Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial

Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial.(foto: Instagram @antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya penguatan peran komite sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam mencegah kekerasan serta ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di lingkungan satuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti dalam kegiatan Penguatan Peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam rangka Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Satuan Pendidikan di Jakarta.

"Kita bersama-sama telah melaksanakan kegiatan deklarasi bersama. Komitmen dari para komite sekolah untuk mendukung pelaksanaan program ini sebagai bagian dari upaya untuk mencegah berbagai macam kekerasan yang terjadi," ujar Abdul Mu'ti dalam video konferensi pers dikutip dari Instagram @antara, Kamis (3/9).

Ia menjelaskan kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Baca juga:

620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial



Program tersebut, kata Abdul Mu'ti, juga selaras dengan Gerakan ASRI yang digagas Presiden untuk menciptakan budaya yang aman, sehat, bersih, dan indah. Di lingkungan pendidikan, kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang nyaman dan aman bagi seluruh warga sekolah.

Tak cuma itu, penguatan lembaga yang ada di dalam lingkungan sekolah mencegah ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme juga merupakan wujud implementasi yang sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme yang disahkan Presiden.


Ratusan Anak Terpapar Radikalisme


Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengungkapkan ratusan anak usia sekolah telah terpapar konten kekerasan dan radikalisme melalui media sosial. Eddy mengatakan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BNPT bersama Densus 88 Antiteror Polri telah mengintervensi 620 anak berusia 11-18 tahun yang terhubung dengan jaringan terorisme.

"Dari Januari sampai Agustus ini, kami dengan Densus 88 sudah mengintervensi sudah ada 620 anak, rentang usia 11-18 tahun yang terkoneksi di sana (terorisme)," kata Eddy dalam konferensi pers tersebut, dikutip Antara, Kamis (3/9).

Menurut Eddy, temuan tersebut sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Paparan terhadap konten kekerasan di media sosial bahkan disebut telah mendorong sebagian anak untuk mempraktikkan perilaku yang mereka lihat.

Ia mencontohkan adanya anak yang secara terang-terangan mempraktikkan aksi kekerasan dengan membawa senjata palsu dan menggunakan penutup wajah, kemudian membagikan aksinya melalui rekaman video. Eddy menegaskan penanganan terhadap anak yang telah terpapar tidak berhenti pada intervensi. Edukasi dan rehabilitasi juga diperlukan agar anak tidak semakin jauh terpapar ideologi kekerasan.

"Nah, ini yang kita edukasi, kita intervensi, kita lakukan rehabilitasi, makanya kami membicarakannya bersama Kementerian Sosial," ujarnya.

Di Jakarta, BNPT telah membawa enam anak untuk menjalani proses rehabilitasi. Langkah tersebut merupakan keseriusan pihaknya memberikan pembinaan. Agar anak-anak tidak terjerumus lebih jauh ke dalam jaringan maupun praktik kekerasan.

Karena itu, penguatan peran sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk memberikan pendidikan akademik, tetapi juga tempat membangun lingkungan yang aman serta membekali anak agar mampu mengenali dan menghadapi paparan kekerasan di ruang digital.(Tka)

Baca juga:

Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme




Sumber Foto: Instagram/antara
Foto tangkapan layar di Instagram @antara saat konpers Penguatan peran Komite Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Pendidikan dalam rangka pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di satuan pendidikan pada Selasa (1/9)

#Kemendikdasmen #Abdul Mu’ti #Radikalisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kabar Baik! Mau Dibuka Seleksi 139 Ribu CPNS Guru Bebas Syarat Sertifikat PPG
Kemendikdasmen siap buka 139 ribu formasi CPNS Guru. Terbuka untuk umum, fresh graduate S1/D-IV bisa daftar tanpa syarat sertifikat PPG.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Kabar Baik! Mau Dibuka Seleksi 139 Ribu CPNS Guru Bebas Syarat Sertifikat PPG
Indonesia
Heboh Ekskul Korps Kadet Bela Negara Siswa SMP-SMA, Wajb atau Tidak?
Heboh ekskul Korps Kadet Bela Negara masuk SMP-SMA! Mendikdasmen Abdul Mu'ti buka suara. Cek aturan Kepmen 136/2026 di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Heboh Ekskul Korps Kadet Bela Negara Siswa SMP-SMA, Wajb atau Tidak?
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meminta sekolah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau mengutamakan keselamatan siswa dengan menerapkan PJJ dan menyesuaikan jam belajar.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Mendikdasmen Minta Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terapkan PJJ
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Usul Kemendiknasmen Tambah Anggaran Rp 157,76 akan Dibahas di Banggar DPR RI
Tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Usul Kemendiknasmen Tambah Anggaran Rp 157,76 akan Dibahas di Banggar DPR RI
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
923 Sekolah di NTT Terpaksa Belajar dari Rumah Imbas Gempa Bumi
Kemendikdasmen telah menerbitkan panduan pembelajaran dalam situasi darurat.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
923 Sekolah di NTT Terpaksa Belajar dari Rumah Imbas Gempa Bumi
Lifestyle
Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar
Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 dibuka 20-24 Agustus. Simak syarat, dokumen, jenjang S1/D4, S2, S3, hingga cara daftar secara online.
ImanK - Kamis, 20 Agustus 2026
Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar
Indonesia
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Angkatan pertama SNT tersebar di 17 lokasi di berbagai wilayah. Tak hanya di Bogor, tapi juga meliputi Subulussalam, Aceh hingga Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Bagikan