Kebakaran Hutan Mengamuk di Kanada, Asap Menyelimuti Toronto hingga Kota-kota di Amerika Serikat

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Kebakaran Hutan Mengamuk di Kanada, Asap Menyelimuti Toronto hingga Kota-kota di Amerika Serikat

Ilustrasi kebakaran (Foto: pexel/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KEBAKARAN hutan mengamuk di wilayah barat laut Ontario, Kanada. Akibatnya, langit di area itu menghitam, membawa asap menyebar hingga wilayah timur laut Amerika Serikat. Kualitas udara di Toronto tercatat sebagai yang terburuk di antara kota-kota besar dunia pada Rabu (15/7). Kondisi ini memicu peringatan kesehatan dan imbauan agar masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan.

Kebakaran hutan saat ini melanda wilayah yang jarang berpenduduk, ratusan kilometer dari Toronto. Meski tidak secara langsung mengancam kawasan perkotaan, asapnya telah menyebar ke wilayah yang sangat luas.

Baca juga:

Kebakaran Klub Malam di Bangkok, Sedikitnya 28 Orang Tewas, 25 Luka Kritis



Kualitas Udara Tercatat Amat Buruk



Environment Canada melaporkan Indeks Kesehatan Kualitas Udara (Air Quality Health Index/AQHI) di Toronto mencapai 10+. Indeks itu dikategorikan sebagai ‘risiko sangat tinggi’. Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi udara berbahaya ini diperkirakan akan berlangsung hingga Kamis malam.

Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan setelah kualitas udara mencapai tingkat yang tidak sehat. Warga diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan lebih sering beristirahat jika harus berada di luar pada Rabu dan Kamis. Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service) menyatakan asap mungkin akan bertahan hingga akhir pekan.

"Kami mungkin belum melihat kondisi terburuknya untuk New York City. Kami juga mungkin belum melihat kondisi terburuk di kawasan Great Lakes, wilayah utara New York, maupun New England," kata Dan Westervelt, profesor riset asosiasi di Lamont, Columbia University, dikutip The Korea Times.

Perusahaan teknologi pemantau kualitas udara asal Swiss, IQAir, menempatkan Toronto sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, melampaui Kinshasa dan Delhi. Sementara itu, New York berada di peringkat kelima.

Dalam beberapa tahun terakhir, asap kebakaran hutan dari Kanada bagian utara telah menjadi fenomena yang hampir rutin terjadi setiap musim panas di wilayah Amerika Serikat. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan kereta milik Canadian National Railway melintas di tengah kobaran api di dekat Armstrong, Ontario.

Operator kereta tersebut mengatakan seluruh karyawan Canadian National di wilayah itu serta warga Armstrong telah dievakuasi pada Senin malam. Sebagai langkah pencegahan, perusahaan juga menghentikan sementara operasional kereta di sekitar Armstrong, yang berjarak lebih dari 500 kilometer di utara Toronto, akibat ancaman kebakaran hutan.

Baca juga:

Mantan Anggota Parlemen Kanada Kedapatan Simpan 439 Senjata Api dan Meriam Antik di Rumahnya, Hadapi 12 Dakwaan



Acara Piala Dunia Terimbas





Sementara itu, Kota New York mulai merasakan dampaknya beberapa hari sebelum negara bagian tetangganya, New Jersey, dijadwalkan menjadi tuan rumah final Piala Dunia pada Minggu. Pemerintah Kota Toronto membatalkan FIFA Fan Festival serta acara nonton bareng pertandingan Piala Dunia Inggris vs Argentina di Nathan Phillips Square karena buruknya kualitas udara.

Di kawasan New York City, lebih dari 80.000 orang diperkirakan akan menghadiri final Piala Dunia di stadion terbuka di New Jersey pada Minggu. Sementara itu, sekitar 50.000 orang berencana menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa di Central Park, Manhattan, yang saat ini diselimuti kabut asap.

Baca juga:

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Unit Damkar Dikerahkan



Musim Kebarakan Terburuk Kedua dalam Sejarah




Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul mengatakan melalui media sosial bahwa asap dan kabut akibat kebakaran hutan di Kanada telah menciptakan kondisi udara yang tidak sehat di seluruh wilayah negara bagian. Ia mengimbau masyarakat, terutama mereka yang memiliki gangguan kesehatan, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah Kanada menyatakan musim kebakaran hutan pada 2026 dimulai lebih lambat jika dibandingkan dengan 2023 dan 2025. Itu merupakan dua musim kebakaran terburuk dalam sejarah. Namun, pemerintah tetap memperingatkan bahwa risiko kebakaran masih tinggi karena suhu di berbagai wilayah Kanada lebih hangat dari biasanya.

Hingga Rabu, terdapat 835 kebakaran hutan aktif di Kanada, dengan 112 di antaranya masih belum terkendali. Sejauh ini, sekitar 1,9 juta hektare lahan telah terbakar. Sebagian besar kebakaran terjadi di provinsi Manitoba, Saskatchewan, dan Ontario.

Greg Evans, profesor teknik kimia dan kimia terapan di University of Toronto, mengatakan Toronto kini menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni gelombang panas ekstrem dan asap kebakaran hutan.

"Saya memperkirakan kondisi seperti ini akan semakin sering terjadi dalam beberapa dekade mendatang. Oleh karena itu, kota-kota dan masyarakat perlu mempersiapkan diri menghadapi situasi seperti ini di masa depan," ujarnya.(dwi)

Baca juga:

Gelombang Panas Menyapu AS Akhir Pekan ini, Jadwal Piala Dunia Berpotensi Terpengaruh

#Kanada #Kebakaran #Kebakaran Hutan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Hasil pemeriksaan sementara belum cukup untuk memastikan jenis satwa yang menyebabkan kematian kambing tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Dugaan Serangan Hewan Buas Gunung Lawu, BKSDA Turun Lakukan Penyelidikan
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta meter kubik selama kegiatan OMC.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Indonesia
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Para relawan PKB telah mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla, seperti masker dan perlengkapan pendukung evakuasi lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Indonesia
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Tiga jenazah korban karhutla Bromo yang meninggal dunia dievakuasi dievakuasi menuju RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, untuk dilakukan auptosi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kronologi Meninggalnya 3 Orang Pemadam dan Relawan Saat Padamkan Karhutla Gunung Bromo
Indonesia
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kemenlu Pastikan Indonesia Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla
Indonesia
Karhutla di Indonesia Bakal Jadi Bahasan di KTT ASEAN Manila, Ini Kata Menlu Arrmanatha
Penanganan karhutla di Indonesia sudah mengurangi jumlah hotspot (titik panas) setiap harinya, meskipun menghadapi kendala besar dalam aspek cuaca.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Karhutla di Indonesia Bakal Jadi Bahasan di KTT ASEAN Manila, Ini Kata Menlu Arrmanatha
Bagikan