Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans

Ilustrasi marmot.(foto: pexels-njeromin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — ONLYFANS kedatangan bintang baru: marmot. Hewan pengerat bertubuh gempal yang hidup di liang tanah dan masih satu keluarga dengan tupai ini menjadi bintang terbaru di platform OnlyFans. Marmot hadir di OnlyFans demi mengumpulkan dana penelitian.

Marmot ini masuk OnlyFans berkat inisiatif ahli biologi asal Colorado, Dr Daniel Blumstein, yang memimpin penelitian lapangan jangka panjang tentang marmot. Ia khawatir masa depan proyek penelitian tersebut terancam setelah pendanaan federal untuk universitas dipangkas.

Seperti dilansir BBC, Blumstein mengatakan ia baru-baru ini membuat akun di OnlyFans, platform yang lebih dikenal karena konten dewasa, lalu mulai mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor. Blumstein menyebutnya sebagai ‘tindakan putus asa’.

Namun, konten yang dimaksud sama sekali tidak mengandung unsur dewasa. Palagi pornografi. Video-video tersebut menampilkan marmot berlarian di habitat alaminya, keluar-masuk liang, dan beraktivitas seperti biasa. Hingga kini, konten itu telah menghasilkan lebih dari USD 5.000 (sekitar Rp 89 juta).

Setelah dipotong biaya layanan OnlyFans, Rocky Mountain Biological Laboratory yang berafiliasi dengan University of California, Los Angeles (UCLA), diperkirakan menerima sekitar USD 4.000 dolar AS (sekitar Rp 71 juta).

Baca juga:

Ganti Strategi, Jay Park Promosikan ‘McNasty’ di OnlyFans



Penelitian Telah Berlangsung Lebih daripada 60 Tahun





Marmot Project telah berjalan selama lebih dari 60 tahun dan merupakan penelitian mamalia yang diidentifikasi secara individual terlama kedua di dunia, setelah penelitian simpanse yang dipimpin Jane Goodall di Tanzania.

Penelitian tersebut berfokus pada yellow-bellied marmot, salah satu dari 15 spesies marmot yang hidup di Belahan Bumi Utara. Karena spesies ini tidak termasuk hewan yang terancam punah, para ilmuwan dapat memanfaatkannya untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi perubahan populasi satwa liar.

Blumstein mengatakan penelitian jangka panjang seperti ini sangat efektif menghasilkan data ilmiah yang berharga. Meski demikian, ia belum berhasil memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah federal.

Menurutnya, cari duit di akun OnlyFans mungkin tidak mampu menutupi seluruh kebutuhan dana penelitian, tapi langkah tersebut dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya riset yang mereka lakukan.


Terinspirasi Serial Televisi



Ide membuat akun OnlyFans muncul ketika Blumstein sedang duduk di sebuah padang rumput sambil menunggu marmot keluar dari liangnya. Saat itu, ia baru saja menonton serial televisi Margot's Got Money Troubles. Serial itu menampilkan karakter yang diperankan Elle Fanning membuka akun OnlyFans untuk menghidupi dirinya sebagai ibu tunggal.

Marmot juga sedang punya masalah keuangan. Mungkin kami juga harus melakukan sesuatu yang sedikit nakal.

Dr Daniel Blumstein, peneliti marmot


Ia kemudian mengusulkan ide tersebut kepada para mahasiswanya. Mereka pun sepakat membuat akun bernama OnlyMarms, bahkan salah seorang mahasiswa membantu menyiapkan akun tersebut. Namun, prosesnya sempat mengalami kendala. Untuk memverifikasi identitas, Blumstein harus mengunggah foto surat izin mengemudinya. Sistem OnlyFans sempat menolak verifikasi karena foto profil akun tersebut menampilkan seekor marmot, bukan dirinya.

Setelah menjelaskan situasi itu melalui e-mail, akun mereka akhirnya berhasil diverifikasi dan mulai mengunggah video.


Disukai karena Kehidupan Marmot yang Menghibur


Melalui akun OnlyMarms, pengguna dapat melihat kehidupan marmot Pegunungan Rocky di habitat alaminya. Blumstein menjelaskan marmot di Pegunungan Rocky tidak sesosial kerabatnya yang hidup di kawasan Alpen. Ia bercanda bahwa marmot betina cenderung menjadi lebih pemarah seiring bertambahnya usia.

Dalam salah satu video, seekor marmot betina mengusir marmot jantan yang dianggap terlalu nyaman berada di dalam liangnya. Video lain menampilkan seekor marmot betina yang dijuluki ‘ratu kota’ saat berjemur di bawah sinar matahari.

Para peneliti sengaja tidak memberikan nama manusia kepada marmot yang mereka teliti agar hasil penelitian tetap objektif. Sebagai gantinya, mereka menandai hewan-hewan tersebut dengan pewarna dan memberi kode seperti ‘dans_hat’, ‘open_kite’, atau ‘Citroen’.


Bikin Kompetisi Marmot Tergemuk


Selain akun OnlyFans, para peneliti juga meluncurkan acara tahunan Fat Marmot Week, yang terinspirasi dari Fat Bear Week. Pada akhir Agustus, masyarakat dapat memilih marmot paling gemuk melalui sistem turnamen.

Sebagai hewan yang berhibernasi, marmot memang harus menambah berat badan sebelum musim dingin agar memiliki cadangan energi yang cukup untuk bertahan hidup.

"Memang menyenangkan mendukung marmot yang paling gempal, tetapi di balik keseruan itu sebenarnya ada perjuangan hidup dan mati melawan alam untuk menimbun lemak agar mampu melewati musim dingin yang panjang dan dingin," kata Blumstein.(dwi)

Baca juga:

Dea OnlyFans Ditangkap Polda Metro, Diduga Kerap Jual Konten Vulgar

#OnlyFans #Berita Unik #Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Perkara Nanas di Pizza, Koki Italia Dipecat
Ia menolak menaruh nanas di atas pizza karena menganggapnya sebagai penghinaan terhadap budaya Italia.
Dwi Astarini - Jumat, 06 November 2026
Perkara Nanas di Pizza, Koki Italia Dipecat
Indonesia
Klaus Thymann Petakan Gletser Terakhir Papua yang di Ambang Kepunahan
Melalui ekspedisi Project Pressure, ia berupaya mendokumentasikan sisa-sisa gletser tropis Papua yang terus menyusut akibat perubahan iklim.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Klaus Thymann Petakan Gletser Terakhir Papua yang di Ambang Kepunahan
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bagikan