Lingkungan

Masyarakat Belum Siap Tinggalkan Penggunaan Plastik

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 09 Oktober 2021
Masyarakat Belum Siap Tinggalkan Penggunaan Plastik

Stop penggunaan plastik. (Foto: Unsplash/Volodymyr Hryshchenko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGGUNAAN plastik sekali pakai (PSP) dalam kehidupan sehari-hari memang menjadi tantangan bagi masyarakat. Dengan begitu, konsumen dinilai belum merasa nyaman meninggalkan produk polimerisasi sintetik itu.

Research Associate Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Bisuk Abraham Sisungkunon mengatakan ditemukan kenyataan upaya pelaku usaha berhemat konten plastik dalam pengiriman produk justru berbuah komplain dari konsumen.

Konsumen merasa produk yang diterima kurang aman tanpa ada lapisan plastik yang membungkus kemasan. Pada beberapa kasus ekstrem, mereka yang berbelanja secara daring bahkan langsung memberi rating satu pada toko yang tidak mengemas barang menggunakan plastik.

“Cukup banyak konsumen merasa kurang aman kalau produk tidak dibungkus plastik lagi, walau disediakan kotak-kotak yang berbahan seperti karton,” kata Bisuk dalam talkshow Pawai Bebas Plastik 2021, mengutip ANTARA.

Baca juga:

Koleksi Pakaian Terbaru Ini Terbuat dari Sampah Botol Plastik

Masyarakat Belum Siap Tinggalkan Penggunaan Plastik
Sudah terbiasa menggunakan plastik. (Foto: Unsplash/Antoine GIRET)

Bisuk melihat sebenarnya ada kemauan dari para pelaku usaha mengurangi penggunaan PSP karena ternyata upaya ini dinilai tak terlalu berdampak signifikan pada biaya produksi mereka. Hasil survei yang dilakukan melibatkan 88 pelaku usaha dari tiga sektor yakni manufaktur, perdagangan besar, eceran, serta makanan, dan minuman di DKI Jakarta pada Mei 2021.

Hasilnya menunjukkan sebanyak 43 persen dari mereka merasa pengurangan atau penanganan PSP masih dalam batas toleransi, sehingga ada kesempatan untuk melakukan pengurangan maupun penanganan PSP.

Beralih dari plastik, perusahaan mulai memanfaatkan tissue paper dan boks berbahan karton dengan kualitas bagus, sehingga menjamin tidak perlu lagi disegel menggunakan plastik. Tapi karena belum cukup dinilai ramah lingkungan, mereka akhirnya menggunakan hard box yang di dalamnya terdapat corrugated carton atau kertas dengan bentuk bergelombang.

Baca juga:

Deretan Benda-Benda Daur Ulang Sampah Plastik yang Kece Abis

Masyarakat Belum Siap Tinggalkan Penggunaan Plastik
Beralih dari plastik. (Foto: Unsplash/Naja Bertolt Jensen)

Head of Public Policy and Government Relations Indonesian E-Commerce Association, Rofi Uddarojat mengatakan perlunya inovasi pada cara pengemasan agar pelaku usaha termasuk dari sektor marketplace beralih dari kemasan plastik sekaligus mendorong masyarakat sebagai konsumen menurunkan konsumsi publik.

“Yang menjadi poin penting bagaimana setiap ekosistem di dalamnya aware dengan permasalahan plastik ini misalnya pihak seperti pada pedagang, merchant, bisa memahami. Dari sisi logistik juga, karena bagaimana pun juga penggunaan plastic terkait packaging,” tutup Rofi. (and)

Baca juga:

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Mengapa Plastik Bisa Menghancurkan Laut!

#Ramah Lingkungan #Peduli Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
GRID Cardio Rush mendapat apresiasi dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, setelah menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Minggu, 16 Agustus 2026
GRID Cardio Rush Tanam 1.500 Bibit Pohon di Gunung Gede Pangrango, ini Dampaknya bagi Lingkungan
Lifestyle
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
GRID Fitness Hub menanam 1.500 bibit pohon di kaki Gunung Gede Pangrango, Sabtu (15/8).
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Hasil Kontribusi GRID Cardio Rush 2026, 1.500 Bibit Pohon Ditanam di Kaki Gunung Gede Pangrango
Indonesia
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Bank Jakarta membangun dua biodigester di Jakarta Utara. Biodigester itu bisa mengolah hingga 500 kg sampah per hari.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
GRID Cardio Rush 2026 sukses digelar Minggu (2/8). Ajang lari ini mendorong gaya hidup sehat lewat aksi nyata pelestarian alam.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
GRID Cardio Rush 2026 Sukses Digelar, Setiap Langkah Pelari Berkontribusi Tanam Pohon
Berita Foto
Transformasi UOB Plaza Dorong Efisiensi Energi dan Target Net-Zero Emission 2060
Transformasi UOB Plaza berkolaborasi dengan UOB Property ini akan menghadirkan peningkatan yang berfokus pada aspek berkelanjutan.
Didik Setiawan - Rabu, 17 Juni 2026
Transformasi UOB Plaza Dorong Efisiensi Energi dan Target Net-Zero Emission 2060
Indonesia
Hadapi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Dorong Kolaborasi Lintas Wilayah
Pemprov DKI Jakarta memperkuat sistem pemantauan kualitas udara. Namun, Jakarta memerlukan kolaborasi lintas wilayah.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Hadapi Polusi Udara, Pemprov DKI Jakarta Dorong Kolaborasi Lintas Wilayah
Indonesia
Terpidana Kerja Sosial Bakal Dikerahkan Bersihkan Ribuan Tempat Kotor
Pidana kerja sosial sendiri merupakan salah satu tindakan hukum yang diterapkan kepada pelanggar pidana ringan, sesuai dengan yang diatur dalam KUHP yang baru.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Terpidana Kerja Sosial Bakal Dikerahkan Bersihkan Ribuan Tempat Kotor
Indonesia
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Namun, keberanian itu harus dibarengi dengan transparansi alokasi dana denda agar tidak terjadi penyimpangan di kemudian hari
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Indonesia
Pramono Ingin Kembangkan Sanitasi Ramah Lingkungan
Pramono menilai penguatan ekosistem sanitasi berkelanjutan penting untuk menjadikan Jakarta kota yang lebih sehat.
Dwi Astarini - Sabtu, 15 November 2025
Pramono Ingin Kembangkan Sanitasi Ramah Lingkungan
ShowBiz
Dari Pengelolaan Sampah hingga Penanaman Mangrove, Synchronize Fest Tegaskan Komitmen Hijau
Synchronize Fest konsisten menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif aktivitas urban.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dari Pengelolaan Sampah hingga Penanaman Mangrove, Synchronize Fest Tegaskan Komitmen Hijau
Bagikan