MERAHPUTIH.COM — MANTAN anggota parlemen Kanada Inky Mark ditangkap pihak berwenang. Penangkapan dilakukan setelah polisi menemukan ratusan senjata api, amunisi, sebuah meriam antik, serta uang tunai senilai ratusan ribu dolar di rumahnya.
Kepolisian Berkuda Kerajaan Kanada (RCMP) menyita 439 senjata api dari rumah Mark di dekat Dauphin, Provinsi Manitoba, pekan lalu. Penyitaan itu merupakan bagian dari penyelidikan kasus perdagangan senjata api. RCMP menyatakan sedikitnya tiga senjata di antaranya diduga diperdagangkan secara ilegal.
Pelanggaran Serius Menyimpan Senjata Api
Mark yang berusia 78 tahun didakwa atas tuduhan perdagangan senjata api, serta sejumlah pelanggaran lain terkait dengan kepemilikan senjata, termasuk memiliki perangkat yang tidak diizinkan dan menyimpan senjata secara tidak aman. Aparat menilai hal itu membahayakan keselamatan publik.
Provinsi Manitoba menerapkan undang-undang pengendalian senjata api federal Kanada yang ketat. Namun, pemerintah provinsi tersebut selama ini secara aktif menolak penambahan pembatasan baru terhadap kepemilikan senjata. Di wilayah tersebut, budaya penggunaan senjata api untuk kegiatan rekreasi seperti olahraga menembak memang telah lama mengakar.
Mark, yang juga pernah menjabat Wali Kota Dauphin, ditangkap saat polisi menggeledah rumahnya pada 7 Juli. Ia telah dihadapkan ke pengadilan pekan lalu atas 12 dakwaan, kemudian dibebaskan dengan sejumlah persyaratan yang harus dipatuhi.
"Perdagangan ilegal senjata yang dilarang merupakan pelanggaran serius yang mengancam keselamatan masyarakat," kata Asisten Komisaris RCMP sekaligus Komandan RCMP Manitoba, Scott McMurchy, pada Senin (13/7).
Penyelidikan telah Dimulai Maret
Penyelidikan bermula pada Maret, ketika polisi menerima informasi mengenai dakwaan kepemilikan senjata api di Amerika Serikat terhadap pria lain yang juga berasal dari wilayah Dauphin. Penyelidikan tersebut kemudian mengarahkan RCMP kepada Mark dan menemukan sejumlah senjata api yang diduga dibelinya, tetapi, menurut polisi, kepemilikannya tidak pernah dialihkan secara sah sesuai prosedur hukum.
Pihak berwenang menyatakan sedikitnya tiga senjata api diduga telah diperdagangkan secara ilegal, sedangkan satu senjata lainnya diketahui memiliki nomor seri yang telah dirusak atau diubah.
Selain itu, polisi juga menemukan lebih dari 300.000 dolar Kanada (sekitar Rp 3,6 miliar) dalam bentuk uang tunai di rumah Mark.
Meski motif kepemilikan ratusan senjata tersebut belum diketahui, Kopral RCMP Manitoba Barry Kirby mengatakan dalam konferensi pers pada Senin bahwa mereka mengetahui Mark ialah seorang kolektor senjata api. “Tetapi sejauh ini hanya itu yang kami ketahui,” kata Kirby.
Mark terpilih sebagai Wali Kota Dauphin pada 1994, tapi akhirnya kalah dalam pemilihan kembali pada 2010.
Di tingkat nasional, ia mewakili daerah pemilihan yang kini dikenal sebagai Dauphin–Swan River–Neepawa di Majelis Rendah Parlemen Kanada sejak 1997 hingga 2010, sebelum ia mengundurkan diri.
Sepanjang karier politiknya, Mark pernah menjadi anggota Reform Party of Canada, Canadian Alliance, serta Partai Konservatif. Ia juga kembali mencalonkan diri sebagai anggota parlemen pada 2015 sebagai calon independen, tapi gagal terpilih.(dwi)

