Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu

Adegan Leonardo DiCaprio berpura-pura sebagai pilot PanAm dalam film 'Catch Me If You Can'.(foto: IMDB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEORANG mantan pilot Air Canada terkuak terbang menggunakan lisensi pilot palsu. Padahal, ia telah menerbangkan puluhan ribu penumpang selama hampir 17 tahun. Kini, sang pilot menghadapi tuntutan pidana.

Seperti dilansir CNN, Geoffrey Wall ditangkap pada 1 Juni setelah penyelidik menemukan ia telah menjadi kapten dalam lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional antara 2009 dan 2025 tanpa pernah memperoleh lisensi yang semestinya atau menyelesaikan serangkaian tes wajib yang diperlukan.

“Penyelidikan ini dan detail yang menyertainya terasa seperti naskah film. Ia berhasil mencapai posisi pilot in command. Selama hampir 17 tahun, ia menerbangkan Boeing 767, 777, dan 787,” kata Wakil Kepala Kepolisian Regional Peel, Milinovich, dalam konferensi pers di Ontario.

Wall bahkan sambil menerima gaji hampir lebih daripada USD 2 juta atau sekira Rp 36 miliar.

Baca juga:

Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal



Tuduhan tersebut mengingatkan pada film Catch Me If You Can (2002), yang mengisahkan seorang remaja yang berhasil meyakinkan orang lain bahwa ia merupakan pilot PanAm.

Dalam kasus ini, Wall memang memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat komersial selama seluruh 27 tahun kariernya di Air Canada. Namun, menurut polisi, ia tidak pernah memiliki Airline Transport Pilot License for Aeroplanes (ATPL-A), lisensi yang diwajibkan ketika ia dipromosikan menjadi kapten pada 2009.

Kasus ini sangat mirip dengan seorang dokter yang memiliki izin praktik sebagai dokter keluarga tetapi melakukan operasi otak di kliniknya.

Milinovich, Wakil Kepala Kepolisian Regional Peel, Kanada



Menurutnya, ada persyaratan dan regulasi tambahan untuk profesi tertentu yang memang dibuat karena alasan yang jelas. “Kami meyakini bahwa tersangka telah memberikan informasi yang tidak benar mengenai kualifikasinya kepada perusahaan tempatnya bekerja maupun kepada regulator,” tambahnya.




Terungkap saat Pemeriksaan Rutin



Fakta lisensi Wall terungkap setelah pemeriksaan rutin terhadap dokumen kredensialnya pada 2025 menemukan adanya kejanggalan dalam dokumentasi lisensi pilot. Air Canada kemudian melaporkan temuan tersebut kepada regulator penerbangan.

Wall pensiun pada 2025, sebelum penyelidikan regulasi dan pidana yang diberi nama Project Icarus diluncurkan pada Januari.


Hadapi 7 Dakwaan Pidana


Menurut polisi, Wall telah dikenai denda oleh Transport Canada dan kini menghadapi tujuh dakwaan pidana. Dakwaan itu termasuk penipuan dengan nilai lebih dari 5.000 dolar Kanada, dua dakwaan penggunaan dokumen palsu, serta tiga dakwaan kepemilikan tanda atau dokumen palsu.

Wall dijadwalkan hadir di pengadilan pada 29 Juni 2026.

Di lain sisi, Air Canada menegaskan Wall tetap merupakan pilot komersial berlisensi dan secara rutin menunjukkan kemampuannya dalam menerbangkan pesawat berbadan lebar dengan aman.

“Keselamatan tidak terganggu akibat insiden ini karena seluruh pilot Air Canada wajib menjalani pelatihan ulang setiap enam bulan untuk memverifikasi kompetensi terbang mereka, termasuk pemeriksaan penerbangan oleh pilot pemeriksa besertifikat dari Transport Canada setiap 12 bulan,” kata Air Canada dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Senin.

Meski demikian, maskapai menekankan bahwa kepemilikan lisensi yang sesuai merupakan bagian penting dari sistem keselamatan berlapis dalam industri penerbangan.

“Lisensi yang tepat merupakan salah satu lapisan penting dalam pendekatan keselamatan berlapis yang diterapkan industri penerbangan. Oleh karena itu, Air Canada memandang persoalan ini dengan sangat serius,” tegas mereka.(dwi)

Baca juga:

Pilot Selfie dan Ambil Video Sebabkan Tabrakan Jet Tempur Korea Selatan

#Berita Unik #Kanada #Pilot
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Dunia
Perang Dagang Panas! Kanada Hantam Produk AS Pakai Tarif Balasan
Perang dagang Kanada vs AS memanas! Kanada resmi memberlakukan tarif balasan hingga 50% untuk produk Amerika senilai Rp310 triliun. Intip rincian dan dampaknya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Perang Dagang Panas! Kanada Hantam Produk AS Pakai Tarif Balasan
Dunia
Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Perubahan tersebut dilakukan untuk pengguna yang berada di Amerika Serikat, sedangkan pengguna di Kanada tetap akan melihat nama Danau Ontario.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
 Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Dunia
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun Truth Social, Trump tampak mencoret tulisan 'Lake Ontario' pada peta dan menggantinya dengan 'Lake America'.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Dunia
Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Orang tersebut, yang tidak disebutkan namanya, akhirnya didenda 50.000 kroner (sekitar Rp 93,5 juta) atas insiden tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
 Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Sahroni Ungkap Kopilot Malaysia Airlines Diduga Bagian dari Sindikat Narkoba Profesional
Jumlah barang bukti dan modus penyelundupan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa pelaku tidak bekerja sendiri.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Sahroni Ungkap Kopilot Malaysia Airlines Diduga Bagian dari Sindikat Narkoba Profesional
Indonesia
Kopilot Malaysia Airlines Bawa Narkoba ke Indonesia, DPR Minta Jalur Kru Pesawat Diperketat
Kasus tersebut harus menjadi evaluasi agar pengawasan terhadap jalur kru penerbangan semakin diperketat.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopilot Malaysia Airlines Bawa Narkoba ke Indonesia, DPR Minta Jalur Kru Pesawat Diperketat
Indonesia
Pilot Malaysia Diduga 3 Kali Bawa Narkotika ke Indonesia, Terima Bayaran Rp 219 Juta
Bareskrim Polri mengungkap pilot Malaysia Mohd Saufi bin Othman diduga tiga kali membawa narkotika ke Indonesia. Tersangka mengaku menerima bayaran Rp 219,4 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
Pilot Malaysia Diduga 3 Kali Bawa Narkotika ke Indonesia, Terima Bayaran Rp 219 Juta
Indonesia
Pilot Malaysia Diduga Bawa Urine Cadangan untuk Kelabui Tes Narkoba di Bandara Soetta
Pilot Malaysia yang ditangkap di Bandara Soetta, ternyata membawa urine cadangan untuk mengelabui tes narkoba.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
Pilot Malaysia Diduga Bawa Urine Cadangan untuk Kelabui Tes Narkoba di Bandara Soetta
Bagikan