MerahPutih.com – Timnas Ghana harus menghadapi laga perdana Piala Dunia 2026 tanpa gelandang senior Thomas Partey, yang menjadi motor lini tengah mereka.
Pemerintah Kanada menolak permohonan visanya, sehingga Partey tidak bisa masuk ke Toronto untuk pertandingan melawan Panama pada 18 Juni.
Baca juga:
Wasit Piala Dunia dari Somalia Ditolak Masuk AS, Presiden FIFA Geleng-Geleng
Dilansir dari USA Today, Minggu (13/6), FIFA mengonfirmasi kabar tersebut dan menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan otoritas imigrasi tuan rumah.
FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa. Pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk,
FIFA.
Bisa Main di 2 Laga Sisa Fase Grup
Absennya Partey menjadi pukulan besar bagi Ghana yang mengandalkan pengalaman sang gelandang dalam mengatur tempo permainan.
Baca juga:
WHO Tetapkan Status Darurat Wabah Ebola, CDC Larang Warga 3 Negara Afrika Masuk AS
Penolakan Visa Partey di Kanada menambah kompleksitas perjalanan Ghana di Piala Dunia 2026, sekaligus menyoroti bagaimana isu hukum dan kebijakan imigrasi dapat memengaruhi jalannya turnamen internasional.
Meski demikian, FIFA memastikan Partey tetap memenuhi syarat untuk tampil di dua laga fase grup Ghana yang digelar di Amerika Serikat.
Partey saat ini bermain untuk Villarreal setelah meninggalkan Arsenal pada 2025, usai lima musim bersama klub Inggris tersebut. Pemain berusia 32 tahun itu telah menjadi bagian penting tim nasional Ghana sejak debutnya pada 2016.
Baca juga:
Jalani Sidang di Inggris, Thomas Partey Bantah Tuduhan Pemerkosaan terhadap 2 Wanita
Karier dan Bayang-Bayang Kasus Hukum
Namun, karier Partey tengah dibayangi kasus hukum serius di Inggris. Pada Juli 2025, dia didakwa atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual di London. Partey membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan tidak bersalah.
Pada Februari 2026, dia kembali didakwa atas dua tuduhan pemerkosaan tambahan. Penyelidikan terhadap Partey bermula sejak Februari 2022, dengan laporan dari tiga perempuan berbeda, serta satu laporan tambahan pada Agustus 2025.
Baca juga:
Persidangan yang semula dijadwalkan berlangsung November lalu ditunda dan diperkirakan baru akan dimulai pada 2027. Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan Partey tetap membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. (*)