Masyarakat Belum Siap Tinggalkan Penggunaan Plastik
Sabtu, 09 Oktober 2021 -
PENGGUNAAN plastik sekali pakai (PSP) dalam kehidupan sehari-hari memang menjadi tantangan bagi masyarakat. Dengan begitu, konsumen dinilai belum merasa nyaman meninggalkan produk polimerisasi sintetik itu.
Research Associate Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Bisuk Abraham Sisungkunon mengatakan ditemukan kenyataan upaya pelaku usaha berhemat konten plastik dalam pengiriman produk justru berbuah komplain dari konsumen.
Konsumen merasa produk yang diterima kurang aman tanpa ada lapisan plastik yang membungkus kemasan. Pada beberapa kasus ekstrem, mereka yang berbelanja secara daring bahkan langsung memberi rating satu pada toko yang tidak mengemas barang menggunakan plastik.
“Cukup banyak konsumen merasa kurang aman kalau produk tidak dibungkus plastik lagi, walau disediakan kotak-kotak yang berbahan seperti karton,” kata Bisuk dalam talkshow Pawai Bebas Plastik 2021, mengutip ANTARA.
Baca juga:
Koleksi Pakaian Terbaru Ini Terbuat dari Sampah Botol Plastik
Bisuk melihat sebenarnya ada kemauan dari para pelaku usaha mengurangi penggunaan PSP karena ternyata upaya ini dinilai tak terlalu berdampak signifikan pada biaya produksi mereka. Hasil survei yang dilakukan melibatkan 88 pelaku usaha dari tiga sektor yakni manufaktur, perdagangan besar, eceran, serta makanan, dan minuman di DKI Jakarta pada Mei 2021.
Hasilnya menunjukkan sebanyak 43 persen dari mereka merasa pengurangan atau penanganan PSP masih dalam batas toleransi, sehingga ada kesempatan untuk melakukan pengurangan maupun penanganan PSP.
Beralih dari plastik, perusahaan mulai memanfaatkan tissue paper dan boks berbahan karton dengan kualitas bagus, sehingga menjamin tidak perlu lagi disegel menggunakan plastik. Tapi karena belum cukup dinilai ramah lingkungan, mereka akhirnya menggunakan hard box yang di dalamnya terdapat corrugated carton atau kertas dengan bentuk bergelombang.
Baca juga:
Deretan Benda-Benda Daur Ulang Sampah Plastik yang Kece Abis
Head of Public Policy and Government Relations Indonesian E-Commerce Association, Rofi Uddarojat mengatakan perlunya inovasi pada cara pengemasan agar pelaku usaha termasuk dari sektor marketplace beralih dari kemasan plastik sekaligus mendorong masyarakat sebagai konsumen menurunkan konsumsi publik.
“Yang menjadi poin penting bagaimana setiap ekosistem di dalamnya aware dengan permasalahan plastik ini misalnya pihak seperti pada pedagang, merchant, bisa memahami. Dari sisi logistik juga, karena bagaimana pun juga penggunaan plastic terkait packaging,” tutup Rofi. (and)
Baca juga:
5 Hal yang Harus Kamu Tahu Mengapa Plastik Bisa Menghancurkan Laut!