MerahPutih.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis terobosan besar dalam sistem perekrutan tenaga pendidik nasional dengan bersiap membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil formasi guru mencapai kurang lebih 139 ribu kuota.
Kuota pembukaan lowongan 123 ribu CPNS guru itu baru rekrutmen tahun pertama. Total rekrutmen akan berlangsung dalam tiga tahun untuk menutupi krisis kekurangan tenaga pengajar yang saat ini menembus angka 464.856 posisi di berbagai daerah.
Intinya itu ada 464.000 yang akan dibuka secara bertahap selama tiga tahun, pembagiannya 30 persen, 30 persen, dan 40 persen. Jadi nanti ya dihitung saja, dari 464 ribu itu 30 persennya berapa, itu yang akan dimulai untuk CPNS guru tahun ini,
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani di Jakarta, Rabu (23/9).
Baca juga:
Guru PPPK Bisa Ikut CPNS Mulai 2027, Bakom Sebut Pemerintah Ingin Memberi Kepastian Status
Tidak Wajib Sertifikat PPG, Terbuka Buat Fresh Graduate dan Honorer
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para lulusan baru perguruan tinggi karena kepemilikan sertifikasi Pendidikan Profesi Guru tidak lagi dijadikan batas penentu pendaftaran.
Sistem seleksi mendatang secara inklusif mengakomodasi guru honorer yang memenuhi kriteria, sarjana lulusan baru jenjang S1/D-IV, hingga para alumni program PPG.
“Jadi tidak harus sudah mengikuti PPG, karena nanti kan kami yang meng-PPG kan, tapi yang sudah PPG tentu mendapatkan prioritas,” tandas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen itu.
Baca juga:
Guru PPPK Dapat Jalur Pengembangan Karier, PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut CPNS 2027
Poin Penting Rekrutmen CPNS Guru Kemendikdasmen
-
Kuota Tahap Pertama: Sebanyak 139 ribu formasi disiapkan sebagai langkah awal pemenuhan tenaga pendidik nasional.
-
Tanpa Syarat PPG: Pendaftaran terbuka untuk umum, termasuk fresh graduate S1/D-IV tanpa kewajiban memiliki sertifikat PPG.
-
Penuntasan Bertahap: Target penyelesaian defisit 464.856 guru diproyeksikan tuntas dalam kurun waktu tiga tahun.
-
Prioritas Lulusan PPG: Meski jalur umum dibuka, peserta yang telah mengantongi sertifikasi PPG tetap mendapat prioritas penilaian.
Kementerian memastikan seluruh alokasi formasi yang dirancang telah memperhitungkan kebutuhan distribusi pengajar secara merata di Indonesia.
Besaran kuota sekitar 139.000 formasi awal dipastikan sudah mencakup pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik untuk Sekolah Nasional Terintegrasi. (*)