punya Karier Panjang di Polri
Bagikan